8 Fakta Bunga Edelweis, Si Cantik yang Konon Tak Boleh Dipetik

  • Bagikan
8 Fakta Bunga Edelweis, Si Cantik yang Konon Tak Boleh Dipetik
travel.kompas.com

Seruni.id – Kita mungkin sudah tahu bagaimana bentuk dan kecantikan dari bunga Edelweis. Namun, jarang dari kita yang tahu mengenai fakta bunga Edelweis. Maka dari itu, Seruni ingin membahasnya pada artikel berikut ini. Tujuannya untuk menambah wawasan kita bersama. Yuk langsung saja simak berikut ini.

Filosofi Bunga Edelweis

8 Fakta Bunga Edelweis, Si Cantik yang Konon Tak Boleh Dipetik
kompas.com

Anaphalis Javanica atau lebih dikenal dengan sebutan bunga Edelweis adalah tumbuhan endemik zona alpina/monotana yang hidup di daratan tinggi, khususnya pegunungan. Kita bisa melihat keberadaan bunga ini di beberapa gunung di Indoensia, sepeti Lawu, Semeru, Sindoro, Papandayan, Gede Pangrango, dan Merbarbu. Pesona dan keindahan bunga edelweis ini memang memikat pendaki untuk berhenti sejenak dan berfoto di sampingnya.

Daya tariknya tidak hanya sebatas pada bentuk dan kencatikannya saja, tapi juga filosofi yang melekat padanya. Edelweis sendiri merupakan lambang cinta abadi. Hal ini berkaitan dengan masa hidupnya yang lama, bahkan setelah dicabut dari batangnya. Ada mitos bunga Edelweis yang beredar, bahwa apabila seseorang memberikan bunga tersebut kepada orang terkasih, konon hubungannya akan langgeng.

Apalagi, untuk mendapatkan bunga indah nan cantik ini, membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Seseorang harus mendaki terlebih dulu belum lagi banyak tantangan yang harus dilalui. Pengorbanan inilah yang membuatnya menjadi simbol cinta sejati. Ada pula yang menganggap Edelweis merupakan gambaran tentang perjuangan hidup. Sebab, bunga ini tumbuh di tanah yang tandus dan gersang. Namun, tetap bertahan dan mekar dengan cantiknya.

Fakta Bunga Edelweis

Setelah mengtahui mengenai filosofi bunga Edelweis, kamu juga harus tahu mengenai faktanya berikut ini:

1. Ditemukan 200 Tahun Lalu

Fakta bunga Edelweis yang pertama, yakni mengenai keberadaannya yang sudah ada sejak 200 tahun silam. Bunga ini pertama kali ditemukan oleh naturalis Jerman bernama Georg Carl Reinwardt. Georg pertama kali menemukannya pada tahun 1819 ketika ia berada di lereng Gunung Gede, Jawa Barat. Itu tandanya bunga tersebut sudah ada di Idnonesia lebih dari 200 tahun.

2. Dijuluki Sebagai Bunga Abadi

Banyak dari kita yang mungkin penasaran, kenapa sih Edelweis dijuluki sebagai bunga abadi? Konon hal ini karena bunga tersebut memiliki waktu mekar yang lama, kurang lebih selama 10 tahun. Oleh karena itu, Edelweis disebut sebagai bunga abadi. Selain itu, hormon etilen yang terdapat pada bunga tersebut, dapat mencegah kerontokan kelopak bunga dalam waktu yang lama.

3. Hanya Tumbuh di Pegunungan

Seperti yang sudah Seruni singgung di atas, karena bunga abadi ini merupakan tumbuhan endemik yang dilindungi, maka kita hanya bisa menemukannya di pegunungan saja. Biasanya bunga ini tumbuh di tempat dengan ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) ke atas, tergantung dengan suhu udara dan kelembapan pada ketinggian tersebut. Sehingga membawanya ketika membawa bunga in turun, hanya akan membuatnya layu dan mati.

4. Terancam Punah

Mirisnya, bunga Edelweis terancam keberadaannya. Dari waktu ke waktu populasinya semakin berkurang, karena ulah tangan-tangan jahil yang memetiknya. Ada sejumlah kasus pemetikan bunga Edelweis di gunung dalam periode wkatu 2017-2020. Misalnya, pada tahun 2017, terdapat lima pendaki yang sengaja mencabut bunga tersebut di Gunung Rinjani. Kemudian pada Juni 2018 terjadi peristiwa serupa di Gunung Ciremai, Jawa Barat, di mana ada sekelompok pendaki yang membawanya turun.

Di tahun yang sama juga terjadi di Gunung Merbabu, seorang pendaki ketahuan tenag berfoto dengan segenggam bunga Edelweis. Selanjutnya, di tahun 2020, ada beberapa pendaki yang membawa bunga Edelweis di Gunung Buthak, Jawa Timur. Beruntung ulah mereka langsung kepergok pendaki lainnya. Mereka pun ditegur dan kemudian menaruhnya kembali.

5. Dilindungi Undang-Undang

Fakta bunga Edelweis berikut ini, mungkin belum banyak yang tahu, bahwa sejatinya memetik dan membawa bunga Edelweis adalah tindakan yang dilarang. Bahkan, di setiap tempat pendakian telah terpampang imbauan agar pada pendaki tidak sembarangan memetiknya, tapi banyak sekali yang masih mengabaikan imbauan tersebut.

Bukan hanya melanggar kode etik pendakian gunung, mencabutnya pun bisa terancam hukuman sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Komservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem Pasal 33 Ayat 1. Larangan memetik bunga edelweis juga tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

6. Mekar di Bulan April hingga Agustus

Fakta bunga Edelweis berikutnya, ternyata bunga cantik dan indah ini memiliki waktu khusus untuk mekar. Yakni pada bulan April hingga Agustus setiap tahunnya. Bunga ini dikenal mekar pada waktu musim hujan berakhir. Mekarnya bunga ini di bulan-bulan tersebut dikarenakan pancaran matahari yang datang dapat diserap dengan baik dan intensif.

7. Kini Dapat Dibudidayakan

Fakta bunga Edelweiss berikutnya, walaupun dilarang untuk memetiknya, tapi saat ini bunga tersebut dapat dibudidayakan, loh. Bunga ini dibudidayakan terutama di daerah dengan dataran tinggi, contohnya di dataran tinggi Dieng. Kamu bisa mendapatkan dan membeli bunga Edelweis yang dibudidayakan oleh petani.

Biasanya para petani membudidayakannya dengan cara menanam anakan yang tumbuh dari biji dan tersebar di sekitaran induknya, kemudian mereka menanamnya di media tanah liat berkapur atau berpasir dengan pH (keasaman tanah) antaran 4-7. Bahkan, karena minat warga cukup tinggi untuk menjadikannya sebagai kenang-kenangan, kini sudah banyak yang menjualnya di marketplace, baik dalam bentuk biji, Edelweis kering, maupun dalam bentuk bouquet bunga.

8. Dapat Bertahan di Tanah Tandus

Dikenal sebagai bunga yang tumbuh di pegunungan, Edelweis juga memiliki cara bertahan hidup yang kuat, bahkan di tanah tandus sekalipun. Melansir dari laman Tribun Travel, Edelweis mampu membentuk mikoriza yang dapat memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Baca Juga: 5 Jenis Bunga yang Mekar dengan Waktu Singkat

Nah, itulah sejumlah fakta bunga Edelweis yang bisa Seruni ulas. Bagaiamana? Sudah semakin tahu kan tentang bunga? Jangan lupa bagikan ke yang lain, ya!

  • Bagikan
seruni.id