Wanita Amerika Menjadi Muslim Setelah Bersyahadat di Dalam Bus

ilustrasi gambar

Seruni.id – Beragam kejadian unik seringkali menjadi salah satu pintu hidayah untuk seseorang. Seperti kejadian unik yang dialami oleh seorang mualaf bernama Halimah David. Pertamakali dirinya mengenal Islam justru ketika ia berada di dalam bus.

ilustrasi gambar

Tidak Memahami Ajaran pada Agamanya

Sebelum mengenal Islam, Halimah dibesarkan dalam keluarga yang cukup religius. Orangtunya pun sangat ketat dalam urusan mendidik Halimah dalam hal agama. Semasa ia duduk di bangku Sekolah Dasar, Halimah sering membaca kitab suci agamanya. Sekilas, dia melihat adanya pertentangan di dalamnya. Menginjak usia 12 tahun, ia merasa tidak memahami ajaran yang ada pada agamanya.

Namun saat itu dia bingung, entah apa yang seharusnya dilakukan. Dia terus mencari dan mencari siapa Tuhan yang sebenarnya. Dia kerap berdoa agar mendapatkan jawaban atas keraguannya. Pikirannya pun dipenuhi dengan segudang pertanyaan, mulai dari ‘kenapa manusia dicipatakan di dunia, dan apa tujuannya’. Dia pun sempat berpikir, jika dunia bisa diciptakan sebesar dan seluas ini, maka ada sesuatu yang lebih besar yang menciptakannya, tapi siapa dia.

Memasuki usia 19 tahun adalah masa-masa kritis bagi Halimah dalam proses pencariannya terhadap agama dan Tuhan. Banyak usaha yang telah dia lakukan, mulai dari perjalanan ke berbagai tempat di dunia untuk melihat aneka budaya demi pencariannya. Bahkan, dia mempelajari banyak ajaran agama dan budaya dunia. Dia juga sempat mengamati Islam melalui literatur yang ada. Namun sayangnya, pada saat itu dia belum tertarik untuk mempelajari lebih dalam.

Dia hanya tahu, bahwa umat Islam menyebut Tuhan dengan sebutan Allah dan mengakui Muhammad sebagai Nabi mereka, kemudian mereka beribadah dengan melakukan salat lima kali sehari, itu saja. Selebihnya dia tidak mengetahuinya. Halimah sempat heran ketika tahu umat muslim beribadah lima kali sehari, dia pun bertanya-tanya dalam hatinya ‘kapan bisa bekerja atau kuliah jika harus beribadah lima kali setiap hari’.

Waktu pun berlalu, Halimah memutuskan untuk kembali ke Amerika. Saat itu usianya telah menginjak 21 tahun, tapi dia masih juga belum merasa puas dengan berbagai agama yang telah dipelajarinnya. Kehidupannya pun berjalan hingga dia memutuskan untuk kuliah dan diterima di jurusan kedokteran Universitas Colorado. Menjadi dokter adalah cita-citanya sejak lama. Saat berangkat ke Colorado, Halimah naik bus umum Greyhound.

Bertemu Seorang Muslim di Dalam Bus

Perjalanan akan begitu panjang dan membosankan. Tapi untungnya, sepanjang perjalanan ia punya teman untuk berbincang. Dia adalah seorang pemuda yang duduk persis di belakangnya. Ternyata, dia juga hendak ke Colorado untuk meneruskan kuliah. Namanya adalah Ibrahim, dia berasal dari Afrika, dan tujuannya ke Colorado sama dengan Halimah, untuk melanjtkan studynya di jurusan teknik. Mereka pun kian akrab dan berbincang ke sana ke mari demi menghilangkan rasa jenuh di perjalanan.

Halimah tertarik untuk berbincang banyak dengan pria tersebut. Apalagi, ketika Ibrahim menyebut dirinya adalah seorang muslim. Ini momen yang menjadi kesempatan Halimah untuk menanyakan apa itu Islam. “Ibrahim bercerita orang Islam percaya hanya satu Tuhan yaitu Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Dia juga bercerita bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir dan tidak ada lagi Nabi yang diturunkan setelahnya. Aku semakin tertarik,” imbuh Halimah.

Halimah pun menyimpulkan, bahwa ajaran Nabi Musa telah disempurnakan oleh ajaran Nabi Isa. Dan ajaran Nabi Isa telah disempurnakan oleh Islam yang dibawa Nabi Muhammad. Ketika itu, ia seolah melihat secercah cahaya tentang kebenaran dalam Islam. Kemudian, Ibrahim memberikannya sebuah buku kecil yang berisi kumpulan dzikir dan doa yang kerap dibaca kaum muslim.

Beberapa potongan ayat di dalam buku kecil itu ternyata mampu menggerakan hati Halimah. Setelah membaca beberapa saat, mata dan hatinya seakan telah dibuka lebar-lebar untuk menerima cahaya Islam. Ia menoleh ke arah Ibrahim, dan bertanya bagaimana caranya menjadi orang Islam. Ibrahim menjawab, Halimah harus mengucap dua kalimat syahadat yang isinya mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Halimah langsung bersyahadat saat itu juga. Ya, di dalam bus. Setelah berbincang-bincang hanya sekitar 15 menit dengan Ibrahim.

“Subhanallah! Setelah berbincang-bincang hanya sekitar lima belas menit dengan Ibrahim, aku menjadi seorang muslim,” ujar Halimah mengenang proses keislamannya pada akhir 2001 silam.

Dengan serta merta Halimah kemudian membatalkan perjalanannya ke Colorado. Dia tidak meneruskan kuliah kedokteran namun memutuskan untuk menghabiskan waktu mempelajari agama yang baru dikenalnya itu. Lalu Halimah pun pindah ke Utah. Di sana dia menemui banyak muslim dan mereka sangat gembira serta menyambut Halimah dengan meriah.

Berikan Dukungan Kepada Kami Dengan Memberikan Rating

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.