8 Penyebab Berkurangnya Pahala Puasa Ramadhan

  • Bagikan
8 Penyebab Berkurangnya Pahala Puasa Ramadhan
klasika.kompas.id

Seruni.id – Kita pasti sudah tahu, bahwa makan dan minum secara disengaja dapat membatalkan puasa. Namun, rupanya ada pula hal-hal yang menjadi penyebab berkurangnya pahala puasa Ramadhan, loh.

8 Penyebab Berkurangnya Pahala Puasa Ramadhan
detik.com

Tujuan dari berpuasa tidak sekadar menahan lapar dan haus saja, tapi lebih dari itu. Puasa dapat melatih diri, pengorbanan, rasa empati, serta diiringi dengan perubahan diri yang konsisten untuk menjadi muslim yang lebih baik. Salah satu yang dilakukan yakni menghindari tindakan atau hal yang makruh. Tak lain tujuannya agar tidak mengurangi pahala puasa, sehingga bisa mendapatkan kesempurnaan ganjaran di bulan penuh berkah tersebut.

Selain terdapat ketentuan yang dapat membatalkan ibadah puasa dan tindakan yang diharamkan, ada pula hal yang lain yang perlu kita hindari, karena dapat mengurangi nilai ibadah puasa. Meski puasanya tidaklah batal, tapi menjadi makruh hukumnya apabila tetap dilakukan. Lalu, apa saja sih tindakan yang menjadi penyebab berkurangnya pahala puasa Ramadhan?

1. Marah dan Memendam Kebencian

Seperti yang kita tahu, puasa tidak sekadar menahan hawa nafsu untuk makan dan minum saja, tapi kita juga harus menahan emosi yang ada di dalam diri. Sebab, sejatinya puasa adalah menahan diri dari segala nafsu dan ujian emosi, termasuk nafsu amarah dan merasa benci atau dendam kepada orang lain. Oleh karena itu, sebaiknya kamu bisa menenangkan hati agar tidak menyimpan emosi negatif ini. Karena kalau kamu tidak bisa menahannya, maka nilai puasamu akan berkurang.

2. Menggunjing atau Gibah

Penyebab berkurangnya pahala puasa Ramadhan berikutnya adalah menggunjing atau bergosip. Saat berkumpul, sering kali tanpa disadari para orang akan bergosip dan membicarakan keburukan orang lain. Sebaiknya tahanlah keinginan ini, karena jika kamu tetap melakukannya puasa yang kamu jalani akan sia-sia. Tak hanya saat sedang berpuasa saja, membicarakan orang lain juga dilarang di luar bulan Ramadhan. Bahkan, merujuk tafsir Surat Al-Hujurat 49:12 menyebutkan, bahwa membicarakan orang lain sama halnya dengan memakan bangkai saudaranya sendiri.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

3. Berbicara Kotor dan Kasar

Penyebab berkurangnya pahala puasa tidak hanya karena membicarakan orang lain saja, tapi juga bisa disebabkan oleh perkataan yang tidak baik. Sebagai seorang muslimah, kita diajarkan untuk berkata lembut dan tidak mengucap kata kasar meski sedang marah sekalipun. Walaupun tindakan ini tidak membatalkan puasa, tapi berbicara kotor atau kasar bisa mengurangi nilai pahala puasa. Tentunya kamu tidak mau kan, sudah seharian menahan lapar dan haus, tapi ternyata pahala puasa tidak full karena tidak bisa menjaga lisan?

4. Mengadu Domba

Perbuatan mengadu domba atau namimah merupakan perbuatan yang berpangkal dari kebencian. Di mana ia tidak senang apabila orang lain merasa damai. Biasanya pelaku namimah akan berusaha menjadikan kedua belah pihak saling bertengkar, sehingga tidak sedikit berawal dari adanya pertengkaran, seseorang berani menumpahkan darah sesamanya.

Pelaku yang mengadu domba sering kali memberikan keterangan yang berbeda ke dua belah pihak. Misalnya, memberikan informasi kejelekan yang ditujukan kepada seseorang seolah-olah bersumber dari orang lain, padahal bersumber dari dirinya. Begitu pun sebaliknya kepada orang lain, mereka akan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan faktanya. Sikap seperti ini sangat dilarang oleh agama Islam, baik saat bulan Ramadhan pun di luar Ramadhan. Sebab, hal ini hanya akan membuat pahala puasa menjadi berkurang.

5. Berkata Bohong

Berdusta atau berkata bohong juga menjadi penyebab berkurangnya pahala puasa Ramadhan. Seperti yang kita tahu, bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang penuh dengan keberkahan, di mana kita harus menjaga diri dari perbuatan yang Allah SWT larang. Salah satunya adalah berbohong. Meskipun yang kamu katakan hanya kebohongan kecil, tapi tetap saja kamu sudah berdusta. Oleh karena itu, kamu perlu berhati-hari, ya. Jangan sampai amalan kita berkurang hanya karena kebohongan kecil.

6. Tidur Sepanjang Hari

Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, tapi bukan berarti sepanjang berpuasa kita hanya tidur saja dan tidak melakukan aktivitas yang bermanfaat. Tidur sepanjang hari bukan hanya tidak baik untuk kesehatan, tapi juga akan mengurangi pahala puasa. Adapun tidur yang baik adalah sebentar saja untuk menghindari bergosip, berkata kotor, atau marah karena lelah dan haus selama puasa.

7. Memandang dengan Syahwat

Salah satu penyebab berkurangnya pahala puasa adalah tidak menjaga pandagan. Maksud dari tidak menjaga pandangan adalah melihat sesuatu dengan syahwat. Sebaiknya saat berpuasa kita bisa mengendalikan hawa nafsu, menundukan pandangan agar tidak melihat secara bebas apa yang tidak boleh, serta kepada segala sesuatu yang melalaikan diri untuk mengingat kepada Allah. Rasulullah bersabda,

“Pandangan merupakan salah satu anak panah (senjata) iblis.” (HR. Al-Hakim dan Ath-Thabrani)

8. Bertengkar dengan Orang Lain

Jika dalam keadaan berpuasa, kemudian ada seseorang yang membuatmu kesal, maka lapangkan hatimu, dan maafkan. Memberikan maaf kepada orang lain, sekalipun ia telah menyakitimu adalah sebuah perbuatan mulia, daripada harus bertengar dan akhirnya menghabiskan energi. Selain membuang tenaga, amarah pada orang juga bisa menjadi salah satu penyebab berkurangnya pahala puasa. Kalau kamu bisa menahan diri dan bersabar, maka kamu akan menuai benyak pahala di akhirat kelak.

Baca Juga: 9 Tips Menghindari Gibah di Bulan Ramadhan

Itulah delapan penyebab bekurangnya pahala puasa Ramadhan. Menahan makan dan minum dari subuh hingga terbenamnya matahari adalah dasar dalam berpuasa.

Apabila ingin menjadi muslim yang baik, maka jadikanlah Ramadhan kali ini sebagai bulan yang tepat untuk mulai mengubah perilaku dan kebiasaan menjadi lebih positif.

  • Bagikan
seruni.id