“Menjadi Ibu Berkualitas di Akhir Zaman”

inspiradata.com

Seruni.id – Seorang perempuan akan merasa sangat berharga saat di rahimnya dititipi buah hati. Terlebih saat kemudian seorang bayi mungil terlahir ke dunia dan lantas mengubah statusnya menjadi seorang Ibu. Bahagia, tentu saja.

islampos.com

Namun, menjadi seorang Ibu adalah amanah besar yang harus kita pikul. Alih-alih bahagia, bisa jadi stres bahkan depresi melanda jika kita salah mengambil langkah. Ya, sejatinya menjadi seorang Ibu, tidak hanya sekedar melahirkan saja, melainkan juga membentuk karakternya dan mencipta konsep dirinya.

Oleh karena itu, setiap Ibu harus mempersiapkan bekal terbaik untuk memproses anak menjadi pribadi yang terbaik pula. Jauh sebelum menikah, setiap wanita harus lebih dulu memahami bagaimana mendidik anak sesuai tuntunan Alquran dan Assunah.

Karena menjadi Ibu bukanlah sebuah pekerjaan yang asal-asalan. Butuh ilmu dan mental baja untuk membersamai anak disetiap masa tumbuh kembangnya. Tak dipungkiri, dalam prosesnya pasti begitu banyak ujian yang menerpa. Terlebih lagi di akhir zaman ini, saat beragam kerusakan dan fitnah bertebaran di atas muka bumi. Dan bukan tak mungkin anak-anak kita akan terkena imbasnya.

Seorang Ibu harus menanamkan akidah Islam yang kokoh sejak dini. Mengajarkan bahwa sejatinya kita adalah seorang makhluk yang diciptakan oleh Sang Khaliq hanya untuk menghamba. Hingga mencipta kecintaan yang mengakar di dalam jiwa anak-anak kita pada RabbNya. Sehingga mereka akan merasa takut akan perbuatasn maksiat, dan senantiasa rindu akan jannahNya.

Selain itu, seorang Ibu juga wajib mengajarkan perkara syariat kepada anak-anaknya, sebagai konsekunsi atas akidahnya. Karena setiap Muslim, sejatinya harus taat pada semua perintah Allah dan RasullNya.

Perkara syariat diajarkan kepada anak dari hal yang paling kecil dalam kehidupan kesehariannya. Misalnya mengajarkan anak berkata yang baik, tidak berdusta, tidak mencela makanan, dan tidak pula menghardik temannya. Karena sesungguhnya Islam sangat melarang hal tersebut. Upayakan setiap apa yang kita ajarkan kepada anak hanya disandarkan baik-buruknya kepada syariat saja.

Termasuk juga dengan berpakaian, bagi anak perempuan, di akhir zaman ini godaan berpakaian yang mengumbar aurat sangat deras. Maka setiap Ibu wajib mengenalkan anak dengan pakaian takwa yang diperintahkan syariat, yakni dengan mengenakan pakaian yang sopan dan tertutup, serta penutup kepala seperti hijab. Pembiasaan sejak dini untuk menutup auratnya serta keteladanan seorang Ibu akan mampu menciptakan konsep diri anak bahwa ia merupakan seorang Muslimah yang memang semestinya berhijab.

Menjadi Ibu yang berkualitas di akhir zaman memang membutuhkan kerja keras serta kekonsistenan. Jangan mudah goyah dengan godaan dunia yang seringkali menipu. Maka, setiap Ibu wajib untuk terus belajar, mengkaji Islam sebagai bekal kebaikan untuk mendidik anak menjadi generasi terbaik di masa depan. Setiap Ibu juga harus memiliki komunitas shalihah yang memberinya energi untuk terus berada di koridor syar’i dalam mendidik anak.

[su_box title=”Baca Juga” style=”glass”]
“Biarkan Ibu Menangis Sekarang”
[/su_box]

Karena sejatinya, di dalam komunitas demikian, satu sama lain akan saling berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Selain itu, butuh juga sinergi dengan suami, sehingga keduanya saling menopang dalam membentuk anak menjadi pribadi yang kokoh imannya dan tinggi ketakwaannya. Oleh karena itu, menjadi Ibu berkualitas di akhir zaman juga harus diiringi dengan peran Ayah yang berkualitas juga.

Oleh: Hanna Annisa Arfiliani, S.S
Penulis Buku “Menikah Rasa Janah”