Perbedaan Beras Organik dan Non Organik

Perbedaan Beras Organik dan Non Organik

Seruni.id – Beras organik kini banyak dipilih oleh masyarakat, daripada beras biasa atau yang disebut non-organik. Namun, meski sudah populer, tak sedikit orang yang belum begitu paham tentang perbedaan antara kedunya, selain label yang lebih sehat dan harganya yang berkali-kali lipat.

Perbedaan Beras Organik dan Non Organik

Nah, bagi kalian yang ingin mencoba menggunakannya, sebaiknya kalian ketahui dulu nih apa saja perbedaan serta manfaatnya. Untuk menjawab rasa penasaranmu, yuk simak ulasannya berikut ini:

1. Beras Organik Tidak Menggunakan Pestisida

Perbedaan yang pertama, yaitu dari cara budidayanya. Mulai dari penanaman, perawatan, hingga pemanenan, beras organik tidak menggunakan bahan kimia sama sekali. Tak seperti beras non-organik, beras ini justru memanfaatkan bahan-bahan alami. Misalnya, proses pemberantasan hama dengan menggunakan pestisida alami yang terbuat dari daun dan buah.

Keduanya kemudian difermentasi secara alami, untuk dimanfaatkan sebagai pengusir hama. Sementara itu, beras non-organik, masih menggunakan pestisida berbahan kimia. Seperti piperonyl butoxide, malathion, dan carbaryl untuk membasmi gulma dan serangga. Untuk pupuk pun berbeda, beras organik tentu menggunakan pupuk organik seperti kompos yang ramah lingkungan.

2. Lebih Ramah Bagi Penderita Diabetes

Ciri-ciri beras organik berikutnya selain diolah dan dibudidayakan dengan bahan alami, beras yang satu ini juga memiliki segudang manfaat, loh. Di antaranya membuat tubuh terhindar dari kandungan zat kimia seperti urea yang biasanya terdapat pada pupuk kimia. Kandunganya menjadi lebih terjamin daripada beras biasa.

Selain itu, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai di dalam tubuh. Sehingga sangat aman dikonsumsi untuk penderita diabetes. Jenis beras hitam sering kali dimanfaatkan untuk pemulihan stroke, serta dipercaya ampuh untuk mengatasi gagal hinjal. Volumenya pun lebih banyak. Karena tidak memakai bahan pengawet dan pemutih, warna berasnya pun cenderung lebih kusam. Dengan manfaat tersebut, wajar saja banyak orang kini mulai beralih ke beras organik.

3. Mengandung Lebih Banyak Nutrisi

Mungkin sebagian dari kita masih ada yang penasaran, adakah manfaat lain selain yang telah disebutkan di atas? Jawabannya ada. Dengan beralih ke beras organik, akan membantu mengurangi kadar urea dalam darah, yang selama ini menumpuk karena mengonsumsi beras yang dipupuk dengan urea.

Bukan hanya itu, beras organik juga memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang tinggi, glukosa, karbohidrat, dan protein yang mudah terurai, sehingga aman sekali untuk dikonsumsi. Buat kamu yang sedang melakukan program diet, sangat disarankan memilih beras organik.

4. Harga Lebih Mahal daripada Beras Non-organik

Beras organik menawarkan manfaat yang beragam, tak heran kalau harganya dibanderol lebih mahal daripada biasanya. Belum lagi, proses pengolahan dan pengawetannya pun tidak mudah. Bisa dibilang lebih rumit daripada beras biasa.

Pembudidaya harus memastikan setiap padi tumbuh tanpa terkena serangga dan bahan kimia. Tidak sampai di situ, bahan pangan yang satu ini, juga harus melalui proses sertifikasi yang cukup rumit dan lagi-lagi harus mengeluarkan biaya yang besar. Semua itu, berimbas terhadap harga jualnya yang jauh lebih tinggi dari beras biasa.

Baca Juga: 6 Manfaat Mengurangi Nasi Putih untuk Kesehatan

Itulah sekian perbedaan antara beras organik dan non-organik. Meski manfaatnya sungguh luar biasa, jangan heran kalau teksturnya lebih padat dan rasaya pun lebih hambar. Jadi, kamu sudah tertarik untuk mencobanya? Untuk mendapatkannya mudah sekali, selain bisa melakukan pemesanan secara online, kamu juga bisa membelinya di mini market terdekat, loh. Semoga bermanfaat, ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.