Sisi Positif dan Negatif YouTube Terhadap Anak-anak

Sisi Positif dan Negatif YouTube Terhadap Anak-anak
akurat.co

Seruni.id – Tampaknya menonton video di YouTube, sudah menjadi kegemaran anak-anak masa kini. Tapi, sebagai orangtua, kita harus tahu nih sisi positif dan negatif YouTube terhadap anak. Jangan sampai kegemaran menononton YouTube ini menjadikan anak addicted alias candu terhadap tontonan yang disajikan.

Sisi Positif dan Negatif YouTube Terhadap Anak-anak
theconversation.com

Sebab, tontonan dari berbagai channel dengan konten anak-anak, maianan, kartun, dan sebagainya menjadi kegemaran yang akan membawa kecanduan berbahaya bagi anak-anak loh, Moms. Lantas, apa saja sih sisi positif dan negatif YouTube terhadap anak-anak? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Dampak Positif

  • Anak akan lebih melek teknologi sejak dini. Ia juga lebih eksploratif dengan lebih banyak masukan dan wawasan yang didapat dari hasil menonton YouTube.
  • Mereka juga lebih mengenal dunia atau hal-hal yang mungkin mereka tidak temui sehar-hari. Misalnya, seperti kebudayaan dari negara lain.
  • Dengan adanya film atau tontonan yang melibatkan situasi sosial, anak bejalar mengenai situasi sosial dan yang harus ia lakukan dalam situasi tersebut. Tentunya perlu ada peran orangtua atau orang dewasa yang menjelaskannya.
  • Anak lebih mudah mencerna informasi karena televisi merambah gaya belajar anak yang auditori, visual, pun kinestetik.
  • Dibandingkan menonton TV, YouTube tampaknya lebih menarik bagi anak. Sebab, di sana tersedia banyak kartun dan pembelajaran lainnya yang tidak ditemui di Televisi. Dan mereka pun bisa menyaksikannya secara berulang tanpa terhalang oleh iklan.

Dampak Negatif

  • Bahaya YouTube bagi anak yang pertama yakni dapat menganggu kesehatannya, apalagi jika terlalu lama dan dekat. Seperti merusak mata, menyebabkan postur tubuh anak tidak baik, karena menonton sambil tiduran atau bungkuk, anak memiliki kecenderungan mengalami obesitas, karena menonton sambil makan.
  • Seperti yang telah disinggung di atas, dampak anak sering nonton YouTube akan membuat mereka kecanduan. Jika terbiasa menonton YouTube setiap hari, anak bisa kecanduan dan tidak ingin melakukan apa-apa, karena YouTube merupakan salah satu media yang menarik baginya.
  • Menonton YouTube merupakan kegiatan pasif. Sehingga membuat anak kurang bergerak dan kurang berinteraksi.
  • YouTube tidak melatih kemampuan motorik serta sosial anak. YouTube memang akan memberikan pengetahuan mengenai situasi sosial, namun tidak dapat memberikan ‘pengalaman nyata’ bagi anak dalam bertindak atau berinteraksi.
  • Anak dapat kehilangan quality time dengan orangtua atau keluarga.

Cara Mengatasi Anak Kecanduan YouTube

Menonton boleh saja untuk sekadar hiburan, namun tidak disarankan untuk menjadi sebuah kebiasaan sehingga anak menjadi candu. Akan tetapi, kebiasaan tersebut masih bisa diatasi, kok. Bagaimana caranya? Yakni dengan menerapkan cara-cara berikut ini.

1. Aktifkan Fitur “Mode Terbatas” atau “Resticted Mode Fitering” di YouTube

Pada aplikasi YouTube terdapat fitur “Mode Terbatas” atau “Redicted Mode Fitering”. Adapun fungsi dari fitur tersebut adalah untuk menyembunyikan konten video yang tidak pantas ditonton oleh anak.

2. Membuat Plyalist yang Cocok untuk Usia Anak

Sebaiknya buatlah playlist tontonan yang sesuai dengan usianya. Seperti video tentang metode pembelajaran ataupun video tentang kartun yang dapat mengembangkan pengetahuannya.

3. Subscribe Beberapa YouTuber yang Memprioritaskan Anak-anak Sebagai Penontonnya

Dengan cara yang berikut ini, nantinya beranda YouTube hanya dipenuhi dengan konten anak-anak saja. Seperti animasi kartun maupun YouTuber dengan konten yang memang diperntukan untuk anak-anak.

4. Biarkan Anak Melakukan Kegiatan Sesuai Minatnya

Selain cara di atas, untuk mencegah agar anak tidak kecanduan menonton YouTube adalah dengan memberikan ia kegiatan atau permainan yang memang menjadi minatnya. Misalnya permainan lego, menggambar, bermain alat musik, bermain board game, atau membaca buku. Anak juga bisa melakukan play-date alias bermain bersama teman-temannya. Selain itu, ikutkan anak pada kegaitan yang edukatif, yang melatih motorik, kognitif, serta kemampuan sosialnya. Dengan begitu, anak akan teralihkan sehingga kebiasaan mennton YouTube jadi berkurang.

5. Kurangi Penggunaan Handphone pada Anak Usia Kurang dari 12 Tahun

Cara yang terakhir ini, cukup ampuh untuk mengurangi intensitas anak dalam menonton video melalui YouTube. Pastikan kamu tidak memberikan handphone pada anak kurang dari usia 12 tahun, ya. Apalagi tanpa pengawasan dari orangtua. Meski zaman sekarang hampir semua orangtua memberikan anak mereka handphone, namun alangkah lebih baiknya untuk tidak memberikan. Sebab, mereka masih terlalu dini untuk mengenal apa fungsi dari aplikasi itu sendiri. Sebagai gantinya, orangtua bisa membebaskan anak bermain temannya, namun tetap harus ada pengawasan orang dewasa.

Baca Juga: 6 Tanda Kamu Sudah Ketergantungan dengan Smartphone

Semoga dengan adanya penjelasan ini, orangtua bisa lebih bijak lagi terhadap anak, terutama dalam hal menonton YouTube.