10 Ayat Al-Qur’an yang Menjelaskan Tentang Pentingnya Bersyukur

  • Bagikan
10 Ayat Al-Qur'an yang Menjelaskan Tentang Pentingnya Beryukur
thepromise.movie

Seruni.id – Bersyukur memang mudah dikatakan, tapi kadang kala sulit dilakukan. Tak jarang, orang masih merasa kurang, meski nikmat yang Allah SWT berikan bertubi-tubi. Bahkan, seringnya mengingat Allah hanya saat mengalami kesusahan saja. Dalam kondisi tersebut, ia mengemis kepada Allah, dan sering kali menyalahkan Allah atas ujian yang diberikan kepadanya.

10 Ayat Al-Qur'an yang Menjelaskan Tentang Pentingnya Beryukur
health.detik.com

Sejatinya, nikmat yang telah Allah berikan kepada setiap hambanya tidak terhitung jumlahnya. Tidak hanya dalam bentuk materi, tapi banyak sekali, bisa berupa kesehatan, ketenangan, kebahagiaan, dan lainnya. Namun sayang, kenikmatan tersebut terkadang masih sering disepelekan. Sebagaimana firman Allah dalam surat An Nahl ayat 18 berikut ini,

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah SWT, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.”

Oleh karena itu, kita perlu menanamkan rasa syukur dalam diri kita, pada setiap hal yang Allah takdirkan. Perintah untuk bersyukur sudah sangat jelas tertulis dalam beberapa ayat Al-Qur’an, berikut Seruni telah merangkum ayat-ayat Al-Qur’an dan artinya tentang pentingnya beryukur:

1. Surat Ibrahim Ayat 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna ‘ażābī lasyadīd.

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhamu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu beryukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Dalam ayat tersebut dijelaskan, ketika kita beryukur kita takkan merugi, bahkan Allah akan menambahkan nikmat-Nya bekali-kali lipat. Pun sebaliknya, apabila kita tidak beryukur, maka akan ada perhitungan di akhirat kelak.

2. Surat Al-Qamar Ayat 35

نِّعْمَةً مِّنْ عِندِنَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى مَن شَكَرَ

Ni’matam min ‘indinā, każālika najzī man syakar

Artinya: “Sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang beryukur”.

3. Surat Al-Jatsiyah Ayat 12

ٱللَّهُ ٱلَّذِى سَخَّرَ لَكُمُ ٱلْبَحْرَ لِتَجْرِىَ ٱلْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِۦ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allāhullażī sakhkhara lakumul-baḥra litajriyal-fulku fīhi bi`amrihī wa litabtagụ min faḍlihī wa la’allakum tasykurụn.

Artinya: “Allah SWT-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur”.

Sebagaimana ayat di atas, Allah telah menciptakan laut beserta isinya, yang dapat dimanfaatkan oleh hambanya sebagai sumber mata pencaharian dan alat transportasi untuk menghubungkan pulau satu dengan pulau lainnya. Oleh karena itu, kita patut bersyukur atas karunia yang telah Allah berikan. Bayangkan saja, bagaimana jika tidak ada lautan, kehidupan pun tidak akan berjalan baik.

4. Surat An-Naml Ayat 40

قَالَ ٱلَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌ مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ كَرِيمٌ

Qālallażī ‘indahụ ‘ilmum minal-kitābi ana ātīka bihī qabla ay yartadda ilaika ṭarfuk, fa lammā ra`āhu mustaqirran ‘indahụ qāla hāżā min faḍli rabbī, liyabluwanī a asykuru am akfur, wa man syakara fa innamā yasykuru linafsih, wa mang kafara fa inna rabbī ganiyyung karīm.

Artinya: “Seseorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab berkata: ‘Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip’. Maka ketika Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: ‘Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Mahamulia.”

Mungkin kita tidak dapat melakukan segala sesuatu layaknya semudah mengedipkan kelopak mata. Namun, Allah SWT dapat melakukannya dalam sekejap mata. Oleh karena itu, sebagai manusia, hendaknya kita percaya dan mengimani bahwa nikmat yang Allah berikan itu nyata.

5. Surat Al-Qashash Ayat 73

وَمِن رَّحْمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Wa mir raḥmatihī ja’ala lakumul-laila wan-nahāra litaskunụ fīhi wa litabtagụ min faḍlihī wa la’allakum tasykurụn.

Artinya: “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya”.

6. Surat An-Nahl Ayat 112

Nikmat yang Allah berikan bisa saja dicabut kembali lantaran dosa dan maksiat. Maka dari itu, kita senantiasa harus mensyukuri segala nikmat yang Allah karuniakan, sekecil apa pun itu.

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rejekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakann kepada meraka pakaian, kelaparan, dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”.

7. Surat A-Zumar Ayat 66

بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Balil laahha fa’bud wa kum minash shaakiriin

Artinya: “Karena itu, maka hendaklah Allah SWT saja kamu smabah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”.

Dari ayat di atas dijalaskan, bahwa sebaiknya kita hanya menyembah Allah SWT saja dan menjalankan segala perintah-Nya. Sebab, orang-orang yang melakukan perintah Allah SWT termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman dan bersyukur.

8. Surat Saba’ Ayat 15

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

Laqad kaana li Saba-in fii maskanihim Aayatun jannataani ‘ai yamiininw wa shimaalin kuluu mir rizq Rabbikum washkuruulah; baldatun taiyibatunw wa Rabbun Ghafuur

Artinya: “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan sebelah kir. (Kepada mereka dikatakan): ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”.

Allah SWT tekah menciptakan tanah yang subur dan tumbuh-tumbuhan yang segar, demi umatnya dapat mengonsumsinya. Jadi, jangan sepelekan nikmat tersebut, ya. Jika tidak ada tanah subur dan tumbuh-tumbuhan, maka kita tidak dapat makan sayur dan buah dengan nikmatnya.

9. Surat Luqman Ayat 12

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

Wa laqad ātainā luqmānal-ḥikmata anisykur lillāh, wa may yasykur fa innamā yasykuru linafsih, wa mang kafara fa innallāha ganiyyun ḥamīd.

Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: ‘Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya Lagi Maha Terpuji”.

Baca Juga: 5 Macam Nikmat yang Harus Kita Syukuri

10. Surat Al-Furqan Ayat 62

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Wa huwallażī ja’alal-laila wan-nahāra khilfatal liman arāda ay yażżakkara au arāda syukụrā.

Artinya: “Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur”.

Allah telah menjadikan malam dan siang silih berganti, dengan tujuan agar manusia dapat bertafakur perihal keajaiban-Nya dan selalu mengingat akan nikmat-Nya. Apabila siang dan malam tidak saling berganti, hal tersebut akan membuat manusia merasa lelah dan bosan karena tidak bisa beristirahat dan bersyukur atas pencapaian yang telah didapatkan.

  • Bagikan
seruni.id