Keberkahan yang Diperoleh Ketika Sahur

google.com

Seruni.id – Sahur merupakan rutinitas yang kita lakukan ketika hendak melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan. Makan sahur dianjurkan oleh Nabi shalallahu’alaihi wa sallam karena dengan bersahur berarti kita telah menjalankan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah, dan menambah kekuatan serta keikhlasan dalam beribadah. Selain itu, di dalamnya terdapat kebaikan dan juga keberkahan yang akan diperoleh.

inibaru.id

Bukan berkah tertentu saja, melainkan beragam berkah. Masing-masing orang bisa mendapatkan keberkahan-keberkahan sesuai dengan kesiapan dan keinginan serta kesungguhannya di dalam melaksanakan sahur.

Sahur membantu kita menghilangkan kemarahan dan tabiat buruk yang biasanya akan muncul ketika kita dalam keadaan lapar. Dan pada saat sahurlah seseorang berkesempatan untuk mengingat Allah Ta’ala dengan berdzikir, menangkat tangannya ke hadirat Allah untuk berdoa. Sebab, doa-doa yang dilayangkan pada waktu sahur, senantiasa akan dikabulkan.

Allah mewajibkan puasa kepada kita sebagaimana telah mewajibkan kepada orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab, Allah SWT berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” (QS Al Baqarah: 183).

Dari Salman radhiyallahu ‘anhu Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barokah ada pada tiga perkara: Jama’ah, Tsarid, dan makan sahur.” (HR Thabrani, Abu Nu’aim). Dari Abdullah bin Al Harits dari seorang shahabat Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Aku masuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia makan sahur, beliau berkata, “Sesungguhnya makan sahur adalah berkah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan.” (HR An Nasaa`i dan Ahmad).

Keberkahan yang akan kita dapatkan ketika sahur sudahlah jelas, karena dengan makan sahur berarti kita telah mengikuti sunnah, menumbuhkan semangat serta meringankan beban yang berarti bagi yang berpuasa, dalam makan sahur juga menyelisihi Ahlul Kitab karena meraka tidak melakukan makan sahur. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamainya makan pagi yang diberkahi sebagaimana dalam dua hadits Al Irbadh bin Sariyah dan Abi Darda` radhiyallahu ‘anhuma, “Marilah menuju makan pagi yang diberkahi, yakni sahur.”

Sudahkah kalian tahu, bahwa pada waktu sahur pula, Allah serta malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang melakukan sahur. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan malaikatNya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.”

Oleh sebab itu, kita jangan mengabaikan pahala yang begitu besar dari Rabb yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada setiap hamba-Nya. Perlu diketahui, sahur seorang mukmin yang paling afdhal adalah kurma.

Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulallahu’alaihi wa sallam, “Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah kurma.” (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban, Baihaqi). Barangsiapa yang tidak menemukan kurma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk sahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena fadhilah (keutamaan) yang disebutkan tadi, dan karena sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air.”

Selain itu, kita juga disunnahkan untuk mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar tiba, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit untuk salat subuh, dan jarak antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah. Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, “Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shalat, aku tanyakan (kata Anas): Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Beliau menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca Al Qur’an.” (HR Bukhari Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya dengan perintah yang sangat ditekankan. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu.” (HR Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Ya’la, Al Bazzar). Dan bersabda, “Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barokah.” (HR Bukhari Muslim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.