Penasaran dengan Sujud, Wanita Yahudi Tertarik dengan Islam dan Jadi Mualaf

  • Bagikan
Penasaran dengan Sujud, Wanita Yahudi Tertarik dengan Islam dan Jadi Mualaf
instagram.com/alhmmmdd

Seruni.id – Rasa penasaran memang akan mendorong kita untuk menelisik lebih dalam hal yang ingin kita ketahui. Entah tentang ilmu akademik maupun spiritual. Seperti kisah seorang wanita Yahudi yang awalnya hanya penasaran dengan sujud yang dilakukan Muslim ketika salat, namun rasa pensaran itu, justru membawanya menjadi seorang mualaf. Bagaimana kisahnya?

Penasaran dengan Sujud, Wanita Yahudi Tertarik dengan Islam dan Jadi Mualaf
wolipop.detik.com

 

Terlahir dari Keluarga Yahudi

Seorang wanita Yahudi, yang kini telah memeluk Islam, membagikan kisahnya melalui akun YouTube Alhammmdd. Namun, wanita yang lahir di Montreal, Kanda itu, tidak menyembutkan identitasnya atau nama lengkapnya secara gamblang.

Sebab, ia masih merasa kurang nyaman jika harus menyebutkan identitasnya secara jelas. Ia merupakan anak yang terlahir dari keluarga Yahudi. Di mana, sang ayah dari Hungaria dan sang ibu lahir di Maroko.

“Saya lahir dan besar di Kanada. Keluarga saya Yahudi, ayah saya dari Hungaria jadi Ashkenazi yahudi. Ibu saya lahir di Maroko dan Palestina yang diduduki atau yang kamu tahu orang-orang Yahudi menyebutnya Israel. Saya belum merasa nyaman menyebutkan identitas,” ungkapnya di akun Youtube Alhmmmdd.

Namun, ketika dirinya menginjak usia antara tiga atau empat tahun, keduanya berpisah. Sejak perpisahan itu, sang ibu membawanya dan saudaranya keluar dari komunitas hasid (Yahudi). Sebenarnya, ia masih tak menyangka bahwa dirinya adalah seorang Muslim.

“Terkadang sulit dipahami orang tapi saya masih menganggap diri saya etnis Yahudi yang beragama Islam,” tuturnya.

Pahit dan manisnya hidup telah ia lewati. Begitupun dengan lika-liku perjalannya menemukan Islam. Meskipun sebelumnya ia pernah menghabiskan masa pendidikannya di bangku sekolah khusus Yahudi. Sebelum memeluk Islam, wanita Yahudi yang kini menjadi mualaf itu, emang mempercayai adanya Tuhan.

“Pada saat itu saya percaya pada Tuhan, saya selalu percaya kepada Tuhan tapi saya percaya pada Yudaisme secara khusus saya percaya pada Taurat. Saya memiliki pendidikan Yahudi dan saya sangat erat dengan itu,” jelasnya.

Walaupun ia telah meninggalkan komunitas Yahudi, tapi keluarganya tetap seperti ortodoks modern atau konservtaif.

“Kami masih berpakaian modest (sederhana) dan menjaga makanan yang halal. Setelah lulus sekolah menengah saya meninggalkan Yahudi. Saya bertemu orang-orang non Yahudi,” sautnya.

 

Muncul Rasa Ragu

Hingga ada satu waktu, tiba-tiba muncul rasa ragu dalam dirinya. Di mana, ia merasa bahwa yang dilakkan oleh orang Yahudi tidak masuk akal. Semkin hari rasa ragu yang muncul kian semakin besar. Ia pun menyadari, keraguannya itu menjauhkan dirinya pada Tuhan.

“Saya mulai memiliki sedikit keraguan di hati saya tentang apa yang saya latih dan kemudian saya mulai menjauhkan diri dari Tuhan. Jadi saya hidup seperti itu beberapa bulan tetapi kemudian pada satu titik saya seperti merasa asing dari Tuhan,” ungkapnya panjang lebar.

“Seperti aku perlu untuk memperbaiki hubungan saya dengan Tuhan karena saya mulai merasa kosong tanpa kehadiran Tuhan dalam hidup,” lanjutnya.

 

Penasaran dengan Sujud

Sebelum memeluk Islam, ia selalu dibuat penasaran dengan sujud yang dilakukan oleh warga Arab ketika salat. Padahal menurutnya, Yahudi tidak sujud saat salat. Rasa penasaran itu, lantas mendorongnya untuk menelisik lebih jauh tentang hal tersebut. Ia tak hanya mencari informasi dari Google saja, tapi ia juga datang ke daerah Khabar. Setelah lama mencari, akhirnya ia mendapatkan sebuah jawaban yang membuatnya puas.

“Pada saat itulah titik yang saya sadari bahwa pertanyaan saya selama ini sudah terjawab dan masuk akal. Saya benar-benar tidak punya teman Muslim. Ada satu orang, tapi dia teman online tidak pernah berbicara tentang agama dan tidak bertemu dalam kehidupan nyata,” lanjutnya lagi.

Karena rasa puasnya itu, ia pun mulai tertarik untuk mempelajari ilmu agama Islam. Sebab baginya, agama Islam adalah agama yang masuk akal dan telah menjawab semua rasa penasarannya selama ini. Meski demikian, ia belum begitu yakin untuk berpindah keyakinan.

“Saya mulai membaca Al-Qur’an masuk akal, tidak ada yang salah dan terasa sempurna. Tetapi pada saat itu saya belum yakin saya akan pindah agama. Saya menerima Islam tapi di beberapa titik saya menyadari bahwa kesopanan berpakaian dan semuanya seperti masuk akan,” kata Alhmmmdd.

Setelah meyakinkan diri untuk memeluk Islam, akhirnya pada 26 Januari 2018, ia mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Pada saat itulah saya menganggap diri saya sepenuhnya sebagai seorang Muslim. Saya berubah dari Yahudi menjadi Muslim,” tuturnya.

Baca Juga: Clem, Mualaf Asal Prancis: “Suara Adzan Sangat Lembut di Telinga Saya”

Kini wanita yang mengenakan niqab ini sudah menikah dengan pria asal Palestina.

“Saya bukan dari Palestina, tapi suami saya orang Palestina dia lahir dan besar di Palestina. Saya cukup sering pergi ke Palestina. Tapi sekarang kita sedang berjauhan karena saya di Kanada dan suami di Palestina,” pungkasnya.

  • Bagikan