Sehat  

Apakah Gejala DBD Dahulu dan Sekarang itu Berbeda?

Apakah Gejala DBD Dahulu dan Sekarang itu Berbeda?
prodiadigital.com

Seruni.id – DBD menjadi salah satu penyakit yang sedang mengintai banyak orang. Mengenai penyakit yang satu ini, sejumlah orang ada yang berpendapat, bahwa gejala DBD dahulu dan sekarang itu berbeda.

Dan saat ini, tak sedikit orang dewasa maupun anak-anak yang terserang demam berdarah. Namun, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian, menyebutkan bahwa mayoritas kasus DBD yang terjadi di Kota Bandung memiliki gejala yang berebda dengan kasus pada umumnya.

Sebenarnya, seperti apa perbedaannya? Serta, apakah benar ada perbedaan geala DBD dahulu dan sekarang? Berikut Seruni telah merangkumnya untukmu:

 

Gejala DBD pada Umumnya

Umumnya, gejala demam berdarah itu meliputi:

  • Demam yang terjadi secara tiba-tiba
  • Sakit kepala
  • Nyeri di belakang bola mata
  • Mual
  • Muntah
  • Pendarahan seperti mimisan atau gusi berdarah
  • Kulit ruam kemerahan
  • Nyeri otot dan tulang sendi
  • Bintik kemerahan di kulit

Selain itu, satu dari 20 orang yang terjangkit demam berdarah, biasanya akan mengalami gejala yang marah. Gejala tersebut dimulai dalam 24 sampai 48 jam setelah demam menghilang. Seperti apa gejala DBD yang sudah parah?

Biasanya, ditandai dengan sakit perut dan merasa nyeri saat ditekan, muntah minimal 3 kali dalam 24 jam, pendarahan dari hidung atau gusi, muntah darah atau adanya darah dalam tinja, serta merasa lelah, gelisah, dan mudah tersinggung.

Apabila kamu mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

 

Gejala DBD yang Berbeda

Lebih lanjut, Anhar menyebut, bahwa mayoritas kasus DBD di Kota Bandung akhir-akhir ini, tidak menunjukkan tanda-tanda yang biasa dikenali. Menurutnya, gejalanya adalah demam yang tak kunjung turun dan tidak ada gejala bintik merah. Hal inilah yang seharusnya diwaspadai.

Gejala tersebut, sering kali dianggap sebagai gejala flu biasa, sehingga masyarakat tidak segera datang ke faskes dengan cepat. Menurut Anhar, ada perbedaan mendasar antara gejala flu dan gejala DBD.

Pada gejala DBD, demam dalam 2-3 hari yang konstan tingginya, lalu turun sedikit, dan kemudian naik lagi. Kalau flu, diberikan paracetamol dan istirahat yang cukup maka bisa dengan mudah kembali pulih. Sedangkan kalau DBD setelah 2-3 hari tidak juga membaik.

 

Tidak Ada Perbedaan Antara Gejala DBD Dahulu dan Sekarang

Melansir dari rs.uns.ac.id, Dokter spesialis penyakit dalam, dr Berty Denny Hermawati, Sp.PD mengatakan, bahwa tidak ada perbedaan mengenai gejala DBD yang dahulu dan sekarang.

Menurutnya, berdasarkan sumber-sumber ilmiah dan jurnal terkait, tidak disebutkan adanya gejala DBD yang berbeda antara yang dahulu maupun sekarang. Lebih lanjut, ia menjelaskan, gejala klinis infeksi dengue bisa bersifat asimtomatik atau tanpa gejala dan simtomatik atau bergejala.

Menurutnya, kasus DBD yang ada di Kota Bandung adalah sesuatu yang wajar. Memang umumnya, DBD ditandai dengan adanya kondisi flu-like syndrome, demam tinggi, nyeri otot, ruam, mimisan, dan gusi berdarah. Sedangkan untuk fase DBD bisa berlangsung selama 2-7 hari, tapi umumnya berlangsung selama 3 hari, dilanjut dengan fase kritis selama 2-3 hari, dan fase pemulihan.

DBD memang mirip dengan kondisi klinis lain seperti influenza, campak, chikungunya, dan HIV. Karena kemiripan inilah, diperlukan kewaspadaan dan berobat ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik maupun laboratorium lebih lanjut agar didapat diagnosis serta tatalaksana yang tepat.

Baca Juga: 10 Cara Ampuh Mengusir Nyamuk dari Kamar

Jika kamu mengalami kondisi seperti yang disebutkan, segerlah datang ke faskes terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semoga bermanfaat!