Cegah Flu Babi dengan Cara-cara Ini

newsmobile.in

Seruni.id – Flu babi atau yang juga dikenal dengan influenza H1N1 2009 tipe A, adalah penyakit infeksi pernapasan yang terjadi pada manusia, disebut demikian karena virusnya menyerupai virus yang terjadi pada babi. Namun, kondisi ini cukup berbeda dengan flu yang sesungguhnya terjadi pada hewan tersebut. Karena telah berevolusi, sehingga dapat menular dari satu orang ke orang lainnya, meskipun tidak memiliki kontak apa pun dengan babi.

Related image
agriculturewire.com

Gejala flu babi pada manusia sama dengan flu lainnya, yakni:

  • Demam mendadak (tidak selalu), biasanya di atas 38 derajat Celcius.
  • Batuk (biasanya kering).
  • Radang tenggorokan.
  • Hidung beringus atau tersumbat.
  • Mata berair dan merah.
  • Nyeri pada tubuh.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Diare.
  • Mual dan muntah.

Biasanya, orang yang menderita influenza pandemik memiliki penyakit ringan, dan pulih tanpa perawatan. Namun, pada beberapa situasi, gejala dapat memburuk dan memiliki banyak komplikasi, seperti:

  • Sesak napas.
  • Pneumonia.
  • Perubahan status mental (dari perubahan perilaku hingga linglung, kejang).
  • Hingga kematian.

Virus flu babi adalah gabungan dari gen virus flu yang biasanya menyebabkan influenza pada babi, burung, dan manusia. Flu ini mudah menular, dan dapat menyebar dengan cepat melalui batuk, bersin, atau hanya sekadar bicara dengan orang yang mengalami influenza. Kadang, orang dapat terinfeksi penyakit ini hanya dengan menyentuh benda yang terdapat virus flu, kemudian menyentuh mulut atau hidung.

Ada beberapa kelompok tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi influenza, antara lain:

  • Wanita hamil.
  • Bayi dan anak-anak kecil di bawah 2 tahun.
  • Orang yang menderita kondisi kesehatan kronis (seperti asma atau penyakit paru-paru, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, masalah hati atau kondisi neurologis).
  • Orang dengan kekurangan imun yang parah, seperti infeksi HIV.
  • Orang berusia 65 ke atas jarang terinfeksi influenza. Namun, jika terkena, maka mereka berisiko tinggi mengalami komplikasi serius.

Baca Juga: 7 Makanan ini bisa Membantu Mencegah Katarak

Dan kelompok yang memiliki risiko tinggi termasuk:

  • Orang-orang di panti jompo atau perawatan jangka panjang lainnya.
  • Anak-anak di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun.
  • Lansia di atas 65 tahun.
  • Wanita hamil, terutama 2 minggu sebelum persalinan.
  • Orang yang di bawah 18 tahun tidak boleh menggunakan aspirin karena risiko Reye’s syndrome.
  • Orang yang sangat obesitas, dengan indeks massa tubuh di atas 40.
  • Orang yang menderita kondisi kesehatan kronis (seperti asma atau penyakit paru, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, masalah hati, atau kondisi neurologis).
  • Orang dengan HIV atau masalah defisiensi imun lainnya.

Kalau kamu tidak termasuk ke dalam kelompok di atas, maka kamu bisa merawat diri di rumah dengan mencoba pengobatan sendiri, seperti:

  • Minum cairan sebanyak mungkin.
  • Istirahat selama masih merasa lelah.
  • Tidur dengan cukup.
  • Jangan pergi ke tempat kerja, sekolah, lokasi yang ramai, pun perkumpulan sosial lainnya, setidaknya 24 jam setelah demam hilang untuk mencegah penularan.

Cara terbaik untuk mencegah flu babi adalah vaksinasi. Kamu bisa mendapatkannya dalam bentuk suntikan atau spray hidung. Namun, spray hidung hanya direkomendasikan untuk orang sehat dengan usia 2 hingga 49 tahun, dan tidak sedang hamil.

Sementara The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan vaksinasi flu untuk orang-orang di atas usia 6 bulan. Suntikan flu juga melindungi dari 2-3 virus influenza yang biasa terjadi saat musim flu. Selain vaksinasi, ada juga beberapa tips yang harus kamu terapkan agar senantiasa sehatm serta mengurangi risiko terkena flu:

Related image
coyleinstitute.com
  • Pastikan tangan senantiasa bersih.
  • Tutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin.
  • Bersihkan permukaan yang sering disentuh banyak orang dengan rutin.
  • Miliki pola makan yang seimbang, berolahraga rutin, dan istirahat yang cukup.

Semoga kita terhindar dari segala jenis flu dan penyakit lainnya, ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.