Tinggal di Lingkungan Bising, Menyebabkan 6 Risiko Penyakit Ini!

hellosehat.com

Seruni.id – Masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan indentik dengan daerahnya yang sejuk, asri, dan jauh dari kata bising. Beda dengan masyarakat perkotaan, yang setiap harinya dipenuhi dengan kebisingan yang berasal dari jalanan, seperti klakson, proyek pembangunan gedung, dan lainnya.

Meski terkesan sepele, hal tersebut ternyata dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruham. Belum banyak orang menetahui, tinggal di lingkungan bising dapat menyebabkan masalah kesehatan berikut ini:

Gangguan Tidur

Tinggal di lingkungan bising bisa menyebabkan munculnya gangguan tidur. Istirahat tentu membutuhkan suasana yang tenang, bukan? Jika kamu mengalami kurang tidur atau malah insomnia, maka dapat terjadi gangguan sistem endokrin. Juga gangguan kesehatan kardiovaskular dan stres.

Tekanan Darah Tinggi

Darah tinggi bukan hanya disebabkan karena tingginya asupan garam dalam tubuh. Namun, hipertensi juga bisa terjadi dikarenakan lingkungan yang bising. Beberapa studi menunjukkan bahwa tekanan darah orang yang tinggal di lingkungan bising lebih tinggi dibandingkan tekanan darah orang yang tidak tinggal di daerah bising.

Gangguan Jantung

Ternyata tinggal di lingkungan bising dapat juga memunculkan masalah gangguan pada jantung. Seperti hipertensi arterial, jantung koroner, serta jantung iskemik akibat tinggal di lingkungan yang berisik.

Baca Juga: Benarkah Keringat yang Berlebihan pada Telapak Tangan Tanda Lemah Jantung?

Perkembangan Anak yang Tidak Baik

Menurut sebuah studi, janin sudah bisa menerima suara dan memberi respon. Hormon ibu berperan besar dalam perkembangan janin dan menjadi indikator dalam produksi protein. Suara bising cenderung memengaruhi produksi hormon pada ibu sehingga membuat perkembangan anak menjadi tak normal.

Masalah Kejiwaan

Seseorang akan cenderung mudah gelisah, argumentatif, kecemasan, dan mudah emosi jika ada dalam lingkungan berisik.

Masalah Endokrin

Produksi adrenalin serta hormon nonadrenalin dalam tubuh cenderung lebih tinggi untuk orang yang setiap hari ada di lingkungan bising. Itu memicu naiknya kortisol, menyebabkan retensi cairan, stres, kelelahan, turunnya sistem kekebalan tubuh, gagal jantung, juga stroke.

Sering kali suara bising masuk ke dalam rumah melalui pintu dan jendela. Memasang lapisan kaca kedua pada jendela (kaca rangkap) dapat mengurangi suara bising. Bahkan menambahkan selapis tipis busa pada rangka pintu dapat memastikan pintu kamu tertutup rapat.

Barangkali membangun sebuah beranda dan memasang pintu kedua akan melindungi tempat tinggal kamu dari kebisingan lalu lintas yang mengganggu. Semoga bermanfaat.


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/seruniid/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.