5 Kesalahan Memakai Kawat Gigi yang Sering Dilakukan

5 Kesalahan Memakai Kawat Gigi yang Sering Dilakukan
health.kompas.com

Seruni.id – Dampak positif memakai behel alias kawat gigi dapat membantu memperbaiki sususan gigi yang berantakan. Namun, banyak orang yang melakukan sejumlah kesalahan memakai kawat gigi. Kesalahan tersebut jika dibiarkan lambat laun akan merusak kawat itu sendiri.

5 Kesalahan Memakai Kawat Gigi yang Sering Dilakukan
waspada.co.id

Selain itu, kesalahan lainnya dapat memperlambat perawatannya, loh. Alhasil, penggunaannya menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, yuk simak dulu apa saja kesalahan yang sering dilakukan saat memakai behel.

1. Tidak Memasang pada Ahlinya

Tak sedikit orang yang memasang kawat gigi tidak pada ahlinya. Dokter gigi yang ahli memasang behel adalah dokter gigi spesialis ortodonti. Dokter gigi spesialis ortodonti adalah bidang kedokteran gigi yang mempelajari tentang estetika, posisi gigi, rahang, dan wajah. Memasang kawat di tukang gigi tidak dianjurkan karena dapat membahayakan gigi dan mulut.

2. Mengunyah Permen Karet

Kesalahan memakai kawat gigi berikutnya yaitu sering mengunyah permen karet dan mengonsumsi makanan yang bersifat lengket. Hal ini tidak boleh sering dilakukan, karena hanya akan merusak kawat gigi. “Permen karet dapat menyebabkan kerusakan pada behel karena lengket,” kata dokter spesialis ortodontis M. Fahrul Rozi dalam webinar Kalbe, beberapa waktu lalu.

3. Menggigit Makanan Keras

Selain permen karet dan makanan bersifat lengket, mengigit makanan terlalu keras juga bisa membuat alat terlepas dari gigi, loh. Dengan begitu, kawat gigi tidak lagi dapat bekerja secara optimal. Agar kawat gigi tetap awet, maka hindarilah mengonsumsi makanan yang keras. Atau sebagai solusinya kamu bisa menghancurkan makanan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam mulut.

“Semuanya bisa dimakan, tapi cara makannya harus diperhatikan. Kalau keras, dipecah dulu, dibagi menjadi dua atau tiga. Jangan langsung digigit,” kata Fahrul.

4. Malas Menyikat Gigi

Kesalahan memakai kawat gigi selanjutnya, yakni tidak menyikat gigi secara teratur. Dalam keadaan tidak memakai kawat gigi saja, malas menyikat gigi bisa membuat gigi berlubang. Sama halnya dengan saat memakai kawat gigi maka akan memicu munculnya plak gigi. Plak gigi akan menyebabkan terjadinya radang gusi.

Selain itu, terjadinya lubang gigi kecil pada daerah kawat gigi dan gigi bisa berlubang. Untuk itu, lakukanlah sikat gigi minimal dua kali dalam sehari, pada waktu pagi dan malam hari. Paling penting pada malam hari karena sisa makanan akan berubah menjadi bakteri yang menyebabkan gigi berlubang. Selain menggosok gigi, bila perlu menggunakan obat kumur untuk meminimalisir petumbuhan bakteri.

5. Malas Melakukan Kontrol ke Dokter Gigi

Pemakaian kawat gigi biasanya butuh waktu dua hinga tiga tahun untuk memperbaiki struktur gigi. Namun, bisa lebih cepat atau lama itu tergantung masalah gigi yang kamu hadapi. Namun, banyak kasus yang ditemukan bahwa pemakaian kawat gigi bisa lama karena malas melakukan kontrol atau pemeriksaan. Bagaimana pun kondisi gigi kita, ahlinya akan lebih mengetahui. Jika ingin kesehatan gigi tetap terjaga, sebaiknya lakukanlah kontrol, agar kamu tahu sampai mana proses yang sudah kamu lalui. Serta apakah ada masalah terhadap kawat gigi ataupun lainnya.

Baca Juga: 5 Dampak Akibat Perawatan Kawat Gigi yang Buruk

Itulah beberapa informasi dari manfaat dan kesalahan memakai kawat gigi yang sering dilakukan oleh banyak orang. Jadi, sebaiknya tetap mengikuti instruksi dari dokter dan menyikat gigi dua kali dalam sehari agar tidak menimbulkan masalah lain. Semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.