Mengenal Penyebab dan Gejala Kanker Otak (Glioblastoma)

halodoc.com

Seruni.id – Setelah lama tak terlihat di layar kaca, komedian Agung Hercules muncul dengan kabar yang mengejutkan public. Diketehui, selebritis bertubuh kekar itu sedang berjuang melawan penyakit kanker otak (Glioblastoma) stadium IV. Jenis kanker yang diidap Agung itu tergolong ganas, yang umumnya menyerang orang dewasa.

kumparan.com

Pertumbuhan selnya pun sangat agresif dan menyebar dengan cepat. Salah satu alasan pertumbuhan Glioblastoma begitu cepat karena kanker ini memiliki suplai darah sendiri. Sel-sel kanker ini sangat mudah menyerang jaringan otak normal. Agar lebih waspada, berikut telah Seruni rangkum apa saja gejala dan juga penyebabnya. Simak baik-baik, ya.

Gejala paling umum yang dirasakan oleh penderita kanker otak ialah rasa sakit pada bagian kepala yang persisten. Sakit kepala yang dialami bisa saja terasa ringan atau bahkan terasa berat dan tak tertahankan. Meski seringkali dirasakan pada pagi hari, sakit kepala ini terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, penderitanya akan merasa mual dan muntah.

Gejala yang selanjutnya yaitu, gerakan motoriknya akan terhambat. Hambatan tersebut membuat penderitanya kehilangan kendali dan mati rasa. Saat sel kanker mulai menjalar ke seluruh tubuh, secara tidak sadar, penderitanya akan menjatuhkan benda apapun yang sedang dipegang atau tidak bisa berjalan dengan tegak.

Otak pun akan mengalami penyempitn akibat sel kanker yang terus tumbuh di dalam kepala. Hal ini lambat laun akan membuat penderitanya linglung bahkan gagap ketika berbicara.

Selanjutnya, saraf mata yang ada di kepala akan mengalami tekanan akibat sel kanker yang terus berkembang. Jika hal ini terjadi, penderitanya akan mengalami penurunan penglihatan seperti pandangan abur, ganda, bahkan kebutaan.

Akibat kondisi otak yang tengah diserang sel kanker, suasana hati pun bisa berubah dengan tiba-tiba. Otak bagian depan yang mengebdalian kepribadian dan emosi mengalami gangguan dan mengubah personalitas dirinya menjadi orang lain, entah secara sikap pun sifat.

Lantas, apa penyebab dari kanker otak sendiri?

Riwayat Keluarga yang Mengalami Glioblastoma

Penyebab glioblastoma sebagian besar belum diketahui, namun berdasarkan penelitian, 5 persren disebabkan oleh kondisi keturunan dan 95 persen tidak dikaitkan dengan sebab spesifik apapun. Riawayat keluarga yang memiliki glioblastoma dapat mengadakan risiko terkena kanker otak. Namun, diperlukan studi lanjutan untuk mengetahui adanya hubungan antara variasi genetik dan risiko terkena glioblastoma.

Sering Terkena Radiasi Tinggi

Orang yang sering terkena paparan radiaso memiliki risiko lebih tinggi terkena glioblastoma. Radiasi paling umum disebabkan oleh medan elektromagnetik dari saluran listrik dan radiasi frekuensi radio dari oven microwave. Radiasi juga disebabkan oleh bom atom atau nuklir.

Penggunaan handphone juga ditenggarai sebagai pemicu radiasi dan meningkatkan risiko kanker otak. Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara penggunaan hp dan kanker otak berjenis neuroma akustik. Untuk menghindarinya, batasi paparan radiasi yang disebabkan oleh penggunaan speaker dan menjauhkan handphone dari kepala.

Faktor Usia

Usia yang semakin menua, ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai. Termasuk kanker otak berjenis gliblatoma. Karena, risiko terkena kanker ini meningkat seiring bertambahnya usia yang umumnya menyerang orang dengan usia 45-65 tahun.

Disebabkan oleh Cacat DNA Bawaan

Selain itu, glioblastoma juga disebabkan oleh cacat DNA bawaan. Dalam tipe sel tertentu, epigenom memodifikasi DNA dengan menentukan gen mana yang harus dimatikan atau dihidupkan. Kelainan bentuk pada tingkat jaringan ini diketahui bertanggung jawab dalam pembentukan kanker di otak, ungkap laman Tech Times.

Modifikasi molekuler yang ditemukan bertanggung jawab sebagai penyebab jenis kanker ini dikarenakan regulasi epigenetik yang salah. Metode yang saat ini digunakan dalam memprediksi bagaimana tumor atau kanker otak berkembang pada pasien sangat didasarkan pada subtipe tumor epigenetik ini.

Efek Kumulatif dari Paparan Bahan Kimia dan Karsinogen

Terakhir, kanker otak gliblastoma disebabkan oleh efek kumulatif paparan zat kimia dan zat karsinogen lainnya. Karsinogen memicu pembentukan kanker, beberapa zat radioaktif dianggap sebagai karsinogen, seperti disebabkan oleh rokok, daging olahan yang diawetkan seperti bacon, sosis dan ham.

Begitu pula dengan memasak makanan pada suhu tinggi seperti memanggang daging bisa memicu pembentukan zat karsinogen.Tak hanya itu, zat di dalam rokok, seperti hidrokarbon aromatik polycyclic, benzene dan nitrosamine. Tar dari asap rokok juga mengandung karsinogen dan dapat memicu timbulnya kanker.

[su_box title=”Baca Juga” style=”glass”]
7 Makanan Enak yang Justru Dianggap Sebagai Pemicu Kanker
[/su_box]

Memang, kebanyakan penderita kanker otak adalah mereka yang sudah dewasa. Tapi, bukan berarti kamu yang masih muda lantas abai dengan kesehatanmu begitu saja. Dengan mengetahui gejala-gejala kanker otak di atas, harapannya jika kamu merasakan atau menemukan tanda-tanda yang sama, segera periksakan ke dokter, ya!