Berhijab dan Kerap Dibully, Tak Menghentikan Langkahnya untuk Bermain Golf

idntimes.com

Seruni.id – Tidak semua wanita berhijab berkesempatan untuk menjalani profesi yang diidamkannya. Khususnya di negara minoritas Muslim seperti Amerika Serikat. Hijab masih menjadi isu yang sensitif. Mereka harus bejuang demi membuktikan bahwa hijab bukanlah simbol penindasan apalagi terorisme.

Hasil gambar untuk American hijab golfers
gvwire.com

Maka, tak heran, jika sejumlah Muslimah berhijab menjadi viral ketika membuktikan potensinya. Sebut saja Ibtihaj Muhammad, altel anggar berhijab Amerika pertama dan Ilhan Omar yang terpilih menjadi anggota Kongres berhijab pertama di AS.

Selain nama-nama populer tersebut, ada beberapa hijabers yang hingga kini masih memperjuangkan kariernya di bidang olahraga. Salah satunya adalah Noor Ahmed, Muslimah berhijab pemain golf di Amerika. Ahmed jatuh cinta pada permainan golf sejak usianya delapan tahun. Namun, pemain golf berhijab masih sangat jarang. Jangankan di Amerika, di Indonesia saja pemain golf berhijab tak terlalu terdengar.

Didukung oleh ayahnya, Noor Ahmed mengikuti pertandingan golf di usia remaja. Ia menjadi kontestan berhijab pertama pada turnamen American Junior Golf Association di Las Vegas. Aksinya pun mencuri perhatian. Pertandingan tersebut mengantarkan Ahmed untuk memperoleh beasiswa di University of Nebrashka, di Lincoln, Amerika. Ia mendapat pelatihan golf dan bergabung dalam tim golf Nebrashka.

Wanita berusia 18 tahun itu pun mulai sering terlihat dalam berbagai turnamen golf. Sosoknya semakin menjadi perhatian. Tak jarang, muncul pertanyaan tentang hijabnya.

“Ada yang bilang bahwa muslimah (berhijab) sepertiku tidak seharusnya bermain golf, kita tidak punya hak untuk tinggal di Amerika, aku harus pulang. Semua perkataan itu sempat menggangguku, tapi tidak menghentikanku,” ungkap Ahmed dilansir dari Golf Channel.

Meski kerap di-bully, tak menghentikan langkahnya untuk terus berjuang. Ia bertekad untuk membuktikan bahwa mereka salah. Ia siap untuk berjuang lebih keras lagi. Pelatih tim golf Nerabskha juga kerap memuji Ahmed di media. Dilansir dari Omaha, pelatih bernama Krapfl mengagumi kegigihan Ahmed.

“Aku pikir dia menghadapi semuanya dengan hebat. Aku tahu dengan pasti ada beberapa situasi orang-orang melihatnya dan mengkhawatirkan busana yang dia pakai. Tapi, aku pikir, tim kami dan para pelatih bisa menjadi support system baginya,” tutur Krapfl dilansir dari Omaha.

Ahmed bermimpi suatu hari nanti, ia bisa menjadi pelatih dan berbagi ilmu. Ia ingin memberikan sumbangsih kepada dunia golf yang selama ini mendukungnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.