Gara-gara Si Mbok, Sang Majikan Menjadi Mualaf

wordpress.com

Seruni.id – Jika Allah berkehendak, apapun bisa saja terjadi. Termasuk juga masalah hidayah. Jika Allah telah mengizinkan hambanya memperoleh petunjuk, maka dijamin akan sampai pada apa yang dikehendaki, dengan cara apapun. Bahkan, bisa saja terjadi melalui cara yang dianggap tidak mungkin atau tidak sejalan dengan logika manusia. Seperti kisah nyata yang satu ini, seorang majikan menjadi mualaf berkat si mbok, atau asisten rumah tangganya (ART).

Hasil gambar untuk pria memeluk ibunya
ilustrasigambar

[read more]

Allah SWT berfirman yang artinya, ” Sesungguhnya kamu tidak akan bisa memberi petunjuk terhadap orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk pada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al-Qashash : 56).

Ibnu katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya”.

Alkisah, ada seorang laki-laki berdarah Tionghoa, ia menemukan cahaya Islam karena si mbok. Cerita berawal ketika setiap subuh ia terbangun. Dan tiap kali membuka pintu, ia melihat mbok, wanita yang kerap membantu menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Ia sering melihat si mbok selalu mengambil air wudhu.

Kesibukan si mbok sering ia lihat setiap pagi, sekitar pukul setengah 5. Ia terheran-heran, karena dalam agamanya dia tidak diajarkan untuk bangun pagi, lalu bersntuhan dengan air dingin. Selanjutnya melakukan gerakan-gerakan ibadah seperti itu.

Dalam hati, pria tersebut bergumam, “Si mbok meladeni saya dan melayani saya, tak ngantuk dan tidur lagi selepas mengambil air wudhu tadi,”

Namun, lambat laun, sang majikan justru tertarik dengan apa yang dilakukan si mbok. Lalu, ia bertanya, “Si mbok ngapain si?”

Dengan jawaban singkat nan polos, si mbok hanya mengatakan, “Salat”

“Memang harus setiap hari?”

Selanjutnya mbok itu meneruskan jawabannya, “Lha wong saya saja manut kalau bapak perintah, masa sama Tuhan yang menciptakan saya, saya tidak patuh?!”

Kerena jawaban itu, sang majikan pun tersadar dan memutuskan memeluk agama Islam. Si mbok bukanlah seorang tamatan pondok pesantren atau sekolah pendidikan agama Islam, namun ia bisa mengislamkan orang tanpa ‘sadar’. Ia hanya memberikan contoh dengan diamnya yang ia lakukan setiap hari, rutin dan istiqomah.

[/read]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.