Ketika Anak Tidak Mau Sekolah, Ini Cara Tepat Mengatasinya

Ketika Anak Tidak Mau Sekolah, Ini Cara Tepat Mengatasinya
orami.parenting.com

Seruni.id – Anak tidak mau sekolah menjadi salah satu masalah yang sering dialami oleh orangtua. Tak mengherankan jika pada akhirnya timbul pertanyaan, bagaimanya caranya agar ia mau sekolah lagi?

074754800_1535614858-Anak-Tidak-Mau-Sekolah-Kira-Kira-Apa-Sebabnya-By-Chairoij-Shutterstock_waifu2x_photo_noise2_scale_tta_1
klikdokter.com

Yang harus orangtua lakukan sebenarnya adalah menggali lebih dalam alasan sebenarnya di balik sikap tersebut. Dengan begitu, Anda bisa dengan mudah mencari solusi untuk mengatasinya.

Kasus seperti ini umumnya terjadi pada anak usia dini, terutama di tengkat TK-SD. Namun, tidak menutup kemungkinan remaja juga mengalami hal serupa. Jika ini terjadi, cobalah lakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Cari Tahu Sumber Ketakutannya

Ketika anak tidak mau sekolah, biasanya disebabkan karena ada hal yang ia takuti. Sumber ketakutan itulah yang semestinya Anda cari tahu. Namun tentunya, cara ini tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, kebanyakan anak akan menyembunyikan apa yang mereka rasakan. Yang perlu dilakukan oleh orangtua adalah dengan mengajaknya ngobrol santai. Cobalah ajak mereka berkomunikasi dari hati ke hati. Lakukan secara perlahan dan pastikan atmosfir di sekitarnya tersanya nyaman dan aman.

2. Ajak Mereka untuk Menikmati Kegiatan Sekolah

Kebanyakan anak tentu menyukai sebuah permainan. Nah, dari permainan ini, bisa menjadi jusur Anda untuk membujuknya agar tidak malas bersekolah. Cari tahu kegiatan apa yang ia senangi di sekolah. Jika anak menyukai sepak bola, Anda bisa mengarahkannya untuk mengikuti klub futsal. Dengan adanya kegiatan tersebut, waktu di sekolah tentu akan menjadi lebih menyenangkan untuknya. Tidak hanya mengembangkan minat anak pada kegiatan tersebut, ia juga akan semakin memperluas pertemanannya.

3. Bersikap Tegas

Jika rasa malas menjadi faktor utama anak mogok sekolah, maka jangan biarkan hal ini berlanjut. Sebagai orangtua, Anda harus bersikap tegas pada mereka. Namun tegas yang dimaksud bukanlah yang terkesan galak, atau bahkan memakai kekerasan. Tunjukkan sikap tegas Anda dengan menerapkan aturan bahwa ia hanya bileh tidak masuk sekolah ketika sedang sakit, atau memang ada urusan yang mendesak saja. Jika suatu ketika ia minta libur sekolah karena sakit, ajaklah anak untuk mendatangi dokter dan minta ia beristirahat di rumah. Jangan lupa jauhkan mereka dengan gadget, jangan sampai ia menggunakan alasan sakit hanya agar ia bisa bolos sekolah.

4. Bertanya Pada Gurunya

Ketika anak tidak mau sekolah, dan tidak pula mengungkapkan apa alasannya, cobalah tanyakan kepada gurunya. Cara ini cukup efektif untuk mencari tahu sumber ketakutan anak. Beberapa anak mungkin malu mengutarakan perasaan yang sesungguhnya, atau bahkan bisa jadi ada hal yang mengancam dirinya jika ia berkata jujur. Maka dari itu, Anda perlu berbicara dengan guru atau konselor sekolah, terutama jika masalahnya ternyata adalah bullying. Begitu menemukan sumber masalahnya, Anda bisa meminta bantuan guru di sekolah untuk memberikan perhatian ekstra kepadanya. Karena pada beberapa kasus, sebagian anak lebih nyaman untuk bercerita kepada konselor dibanding orangtuanya sendiri.

5. Minta Bnatuan Psikiater

Jika anak tetap tiak mau sekolah, dan menunjukkan sikap putus asa, sehingga ia tiak bisa berhenti menangis, atau bahkan menunjukkan tanda-tanda kecemasan seperti mimpi buru atau takut ditinggal sendirian. Sebaiknya, sesegera mungkin ajak anak menemui psikiater. Pada masalah ini, tentunya lebih tahu apa sosuli yang dibutuhkan. Karena jika tidak segera ditangani dengan baik, kecemasan yang dialami anak justru akan semakin parah.

Baca Juga: 13 Contoh Surat Izin Sekolah untuk Berbagai Keperluan

Sebagai orangtua, Anda harus bijak dalam menghadapi kasus anak tidak mau sekolah. Alih-alih menghardik anak karena sikapnya, bukankah lebih baik untuk mencari tahu alasan di baliknya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.