9 Karakter Orang yang Suka Selingkuh, Kamu Harus Tahu!

9 Karakter Orang yang Suka Selingkuh, Kamu Harus Tahu!
popmama.com

Seruni.id – Seperti apa sih karakter orang yang suka selingkuh? Hal ini wajib banget diketahui oleh setiap orang, loh. Apalagi, belakangan media sosial sedang diramaikan dengan kabar selingkuhnya Reza Arap. Padahal, sejak menikah dengan Wendy Walters, pria yang lahir pada 15 Oktober 1987 itu tak pernah segan mengungkapkan rasa cintanya kepada sang istri.

9 Karakter Orang yang Suka Selingkuh, Kamu Harus Tahu!
idntimes.com

Bersamaan dengan kabar tersebut, dunia hiburan juga digemparkan dengan isu perselingkuhan yang diduga dilakukan oleh pentolan band Maroon 5, Adam Levine, yang diduga berselingkuh dengan seorang influencer dan selebgram beranama Sumner Sroh.

Perselingkuhan bisa terjadi pada siapa saja, tak terkeculi pada pasangan yang sudah menikah. Kebanyakan orang tidak curiga bahwa pasangannya berselingkuh. Sebab terkadang tidak ada tanda-tandanya yang jelas. Meski begitu, ada sejumlah tanda yang bisa menjadi indikasi adanya perselingkuhan dalam sebuah hubungan.

Nah, berikut ini Seruni telah merangkum beberapa karakter orang yang suka selingkuh berdasarkan ahli, yang harus diwaspadai. Di antaranya:

 

1. Cenderung Narsistik

Karakter orang yang suka selingkuh biasanya cenderung narsistik. Dimana mereka kerap menunjukkan keegoisan yang ekstrem, haus akan pujian dan perhatian, serta tidak memiliki kepekaan terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain. Bahkan, mereka juga cenderung memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendua, karena mereka sering mengaku diabaikan atau tidak dihargai.

Berdasarkan studi yang dirilis pada tahun 2014 menemukan bahwa orang dengan tingakt narsistik seksual yang tinggi yang didefinisikan sebagai kurangnya empati seksual, potensi seksual yang tinggi, dan hak seksual, lebih mungkin untuk mendua.

 

2. Sering Berbohong

Rasanya tak heran jika orang yang suka selingkuh dilabeli sebagai pembohong profesional. Bagaimana tidak. Mereka tahu persis bagaimana caranya berbohong yang baik. Bahkan, pandai memilih bahasa dan gestur tubuh yang tepat. Kebohongan itu bentuknya beragam. Misalnya, mengaku lembur padahal kenyataannya pergi kencan dengan selingkuhannya atau tidak membalas chat dengan dalih ‘ketiduran’, padahal sedang asyik sleep call dengan orang lain.

 

3. Bergantung pada Orang Lain

Karakter orang yang suka selingkuh berikutnya yaitu, mereka kerap bergantung pada orang lain. Alasannya sih, karena mereka membutuhkan perhatian lebih banyak. Cara terbaik untuk menjaga hubungan agar tetap sehat adalah memprioritaskan hubungan dan memastikan semua orang merasa didengarkan.

 

4. Pernah Berselingkuh Sebelumnya

Pernah mendengar ungkapan “Sekali penipu, tetap penipu”?. Menurut penelitian dari Jurnal Nature, orang yang suka selingkuh dalam hubungan pertama, maka cenderung berpeluang tiga kali lipat untuk melakukannya kembali. Pasalnya, mereka yang gemar selingkuh, akan mecari-cari alasan untuk membenarkan hal tersebut, sehingga lebih mudah untuk selingkuh di kemudian hari.

 

5. Curiga atau Cemburu Berlebihan

Karakter orang yang suka selingkuh cenderung sering menaruh rasa curiga dan cemburu yang berlebihan pada pasangannya. Meski ada pepatah yang mengtakan, “Cemburu adalah tanda cinta”, tapi bagi orang yang selingkuh, kecemburuan dan kecurigaan adalah bentuk proyeksi.

Menurut Karen R Koenig, M.ED, LCSW dalam alman Healthline, proyeksi adalah sebuah tindakan mengambil sifat yang tidak disukai dari diri kita lalu menghubungkannya dengan orang lain secara tidak sadat. Misalnya, menuduh pasangan selingkuh, padalah dirinyalah yang tidak setia.

 

6. Sering Merasa Khawatir Hubungannya Akan Berakhir

Orang yang suka selingkuh, sering kali berpikir bahwa hubungan yang dijalaninya tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka. Namun, mereka tidak bisa melanjutkan apalagi mengakhiri. Sehingga selingkuh menjadi jalan yang mereka pilih. Dengan harapan, rahasia perselingkuhan akan terungkap dan menyebabkan pasangan mengakhiri hubungan yang tak bisa dilanjutkan itu.

 

7. Menyukai Tantangan

Hubungan percintaan yang biasa-biasa saja, sering kali dianggap membosankan oleh sebagian orang. Sehingga mereka mencari tantangan dengan cara yang keliru, yaitu berselingkuh. Ketakutan dan kebohongan membuatnya dibanjiri adrenaliner rush. Mengutip dari Haelthline, adrenalin merupakan hormon fight or flight yang dikeluarkan ketika kita berada di situasi berbahaya, mengancan, atau penuh tekanan. Namun anehnya, mereka justru kecanduan dengan sensasi tersebut.

 

8. Sering Melakukan Gaslighting

Apa sih gaslighting itu? Istilah ini merujuk pada bentuk manipulasi psikologis yang melibatkan penyajian informasi palsu ketika lawan bicara didesak atau dipaksa untuk mengakui bahwa informasi itu benar. Bentuk emotional abuse ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku perselingkuhan untuk mengontrol pasangannya dan menutupi kebohonganya. Misalnya, menuduh pasangan bereaksi berlebihan, terlalu sensitif, atau dramatis. Seperti contoh:

  • Selalu berusaha menyangkal perasaan pasangan: “Gak usah nangis, masalah sepele aja dibesar-besarkan.”
  • Menyangkal kenyataan: “Dari dulu aku selalu pulang kerja jam segini. Aku gak kemalaman, kamu aja yang berlebihan.”
  • Mengatakan sesuatu, kemudian mengaku tidak pernah mengatakannya: “Aku gak pernah janji nganterin kamu ke rumah ibumu. Mungkin kamu aja yang lupa.”

 

9. Cenderung Tertutup

Sebagai pasangan, kita memang harus menghormati privasi satu sama lain. Namun, jika pasangan cenderung tertutup, mungkin saja ia sedang menyembunikan sesuatu. Rahasia peselingkuh bisa terungkap lewat daftar panggilan, history pesan teks atau instant messaging, atau folder rahasia di ponselnya. Bahkan, mereka mungkin menggandakan aplikasi (cloning) supaya bisa berkomunikasi dengan selingkuhannya. Hal tersebut merupakan sinyal bahwa pasangan tidak ingin kita melihat aktivitas pribadi mereka dan sengaja mengecualikan kita dari kehidupan mereka.

Baca Juga: 

Jadi, itulah beberapa karakter orang yang suka selingkuh. Semoga hubungan kita selalu dihindari dari hal-hal yang tidak diinginkan, ya. Tingkatkan lagi kewaspadaan agar tidak tertipu oleh mereka.