Pria ini Menjadi Mualaf, Setelah Koma dan Mimpi Masuk Neraka

  • Bagikan

Seruni.id – Seorang pria lulusan Universitas Malaya (UM), Ahmad Danniel Alhafiz Aduka (25), tak pernah menduga jika kejadian tidak sadarkan diri yang menimpanya beberapa tahun lalu, merupakan hidayah yang ia dapatkan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ahmad yang saat itu mengalami koma, dan bermimpi masuk neraka, satu tangan berada di samping, tergantung di bawah api, dan manusia saling menggigit serta melompat dari tembok yang tinggi.

Image result for Ahmad Danniel Alhafiz Aduka

“Saya ingat kejadian tahun lalu, saat tiba-tiba saya pingsan saat di asrama UM tanpa adanya masalah kesehatan. Kemudian saya dibawa ke Universitas Malaya Medical Center (UMMC), dan dinyatakan koma selama dua bulan, tapi saya merasa seperti tiga hari, saat berada di alam barzah,” ungkap Ahmad.

Anak kedua dari enam bersaudara itu mengatakan jika saat berada di sana, dia bisa merasakan panas tubuhnya karena terbakar, seperti ia sedang berada di jurang api.

“Saat itu saya melihat berbagai penyiksaan dan jeritan orang yang meminta bantuan. Beberapa dari mereka menggigit tubuhnya sendiri, menggantung tangan, dan tersiksa dengan sangat sedih. Sulit bagi saya untuk menggambarkan rasa takut dan sakit yang dilewati, kemudian saya berteriak, “Tuhan” berulang kali, sebelum akhirnya mendengar suara sangat keras,” lanjutnya.

Baca Juga: Karl, Lansia Asal Jerman yang Memutuskan Menjadi Mualaf

Ahmad mengatakan bahwa ia terdiam sejenak, sebelum akhirnya diizinkan meninggalkan gudang, untuk kemudian bergegas menghampiri seorang dosen.

“Dosen saya melihat seorang Ustaz, kemudian menuntun saya pada tanggal 15 Juni untuk menjadi seorang Muslim. Saya merasa tidak nyaman, karena masih harus merahasiakan tentang agama baru saya. Sebab, ayah saya adalah seorang pendeta di Sarawak. Keluarga saya juga sangat kuat dalam beragama,” ucapnya.

Namun, akhirnya semua terungkap saat keluarga mengetahui nama baru Ahmad sebagai Muslim di ijazahnya, yakni Ahmad Danniel Alhafiz Aduka. Bukan lagi namanya yang dulu, Cassey Feranandess Aduka.

“Perasaan saya berdebar, bagaimana cara untuk menjelaskan pada keluarga. Hingga sesampainya di hotel (saat itu sedang menginap), ibu dan bapak langsung merampas serta membakar ijazah yang diterima,” cerita Ahmad.

Kini, Ahmad hanya bisa terus berdoa, agar hubungannya dengan orangtua dan keluarga bisa kembali membaik seperti semula.

“Setiap hari saya berdoa agar ibu dan bapak, serta adik-adik saya diberikan hidayah untuk menjadi mualaf juga. Saya juga mohon doa, agar hubungan saya dan keluarga bisa kembali membaik seperti semula. Karena, sampai hari ini mereka masih belum bisa menerima saya,” tutup Ahmad.

Masya Allah. Semoga perjuangan hijrah Ahmad tidak terhenti di tengah jalan, dan kelak keluarganya bisa menerima Ahmad kembali, sebagai seorang Muslim yang masih dan akan terus mencintai keluarganya, terlebih orangtuanya. Aamiin.

  • Bagikan