Dongeng Bawang Merah Bawang Putih: Kisah Dua Saudara yang Berbeda Sifat

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih: Kisah Dua Saudara yang Berbeda Sifat
storyjumper.com

Seruni.id – Pada tahun 2000-an, dongeng Bawang Merah Bawang Putih begitu populer di kalangan anak-anak maupun remaja. Ini merupakan sebuah cerita rakyat yang berasal dari kawasan Melayu Riau.

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih, mengisahkan tentang dua orang gadis kakak beradik dengan sifat yang sangat bertolak belakang. Bawang Putih, adalah gadis berhati mulia, selalu tekun dan rendah hati dalam kesehariannya. Sedangkan Bawang Merah, memiliki sifat iri hati dan suka menipu.

Kisah Bawang Merah Bawang Putih menghadirkan petualangan yang seru dan penuh makna serta pesan moral. Cocok sekali jika dibacakan kepada anak, sehingga mereka akan mendapatkan pelajaran dari kisah tersebut. Mulai dari kebaikan, kejujuran, dan konsekuensi dari perbuatan.

Nah, buat kalian yang ingin membacakan cerita ini kepada anak, Seruni akan merangkum ceritanya dan menyisipkan gambar agar lebih menarik untuk dibaca. Yuk simak dongeng Bawang Merah Bawang Putih di bawah ini:

Kisah Lengkap Bawang Merah Bawang Putih

Bawang Putih Memiliki Ibu dan Kakak Tiri

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih: Kisah Dua Saudara yang Berbeda Sifat
pepnews.com

Di sebuah desa, hiduplah sebuah keluarga yang begitu bahagia. Mereka memiliki seorang putri cantik bernama Bawang Putih. Namun, pada suatu hari, ibu Bawang Putih jatuh sakit, hingga akhirnya meninggal dunia. Setelah kejadian itu, Bawang Putih hanya hidup dan tinggal bersama ayahnya.

Ayah Bawang Putih merupakan seorang pegadang yang sering bepergian jauh. Karena tak tega meninggalkan putrinya sendirian di rumah, akhirnya sang ayah memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki satu anak, yang diberi nama Bawang Merah.

“Mulai sekarang kamu akan memiliki ibu dan kakak tiri, namanya Bawang Merah,” ucap sang ayah.

Mendengar perkataan sang ayah, Bawang Putih merasa sangat bahagia. Karena keluarganya akan kembali utuh. Apalagi, nantinya ia akan memiliki seorang kakak perempuan.

Awalnya, ibu tiri dan Bawang Merah bersikap sangat baik dan manis. Namun ternyata, kebaikan itu hanya sebuah kepalsuan saja. Mereka hanya bersikap baik pada Bawang Putih ketika sang ayah sedang bersama mereka.

Bawang Putih Dijadikan Sebagai Babu

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih: Kisah Dua Saudara yang Berbeda Sifat
kalsjr.com

Akan tetapi, ketika ayahnya pergi berdagang, sikap mereka berubah, mereka kerap kali menyuruh Bawang Putih mengerjakan segala pekerjaan rumah layaknya seorang pembantu. Kemalangan Bawang Putih, ternyata tidak berhenti sampai di situ.

Selang beberapa waktu, sang ayah jatuh sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Kejadian tersebut, justru membuat sikap sang ibu tiri dan Bawang Merah semakin menjadi-jadi.

“Sekarang semua pekerjaan rumah kamu kerjakan setiap hari,” ucap ibu tiri dengan nada yang tinggi.

Bahkan, waktu beristirahat Bawang Putih menjadi semakin terbatas. Setiap hari ia harus melayani semua kebutuhan ibu dan kakak tirinya. Sampai pada suatu pagi, ketika Bawang Putih sedang mencuci di sungai, tanpa disadari salah satu selendang kesayangan Bawang Merah hanyut.

“Kakak, maaf selendangmu hanyut di sungai,” tutur Bawang Putih dengan lembut.

Mencari Selendang Bawang Merah yang Hilang dan Bertemu dengan Perempuan Tua

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih: Kisah Dua Saudara yang Berbeda Sifat
popmama.com

Hal tersebut membuat Bawang Merah sangat marah. Dia menyuruh Bawang Putih mencari selendang tersebut. Bawang Putih tidak diizinkan pulang sebelum ia menemukan selendang tersebut.

