7 Ciri-ciri Lailatul Qadar, Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

7 Ciri-ciri Lailatul Qadar, Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
portaljember.pikiran-rakyat.com

Seruni.id – Lailatul qadar adalah malam yang penuh keistimewaan di bulan Ramadhan. Malam yang disebut lebih baik daripada seribu bulan itu, selalu dinanti-nantikan oleh umat Muslim. Tak heran jika banyak umat Muslim yang berusaha untuk meningkatkan kualitas beribadahnya, terlebih ketika memasuki sepertiga bulan terakhir di bulan Ramadhan.

7 Ciri-ciri Lailatul Qadar, Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
portalsulut.pikiran-rakyat.com

Mulai dari rajin mendengarkan kajian, memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, memperpanjang waktu salat tahajud, dan ibadah lainnya. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk bisa meraih keutamaan lailatul qadar, yaitu malam di mana diturunkannya Al-Qur’an. Malam tersebut memiliki keistimewaan yang luar biasa. Satu malam pada lailatul qadar nilainya lebih baik dari seribu bulan, sekitar lebih dari 83 tahun. Bahkan di malam ini juga saat di mana takdir kita selama 1 tahun berikutnya akan ditentukan.

Namun, Allah SWT merahasiakan kapan waktu yang pasti lailatul qadar akan datang. Maka dari itu, Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mencarinya di 10 malam terkahir di bulan Ramadhan. Meski kita tidak tahu kapan waktu tersebut datang, tapi kita bisa melihat ciri-cirinya sebagai berikut:

 

1. Udara dan Angin Terasa Lebih Tenang

Ciri-ciri malam lailatul qadar yang pertama, ditandai dengan udara dan angin yang terasa lebih tenang dari biasanya. Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan,” bunyi hadis tersebut.

Selain itu, ada pula hais lain dari Ibnu Abbas yang juga mengungkapkan hal serupa dengan bunyi yang berbeda:

“Malam lailatul qadar adalah malam yang sejuk, tidak panas dan tidak dingin. Di pagi harinya, cahaya mentarinya lembut dan berwarna merah,” bunyi hadis tersebut.

 

2. Terasa Sangat Nikmat Melakukan Ibadah

Setiap dari kita, pastinya akan berlomba-lomba untuk memperoleh keutamaan di malam lailatul qadar. Berbagai macam ibadah mulai ditingkatkan, mulai dari masuknya waktu magrib hingga subuh. Menurut para ulama, salah satu cirinya adalah adanya perasaan nikmat dan tenang saat melakukan ibadah.

Di malam tersebut, hati akan terasa khidmat ketika beribadah. Namun, tidak semua orang dapat merasakan tanda-tanda ini. Sebab, bisa juga terjadi pada orang-orang yang selalu menghidupkan malamnya dengan ibadah selalu merasakan ketenangan dan kenikmatan di hati.

 

3. Keadaan Alam Menjadi Lebih Tenang

Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini begitu istimewa. Di malam tersebut, malaikat Jibril beserta seluruh malaikat turun ke bumi untuk mendoakan orang-orang mukmin yang berdoa dan berdzikir memohon kepada Rabb semesta alam. Hal tersebut menjadikan bumi menjadi padat dan sesak.

Dalam sebuah tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat, ia mengumpamakan sebuah wadah yang diisi dengan dua kelerng. Jika wadah tersebut digerakan, maka kelerang akan dengan bebas bergerak. Namun, jika wadah tersebut terisi penuh oleh kelereng, maka kelereng tidak akan mudah bergeser. Seperti itulah perumpamaan malam lailatur qadar. Saking padatnya bumi, karena dipenuhi malaikat, alam menjadi lebih tenang dan tidak banyak bergerak.

 

4. Di Malam Hari Langit Tampak Bersih

Di malam lailatul qadar, langit akan tampak bersih. Tidak terlihat awan sedikit pun, suasana sangat tenang, tidak dingin, dan panas. Hal tersebut berdasarkan pada dalil hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahamd. Dalam Mu’jam at-Thabari al-Kabir disebuktan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Malam lailatul wadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak tampak, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.” hadis riwayat Ahmad.

 

5. Bulan Terlihat Berukuran Separuh Nampan

Beberapa ulama berpendapat, bahwa ciri-ciri lailatul qadar bisa dilihat dari bentuk bulan pada malam tersebut. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah. Saat itu, Abu Hurairah ra berkata:

“Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah SAW. Beliau berkata, ‘Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.'” (HR. Muslim)

 

6. Didatangkan Mimpi kepada Orang-orang Mukmin

Ciri datangnya malam lailatul qadar berikutnya, juga pernah diceritakan dalam sebuah riwayat, di mana ciri tersebut didatangkan melalui sebuah mimpi. Sahabat Ibnu Umar ra bercerita, bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi diperlihatkan lailatul qadar dalam mimpi oleh Allah SWT, bertepatan pada tujuh malam terakhir Ramadhan. Kemudian, Rasulullah SAW berkata:

“Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang lailatul qadar) terjadi pada tujuh malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya, maka carilah pada tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim)

 

7. Ditandai dengan Hujan atau Gerimis

Menurut beberapa ulama, malam tersebut bisa ditandai dengan hujan atau gerimis. Pendapat ini merujuk pada peristiwa di mana Rasulullah SAW diberikan mimpi untuk ditampakkan kapan malam tersebut datang. Di zaman Nabi, masjid masih beralaskan tanah, tiang-tiangnya pun masih dari pepelah kurma, begitupun dengan atapnya yang ditutupi dengan daun kurma. Sehingga jika germis atau hujan, maka di dalam masjid akan terlihat.

Saat Rasulullah SAW. dihadirkan mimpi tentang kapan hadirnya lailatul qadar, lalu terbangun dari mimpinya, Allah sengaja buat Rasulullah SAW lupa dari mimpi tersebut. Namun yang teringat adalah ada bekas lumpur pada dahi Rasulullah SAW. Hingga pada suatu saat ketika Rasulullah selesai salat, beliau menengokkan kepalanya untuk salam, terlihat lumpur di dahinya.

Para sahabat melihat itu dan menganggap bahwa semalamnya adalah lailatul qadar. Berdasarkan kisah inilah para ulama berpendapat, di antara ciri-cirinya ialah datangnya hujan atau gerimis di malam harinya. Namun, para ulama juga berpendapat bahwa ciri-ciri tersebut tidak bisa dijadikan acuan. Sebab, bisa jadi di malam tersebut langit terlihat cerah.

Baca Juga:

Walaupun banyak riwayat yang menerangkan tentang ciri-ciri malam lailatul qadar, tapi para ulama berpendapat, bahwa lebih baik fokus untuk meningkatkan ibadah di sepajang 10 malam terakhir. Sebab, kita tidak pernah tahu kapan waktu tersebut datang. Sekalipun sudah ada beberapa riwayat yang memberikan tandanya. Semoga kita menjadi salah satu hambat yang dapat memperoleh malam lailatul qadar.