MasyaAllah, Masyarakat di Magetan Memberhentikan Aktivitasnya Ketika Adzan Berkumandang

kompas.com

Seruni.id – Adzan merupakan panggilan untuk memberitahukan waktu salat fardhu telah tiba. Maka, hendaknya kita memberhentikan segala ativitas, untuk segera melaksanakan salat. Tapi sayangnya, banyak yang tidak menghiraukannya. Namun, tidak dengan masyarakat di Desa Temboro, Magetan, Jawa Timur.

google.com

Pasalnya, hampir semua masyarakat di sana memberhentikan segala aktivitas mereka ketika adzan berkumandang, dan kemudian bergegas pergi ke masjid ataupun surau untuk beribadah. Tak hanya itu, mereka yang berjualan pun akan menutup tokonya untuk sementara waktu, dan akan dibuka kembali ketika selesai melaksanakan salat.

Desa yang terletak di Kecamatan Karas ini juga memiliki julukan ‘Kampug Madinah’, julukan tersebut muncul karena pakaian yang digunakan oleh penduduknya seperti pakaian masyarakat Arab. Pria menggunakan busana jubah dan penutup kepala, sementara perempuan menutup seluruh tubuhnya dengan pakaian syar’i dan sebagain besar menggunakan burka.

Gaya berpakaian tersebut telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari warga di sana. Karena mayoritas berbusana Muslim, maka tak sulit menemukan pedagang pakaian ataupun aksesoris busana Muslim. Baik baju pria, wanita, anak maupun dewasa, termasuk cadar untuk wanita.

Keberadaan Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, menjadi salah satu sebab yang membawa perubahan besar, terutama kebiasaan warganya untuk berbusana tertutup. Selain itu, kebiasaan lain yang berubah adalah banyak warga yang beraktivitas jalan kaki baik ke masjid maupun ke pasa. Tak heran jika sepanjang jalan Desa Temboro dipenuhi dengan warga yang berbusana seperti di Arab.

Selain busana yang khas, masjid dan surau di wilayah Desa Temboro selalu dipenuhi jamaah saat masuk waktu salat. Semua kegiatan warga mulai dari perdangan hingga perkantoran akan berhenti sejenak saat adzan berkumandang. Meski berada dalam kawasan Pondok Pesantren Al Fatah, warga di sana justru memiliki kegiatan sendiri. Seperti saat bulan Ramadhan, 29 masjid dan surau di sana melakukan salat tarawih dengan bacaan Alquran 1 juz setiap malam.

Warga Temboro juga rutin menggelar pengajian setiap Kamis malam selepas salat maghrib. Setelah salat isya, banyak warga yang melakukan taklim dan dzikir serta berkunjung pada warga yang tidak hadir saat pengajian. Mereka juga akan menggelar pengajian besar saat memperingati Hari Ulang Tahun Indonesia dengan mengundang grup kesenian Islami.

Desa Temboro memiliki luas wilayah lebih dari 517 hektar dan 40 persen lahan merupakan kawasan yang digunakan untuk pondok pesantren.

Berikan Dukungan Kepada Kami Dengan Memberikan Rating

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.