Akhirnya, Bawang Putih pun mencoba kembali ke sungai untuk mencari selendang tersebut. Karena takut selendang tidak bisa ditemukan, ia terus mencari dan berjalan di sepanjang sungai. Setiap kali ia melihat seseorang di tepi sungai, Bawang Putih selalu bertanya tentang selendang yang hanyut, akan tetapi semua orang tidak ada yang melihatnya.

Perjalanan panjangnya membawanya ke suatu tempat di mana sungai itu mengalir ke sebuah gua. Namun, anehnya, ia melihat ada seorang perempuan tua di dalam gua tersebut. Bawang Putih pun menyempatkan diri untuk bertanya, apakah perempuan tua itu melihat selendang yang hanyut atau tidak.

Dan perempuan tua itu ternyata tahu keberadaan selendang tersebut. Tetapi, ia memberikan syarat kepada Bawang Putih sebelum ia menyerahkannya. Syaratnya, Bawang Putih harus bekerja membantunya. Karena sebelumnya ia terbiasa dengan kerja keras, sehingga ia tak keberatan dengan syarat tersebut.

Dihadiahi Sebuah Labu

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih: Kisah Dua Saudara yang Berbeda Sifat
berita99.co

Hari mulai sore, pekerjaan Bawang Putih pun sudah selesai, perempuan tua itu juga telah menyerahkan selendang tersebut. Karena kebaikan Bawang Putih, perempuan tua itu memberikan hadiah sebuah labu. Ada dua labu dengan ukuran yang berbeda, satu labu lebih besar dari labu lainnya.

Bawang Putih diminta untuk memilih labu yang diinginkannya. Namun, karena Bawang Putih tidak serakah, ia pun memilih labu yang ukurannya kecil. Setelah itu, ia kembali pulang dengan membawa selendang dan labu.

Setibanya di rumah, ibu dan kakak tirinya sangat marah karena Bawang Putih pulang terlambat. Bawang Putih berusaha menjelaskan apa yang terjadi. Namun, ibu tirinya tetap marah karena datang terlambat dan hanya membawa sebuah labu kecil. Karena merasa kesal, sang ibu pun membanting labu tersebut ke tanah.

“Prakk…” dan labunya pun pecah.

Namun, betapa terkejutnya mereka, ternyata di dalam labu tersebut berisikan perhiasan emas yang indah dan berkilau. Ibu dan kakak trinya itu kemudian merasa akan menjadi sangat kaya jika memiliki perhiasan yang begitu banyak.

Bawang Merah Mengikuti Langkah Bawang Putih untuk Bisa Mendapatkan Labu Juga

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih: Kisah Dua Saudara yang Berbeda Sifat
semarangpos.com

Tetapi karena keserakahannya, mereka malah berteriak pada Bawang Putih dan membentaknya kenapa Bawang Putih tak mengambil labu yang besar. Dalam pikiran Bawang Merah dan Ibunya, jika labu yang besar diambil, pasti mereka mendapatkan lebih banyak perhiasan.

Untuk memenuhi keserakahan mereka, Bawang Merah mengikuti langkah-langkah yang diceritakan oleh Bawang Putih. Ia rela menghanyutkan kain ibunya, berjalan di sepanjang sungai, bertanya pada orang-orang dan akhirnya datang ke gua tempat perempuan tua itu tinggal.

Namun, tidak seperti Bawang Putih, Bawang Merah malah menolak membantu perempuan tua itu untuk bekerja. Bahkan, dengan arogan, ia memerintahkan perempuan tua itu untuk memberinya labu yang lebih besar.

Perempuan tua itu pun memenuhi permintaan Bawang Merah, ia menyerahkan labu yang besar untuk Bawang Merah. Dengan senang hati, Bawang Merah membawa labu tersebut, sambil membayangkan berapa banyak perhiasaan yang ada di dalamnya.

Sekembalinya ke rumah, Ibunya pun menyambut Bawang Merah. Tidak lama setelah itu, labunya dihancurkan ke tanah. Bukan isi perhiasan, berbagai ular berbisa yang menakutkan keluar dari dalam labu. Bawang Merah dan Ibu tiri akhirnya menyadari apa yang mereka lakukan selama ini salah, dan meminta Bawang Putih untuk memaafkan mereka.

