Catat, Ini 4 Ciri Obat Pelangsing yang Berbahaya!

Catat, Ini 4 Ciri Obat Pelangsing yang Berbahaya!
aladokter.com

Seruni.id – Tubuh yang ramping dan ideal, merupakan dambaan setiap orang. Obat pelangsing kerap digunakan sebagai salah satu cara untuk mencapai berat tubuh yang mereka inginkan. Namun, kamu harus lebih teliti lagi dalam memilihnya. Sebab, tidak semua obat pelangsing itu aman dikonsumsi. Agar terhindar dari bahaya tersebut, yuk simak beberapa cirinya berikut ini:

 

Ciri Obat Pelangsing yang Berbahaya

"Catat,

 

1. Harga yang Murah

Siapa sih yang tidak tergiur ketika menemukan obat diet dengan iming-iming khasiat luar biasa, dan harga super murah? Tak sedikit dari kita, mungkin akan langsung membelinya. Namun, di sini kita harus lebih teliti lagi, ya. Jika berpikir secara logika, apakah masuk akal harga obat pelangsing yang murah, tapi benar-benar berkhasiat? Sebaiknya, kamu tidak langsung tergiur. Ingatlah, bahwa ada harga ada kualitas. Murahnya harga obat, kemungkinan karena itu adalah produk ilegal, atau bahkan cara produksi dan kandungannya yang asal-asalan.

 

2. Mengandung Bahan Kimia Phenolphthalein dan Sibutramine

Kalau kamu menemukan obat pelangsing dengan dua kandungan tersebut, sebaiknya jangan langsung membelinya, ya. Sebab, kedua kandungan tersebut memiliki risiko menganggu kesehatan tubuh. Jika dikonsumsi secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin dapat menyebabkan sejumlah efek samping, mulai dari pusing, dehidrasi, tubuh lemas, dan beberapa gejala lainnya.

 

3. Komposisi Tidak Jelas

Obat pelangsing, seharusnya dapat mencantumkan komposisi secara rinci alias jelas. Dengan adanya komposisi tersebut, akan lebih aman bagi pengguna, apalagi bagi mereka yang memiliki alergi terhadap jenis obat tertentu. Namun, jika kamu tidak menemukan komposisi di dalam kemasan tersebut, kamu harus waspada. Selain itu, obat pelangsing yang baik juga harus menyebutkan berapa banyak kandungan setiap bahan yang digunakan, waktu produksi, dan tanggal kadaluarsa.

 

4. Tidak Memiliki Izin Edar dari BPOM

Sebagaimana yang kita tahu, Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) adalah badan yang berwenang untuk mengawasi peredaran obat dan makanan di Indonesia. BPOM akan menulis nomor registrasi pada kemasan obat tersebut untuk menandakan, bahwa obat sudah melalui uji klinis sehingga aman untuk dikonsumsi.

Di atas, Seruni telah menjelaskan mengenai ciri obat pelangsing yang berbahaya. Sehingga kamu harus menghindari poin-poin tersebut. Nah, sebelum kamu mencoba mengonsumsi obat diet, ada baiknya ketahui dulu sejumlah efek samping yang mungkin terjadi. Jangan sampai, niat ingin mendapatkan tubuh yang lebih sehat, justru berujung pada merugikan diri sendiri. Adapun efek sampingnya adalah sebagai berikut:

 

Efek Samping Obat Pelangsing

1. Meningkatkan Risiko Gangguan Jantung

Tak sedikit jenis obat diet yang mengklaim dapat meningkatkan metabolisme, mengurangi nafsu makann, dan memberi energi. Namun, banyak obat yang justru mengandung stimulan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah dan detak jantung. Bagi seseorang yang memiliki riwayat gangguan jantung, mengonsumsi obat diet tanpa pengawasan dokter, bisa sangat berbahaya. Sembarangan mengonsumsi obat pelangsing dapat meningkatkan risiko penyakit serangan jantung, stroke, palpitasi jantung, dan masalah pernapasan.

 

2. Meningkatkan Risiko Masalah Pencernaan

Pada umumnnya, obat pelangsing bekerja dengan cara menghambat atau mengurangi penyerapan lemak di dalam tubuh. Namun sayangnya, hal ini dapat menganggu proses pencernaan. Lama-kelamaan, akhirnya akan menimbulkan sejumlah efek samping, seperti mual, kram perut, diare, sembelit, muntah, dan sering kentut. Salah dalam mengonsumsi obat pelangsing berisiko tinggi meningkatkan masalah pencernaan dalam tubuh.

 

3. Meningkatkan Rasa Cemas dan Gangguan Kesehatan Mental

Pil diet dan stimulan dapat berpengaruh terhadap kondisi mental seseorang. Kandungan stimulan tertentu, dapat menyebabkan sejumlah dampak. Mulai dari rasa gugup, perubahan suasana hati, dan emosi yang mudah tersulut. Obat dengan kandungan amefetamin misalnya, dapat meningkatkan rasa cemas dan tidak tenang, jika dikonsumsi secara sembarangan. Apabila kakmu memiliki riwayat dalam kesehatan mental, mengonsumsi obat pelangsing hanya akan memperburuk gejalanya, seperti menimbulkan serangan panik dan hingga keinginan untuk mengakhiri hidup.

 

4. Memicu Insomnia

Stimulan yang terkandung di dalam obat pelangsing, dapat memberi kita lebih banyak energi dan meningkatkan metabolisme. Tergantung dari jumlah yang dikonsumsi dan sensitivitas kita terhadap zat tersebut. Mengonsumsi obat diet, dapat memberikan energi seperti kita baru minum minuman berenergi dalam jumlah banyak. Sehingga efeknya dapat memicu insomnia dan sulit tidur karena perasaan yang tidak tenang.

 

5. Memicu Kecanduan

Penggunaan atau konsumsi obat diet dalam jangka waktu lama bisa membuat kita kecanduan. Toleransi tubuh terhadap kebutuhan obat bisa makin meningkat. Kita bisa berisiko mengalami kecanduan bila konsumsi obat pelangsing tidak dimonitor dengan baik.

Baca Juga: 15 Cara Diet Alami dan Mudah Dilakukan

Sebelum kamu ingin mencoba obat diet, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter, ya. Tentunya demi kesehatan fisik dan mental. Jadi, kamu juga perlu berhati-hati. Semoga bermanfaat.