Sellha Purba, Pasukan Oranye yang Mencuri Perhatian

Seruni.id – Kamu sudah mendengar nama Sellha Purba yang mendadak ramai dibicarakan? Wanita 21 tahun itu memilih menjadi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye sebagai profesinya. Dan saat ditanya mengenai alasan dan pengalamannya, ia pun membagikan kisahnya secara gamblang.

Image result for sellha purba

Sellha sudah tiga tahun bekerja sebagai anggota pasukan oranye. Selama ini, ia ditempatkan sebagai penyapu jalan. Anak kelima dari tujuh bersaudara itu setiap hari bekerja dari pukul 04.00 WIB-08.00 WIB, kemudian dilanjutkan kembali pukul 13.00 WIB-17.00 WIB.

“Pas awal-awal itu tertutup banget, pakai masker, pakai tutupan leher, pokoknya tertutup banget. Tapi sekarang enggak, sudah biasa,” kata Sellha.

Sellha Purba bercerita jika ia kerap menemukan uang di tengah tugasnya menyapu jalan. Uang itu kemudian ia ambil dan digunakan untuk mentraktir rekan-rekannya sesama anggota PPSU.

“Paling besar Rp 50 ribu. Uangnya saya ambil, terus dipakai beli kopi sama teman-teman yang lain,” ucap Sellha yang bergaji Rp 3,9 juta per bulan ini.

Ia juga pernah diberi ponsel oleh seorang juragan bakmi. Menurut Sellha, ponsel itu diberikan karena rasa kagum pria tersebut atas kerja Sellha. Bukan hanya memberi ponsel, pria tersebut juga menawarkan pekerjaan untuk Sellha. Namun, Sellha memilih tetap bekerja sebagai pasukan oranye.

Baca Juga: Kisah Ahmed Serhani Dijadikan Film, “Supir Bus Muslim Teramah di London”

Ketika SMA, Shellha pernah mengikuti ajang pencarian bakat. Ia menjalani pemotretan di salah satu studio di Cileungsi, Bogor. Namun, pekerjaan itu hanya ia lakoni selama satu pekan.

“Saya enggak betah, ternyata pas di sana itu kerjanya begitu, enggak benar, dunianya liar banget, habis itu saya enggak ke situ lagi,” ucap Sellha yang mengaku lebih tenang bekerja sebagai pasukan oranye.

“Di sini nyaman. Orang-orangnya juga asyik,” kata Sellha.

Sellha tidak menyangka foto-fotonya saat bekerja menjadi viral di dunia maya. Ia mengaku kaget dan tidak tahu bagaimana foto-foto itu bisa tersebar dan disuka banyak orang.

“Senang banget, enggak kepengin juga sih awalnya. Kan emang saya sudah lama upload foto-foto gitu di Facebook, cuma saya enggak tahu deh viralnya kenapa,” ungkapnya.

Menurutnya, sejak itu, pengikut akun Instagram miliknya pun bertambah pesat. Saat ini, ia sudah memiliki 2.000 pengikut di instagram. Namun, meski memiliki banyak pengikut, tidak semua netizen berlaku baik pada Sellha.

Ia mengaku ada saja komentar negatif yang ia terima sejak foto-fotonya viral di media sosial. Mereka menilai jika Sellha hanya mencari sensasi dengan membagikan foto kegiatannya saat bekerja.

“Ada, ada yang bilang saya cuma nyari sensasi, padahal saya sendiri pun sudah sering upload, biasa saja kok. Tapi ya saya enggak ambil hati,” tutur Sellha Purba.

Sejauh ini ia mengaku bangga dengan pekerjaannya. Dan tidak berpikir untuk pindah kerja. Meskipun pekerjaannya akan terasa lebih berat saat hujan turun, karena selain menyapu sampah yang ada di jalan, ia juga harus memastikan tidak ada sampah yang menyumbat saluran air.

Related image

“Kalau hujan pekerjaan saya seperti ini. Sering kecipratan air,” kata Sellha.

Ia juga mengaku kerap digoda oleh pria di tempat ia bertugas sebagai penyapu jalan. Namun, godaan itu tidak ia tanggapi serius. Ia hanya cuek dan tetap menjalankan kewajibannya.

“Ada aja cowok yang lewat gitu manggil-manggil, orang proyek gitu, pada manggil, Neng-neng gitu. Saya ya cuek aja. Kan saya kerja,” kata Sellha Purba.

Namun, di antara semua godaan yang pernah ia alami, Sellha mengaku ada yang membuatnya takut. Pria itu awalnya menawarkan tumpangan untuk Sellha yang baru berangkat kerja pagi hari. Tawarannya ia tolak, tapi pria itu bukan pergi menjauh, justru mengikuti Sellha.

“Ada yang mencurigakan, (dia) pakai mobil pick up gitu yang kacanya enggak kelihatan. Awalnya saya mengira dia mau belajar mobil. Eh, tiba-tiba dia berhenti di samping saya, pas saya jalan, dia ngikutin, dia nanya mau ke mana, saya mau ke taman ‘kan. Dia bilang, ayo ikut saya aja, gitu,” ucap Sellha Purba mengingat kejadian tersebut.

“Itu situasi masih pas subuh ya, saya pasti takut karena mencurigakan banget. Akhirnya saya jalan buru-buru, saya lari ke tempat parkiran taksi gitu, ke tempat ramai,” lanjut Sellha.

Sellha pun langsung mengadukan kejadian itu ke pengawasnya. Sejak itu, ia selalu didampingi satu rekannya dalam menjalankan tugas. Padahal sebelumnya, Sellha terbiasa dilepas sendiri.

“Langsung sama pengawas satu orang suruh temanin saya. Takut kejadian apa-apa. Tapi sekarang si sudah enggak,” kata Sellha.

Suka dan duka yang terjadi selama bekerja sebagai PPSU itu tidak membuatnya berhenti. Ia mengaku akan tetap bertahan menjadi pasukan oranye hingga tak ada lagi yang menggunakan jasanya.

“Enggak apa-apa (kerja PPSU), berhasil itu bukan harus kerja di tempat enak. Kalau kata saya, berhasil itu bagi saya bisa ngebanggain orang tua, saat dia mau apa, ya saya penuhin,” tutup Sellha.