Anak Lesti Kejora dan Rizky Billar Jalani Operasi Hernia, Apa Gejalanya?

  • Bagikan
Anak Lesti Kejora dan Rizky Billar Jalani Operasi Hernia, Apa Gejalanya?
instagram.com/lestykejora

instSeruni.id – Anak Lesti Kejora dan Rizky Billar, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar, kabarnya harus menjalani operasi karena mengidap hernia. Informasi ini dibagikan langsung oleh sang ayah melalui akun Instagramnya @rizkybillar. Rizky Billar mengunggah dua foto sang anak yang tampaknya sedang berbaring di rumah sakit dengan tangan yang terinfus.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Muhammad Rizky Billar (@rizkybillar)

“Mohon doanya agar operasi hernia Fatih dilancarkan,” tulis Rizky Billar dalam keterangan foto tersebut.

Tak sedikit warganet yang bertanya-tanya dan mencari tahu tentang apa itu hernia seperti yang dialami oleh anak Lesti Kejora dan Rizky Billar. Untuk menjawab rasa penasaranmu dan menambah ilmu pengetahuan, berikut ini Seruni akan merangkumnya.

 

Apa itu Hernia?

Melansir dari laman Aladokter, hernia atau lebih dikenal dengan turun berok adalah benjolan yang muncul akibat keluarga organ dalam tubuh melalui jaringan di sekitarnya yang melemah. Jika tidak ditangani dengan segera, maka kondisi tersebut dapat menyebabkan aliran darah menjadi tersumbat, sehingga bersiko kematian jaringan.

Jaringan ikat tubuh seharusnya cukup kuat untuk menahan organ-organ di dalamnya gar tetap berada di posisinya masing-masing. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang menyebabkan jaringan ikat melemah sehingga menyebabkan organ mudah menonjol apabila menerima tekanan. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, tetapi juga pada bayi.

 

Gejala Hernia pada Bayi Berdasarkan Jenisnya

Ada dua jenis hernia yang kerap terjadi pada bayi, yaitu umbilikalis dan iguinais. Berikut penjelasan mengenai tanda-tanda hernia pada bayi berdasarkan jenisnya.

Umbilikalis

Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya benjolan lunak di bagian pusar atau sekitarnya. Hernia umbilikalis bisa terjadi ketika lubang tali pusat tidak tertutup sempurna pasca bayi lahir. Kondisi ini umumnya terjadi pada bayi dengan berat badan rendah dan bayi yang terlahir prematur. Kemudian, biasanya benjolan bisa membesar di beberapa kondisi tertentu. Misalnya, saat bayi batuk, tertawa, dan menangis. Namun, akan mengempis kembali saat diam dan berbaring.

Hernia umbilikalis tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lainnya. Bahkan, akan hilang dengan sendirinya ketika anak berusia 1-2 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan hernia akan muncul kembali saat mereka sudah berusia 4 tahun. Biasanya, pada usia tersebut akan muncul gejala yang menganggu. Seperti benjolan membesar dan berubah warna, atau anak terlihat rewel dan kesakitan. Maka dari itu, pemeriksaan dan penanganan langsung oleh dokter sangat diperlukan.

Inguinalis

Berbeda dengan yang sebelumnya, jenis hernia inguinalis ini biasanya disebabkan oleh kelainan atau cacat pada dinding perut. Sehingga menyebabkan usus masuk ke rongga perut bawah dan mencuat ke bagian selengkangan. Hernia inguinalis dapat terjadi pada bayi perempuan maupun laki-laki. Namun, seringnya kondisi ini ditemukan pada bayi laki-laki, terutama bagi mereka yang lahir secara prematur.

Selain itu, jika anggota keluarga ada yang memiliki riwayat hernia inguinalis, maka kemungkinan bayi juga bisa berisiko mengalaminya. Untuk mendeteksi kondisi ini, ibu bisa memperhatikan bagian area sekitar alat kelamin bayi. Jika ditemukan benjolan sebesar ibu jari pada selangkangan atau buah zakar, terutama ketika sedang menangis atau aktif bergerak dan kempis saat berbaring, kemungkinan bayi menderita hernia inguinalis.

Sedangkan tanda yang terjadi pada bayi perempuan, dapat berupa benjolan berbentuk lonjong di sleangkalangan atau labia (bibir kemaluan). Selain munculnya benjolan di sekitar alat kelamin, hernia inguinalis juga dapat menyebabkan bayi lebih rewel dan nafsu makannya berkurang.

 

Bagaimana Penanganannya?

Seperti yang telah Seruni sebutkan di atas, sebagian besar bayi yang menderita hernia umbilikalis dapat sembuh dengan sendirinya setelah berusia 1-2 tahun. Akan tetapi, jika benjolan yang muncul menimbulkan rasa sakit, bertekstur keras, atau tidak kunjung mengecil hingga anak berusia 2 tahun, biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Operasi dilakukan apabila benjolan yang muncul tidak hilang sampai anak berusia 4 tahun.

Sementara itu, jika bayi mengalami hernia inguinalis, hanya dapat ditangani dengan langkah operasi. Langkah ini diambil guna menghindari tonjolan agar tidak bertambah besar, mengeras, dan menghitam. Sebab, apabila dibiarkan, kondisi tersebut dapat merusak jaringan tubuh secara permanen.

Penting sekali untuk diperahtikan oleh para orangtua, yaitu untuk tidak mengurut atau menekan tonjolan yang muncul, karena tindakan tersebut hanya akan memperburuk kondisi bayi.

Baca Juga: Mantap Berhijab, Begini Penampilan Perdana Lesty Kejora di Atas Panggung

Demikianlah penjelasan Seruni mengenai hernia yang dialami oleh anak Lesti Kejora dan Rizky Billar. Agar hernia pada bayi dapat dideteksi sedini mungkin dan ditangani dengan segera, orangtua harus mengenali sejalanya. Jangan lengah untuk selalu memperhatikan kondisi si kecil dengan saksama ketika kamu memandikannya atau mengganti pakian. Jika menemukan benjolan di area pusat atau perut bagian bawah, sebaiknya segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter. Semoga bermanfaat.

  • Bagikan