 

Pesan Moral Dongeng Bawang Merah Bawang Putih

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih sarat akan pesan moral yang dapat dipetik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa pesan moral utama yang terkandung dalam dongeng tersebut:

Kebaikan Akan Selalu Mengalahkan Kejahatan

Kisah Bawang Putih yang selalu baik hati dan suka menolong meskipun sering diperlakukan tidak adil oleh Bawang Merah dan ibu tirinya, pada akhirnya mendapatkan balasan yang setimpal. Bawang Putih mendapatkan kebahagiaan dan kemakmuran, sedangkan Bawang Merah dan ibu tirinya mendapatkan balasan atas perbuatan jahat mereka.

 

Pentingnya Kejujuran dan Ketulusan

Kejujuran dan ketulusan Bawang Putih dalam menjalani kehidupannya membawanya pada keberuntungan dan kebahagiaan. Dia selalu berkata jujur dan tulus dalam membantu orang lain, dan hal tersebut membantunya mendapatkan kepercayaan dan pertolongan dari orang lain saat dia membutuhkannya.

 

Bahaya Kesombongan dan Iri Hati

Kesombongan dan iri hati yang dimiliki oleh Bawang Merah pada akhirnya membawanya ke jurang kehancuran. Dia selalu merasa iri dengan kebaikan dan kebahagiaan Bawang Putih, dan dia berusaha untuk menjatuhkannya dengan berbagai cara curang. Hal ini pada akhirnya justru mendatangkan malapetaka bagi dirinya sendiri.

 

Pentingnya Bersyukur dan Menghargai Apa yang Dimiliki

Bawang Putih selalu bersyukur dan menghargai apa yang dia miliki, meskipun dia hidup dalam kesederhanaan. Dia tidak pernah iri dengan kekayaan dan kemewahan yang dimiliki oleh Bawang Merah dan ibu tirinya. Sikap ini membawanya pada kebahagiaan dan ketenangan hati.

 

Pentingnya Menjaga Persaudaraan

Meskipun Bawang Merah dan Bawang Putih memiliki sifat yang berbeda dan sering bertengkar, pada akhirnya mereka tetaplah saudara. Bawang Putih selalu berusaha untuk memaafkan Bawang Merah dan menunjukkan kasih sayangnya sebagai seorang saudara. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga persaudaraan dan saling menyayangi antar sesama.

 

Karma

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih juga mengajarkan tentang karma. Setiap perbuatan yang dilakukan, baik itu perbuatan baik maupun perbuatan jahat, akan mendapatkan balasannya. Bawang Putih yang selalu berbuat baik mendapatkan balasan yang baik, sedangkan Bawang Merah dan ibu tirinya yang selalu berbuat jahat mendapatkan balasan yang setimpal.

 

Pentingnya Keteguhan Hati

Bawang Putih menunjukkan keteguhan hatinya dalam menghadapi berbagai rintangan dan cobaan dalam hidupnya. Dia tidak pernah menyerah dan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, dan hal ini membawanya pada kesuksesan.

 

Pentingnya Bersabar dan Pantang Menyerah

Bawang Putih selalu bersabar dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam hidupnya. Dia tidak pernah putus asa dan selalu berusaha untuk mencari solusi terbaik, dan hal ini membawanya pada kebahagiaan dan kesuksesan.

 

Pentingnya Belajar dari Kesalahan

Bawang Merah dan ibu tirinya pada akhirnya belajar dari kesalahan mereka dan menyesali perbuatan jahat mereka. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang dapat berubah menjadi lebih baik jika mereka mau belajar dari kesalahan mereka.

 

Pentingnya Memaafkan Orang Lain

Bawang Putih selalu memaafkan Bawang Merah dan ibu tirinya atas perbuatan jahat mereka. Hal ini menunjukkan pentingnya untuk memaafkan orang lain agar hati kita menjadi lebih tenang dan damai.

Baca Juga: 23 Kumpulan Cerita Dongeng Pendek & Fabel untuk Anak

Pesan-pesan moral tersebut dapat menjadi pedoman bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kita dapat belajar dari kebaikan Bawang Putih dan menghindari sifat-sifat buruk yang dimiliki oleh Bawang Merah dan ibu tirinya. Dongeng Bawang Merah Bawang Putih merupakan cerita klasik yang tak lekang oleh waktu dan masih relevan untuk dibaca dan dipelajari oleh semua orang.