Kiat Mendidik Anak Laki-laki Agar Tidak Manja

0
grid.id

Seruni.id – Setiap orangtua tidak ingin buah hatinya kelak menjadi anaknya yang manja terutama anak laki-laki, jika selalu dimanja maka sang anak akan tumbuh dan selalu bergantung pada orang lain. Anak laki-laki harus dilatih kemandiriannya sedini mungkin. Hal ini karena kelak dirinya akan menjadi pemimpin di rumah tangganya.

Image result for mendidik anak laki laki
theasianparent.com

Walau mungkin hal ini masih terlampau jauh, tapi tak ada salahnya untuk mengajarkannya soal tanggung jawab dan menempa mentalnya agar jadi sosok anak yang kuat. Bagaimana caranya mendidik anak laki-laki agar tidak manja? Berikut kiatnya:

Tegakkan Peraturan

Agar anak tidak manja, ia perlu belajar mengenai peraturan dan mematuhinya sejak kecil. Apa pun peraturannya, hal yang lebih penting adalah penegakannya. Jika hari ini Ibu melarang si kecil minum air dingin karena dia sedang batuk, maka seterusnya harus konsisten.

Jangan karena besok dia merengek, lalu dibolehkan. Pesan yang ditangkap anak nantinya adalah “Peraturan bisa berubah.” Sedangkan jika Ibu konsisten, anak akan belajar menghargai peraturan, bekerja sama, dan memiliki kontrol diri.

Ajarkan Cara Bertanggung Jawab Atas Tindakannya

Sikap tanggung jawab juga perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini. Terutama bagi anak laki-laki yang kelak ia akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Tentunya sikap tanggung jawab sangat dibutuhkan. Cara mendidik anak laki-laki agar bisa bertanggung jawab pun bisa dimulai dari hal-hal sederhana.

Misalnya saja, ia harus membereskan kasur setelah bangun tidur, merapikan mainan, meletakkan pakaian kotor di tempatnya, dan sebagainya. Apabila si kecil berhasil melakukan semua hal itu, maka jangan lupa memberikannya apresiasi dengan mengatakan ‘anak Ibu pintar sekali’ atau ‘terima kasih’.

Baca Juga: Cara Menumbuhkan Sikap Tanggung Jawab pada Anak

Jangan Selalu Menuruti Keinginannya

Semua orangtua pasti ingin membahagaiakan anaknya. Hal tersebut memang baik. Tetapi, demi menghindari munculnya sifat manja, sebaiknya jangan selalu menuruti kemauan si kecil. Minyalnya ia minta dibelikan mainan baru, baju baru, lalu makannya pilih-pilih. Semua kebiasaan tersebut tidaklah baik, loh.

Selain bisa menimbulkan sifat manja, juga membuat anak jadi keras kepala. Ketika tidak mendapatkan keinginannya, pasti dia akan ngambek dan marah-marah. Dan apabila itu sampai terjadi, ya ujung-ujungnya Anda sendiri yang repot. Maka itu, jangan biasakan menuruti semua kemauan anak.

Jangan Selalu Membantu

Demi mendidik anak laki-laki agar kelak ia tidak menjadi seseorang yang manja, maka jangan selalu membantu apa yang sedang ia kerjakan. Ini mungkin sulit dilakukan. Tetapi Ibu harus sejak awal mengidentifikasi mana kegiatan anak yang perlu dibantu, dan mana yang bisa dilepas sendiri.

Biarkan saja anak makan sendiri (walau berantakan dan mengotori lantai) dan cukup pantau dari jauh. Tentu kasusnya berbeda jika anak sedang memerlukan pertolongan orang dewasa seperti memotong kertas untuk prakarya, dan sejenisnya. Ibu wajib membantu.

Ajarkan Ia Cara Mengendalikan Emosi

Dibandingkan perempuan, laki-laki biasanya lebih sulit mengendalikan emosi. Dikarenakan laki-laki memiliki hormon testosteron yang berpengaruh terhadap perilaku agresif. Tentunya Ibu tidak ingin si kecil tumbuh jadi sosok pemarah, kan? Nah, untuk menghindari hal tersebut, maka ajarkan ia cara mengendalikan emosi semenjak dini.

Didiklah si kecil menjadi pribadi yang ramah dan penyabar. Ajarkan pada dia bahwa tidak semua keinginannya bisa dikabulkan begitu saja. Dia harus menerima itu dan tidak boleh marah-marah.

Kenalkan Ia pada Dunia Olahraga

Mendidik anak laki-laki agar bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tidak manja, tidak cukup dengan melatih mentalnya saja, tapi perlu dilatih fisiknya. Anda bisa mengenalkannya pada dunia olahraga sejak dini. Misalnya saja, mengajaknya pergi berenang, berjalan-jalan di sore hari, bersepeda, bermain bola di lapangan, atau lainnya.

Dengan berolahraga, maka tubuh si kecil akan menjadi sehat dan kuat. Tentunya bila tubuh sehat, ia juga lebih lincah. Hal itu memberikan pengaruh positif terhadap tumbuh kembangnya sehingga ia akan mampu melakukan beragam aktivitas tanpa adanya hambatan.

Ajarkan Sikap Tolong Menolong

Mendidik anak laki-laki agar tidak manja, bisa pula dilakukan dengan cara mengajarkannya sikap tolong-menolong. Sikap ini tidak hanya melatih kemandirian si kecil, tapi juga membantu menumbuhkan rasa empati serta kepeduliaan. Ibu bisa mengajarkan si kecil bagaimana cara menolong teman-temannya yang kesusahan.

Misalnya, bila ada temannya yang terjatuh hendaknya dibantu. Atau juga bisa menyisihkan uang saku untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Sedangkan untuk di rumah, si kecil bisa membantu dalam hal pekerjaan rumah. Seperti meletakkan tempat makan di westafel, menyapu, menata tempat tidur, dan sebagainya.

Ajarkan Konsep Timbal Balik

Trik selanjutnya, untuk mendidik anak laki-laki agar tidak manja adalah dengan mengajarkan konsep timbal balik. Maksudnya, si kecil tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan hanya dengan sekedar meminta. Ajarkan ia untuk bekerja dulu. Melakukan sesuatu yang ringan.

Jika ia berhasil, maka Ibu bisa memberikannya imbalan, misalnya uang atau mainan. Konsep ini akan memberikan ia pelajaran bahwa segala sesuatu dapat diperoleh lewat kerja keras. Dia tak boleh berpangku tangan kepada orang lain, tetapi harus mandiri sehingga bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Ajarkan Cara Merawat Diri Sendiri

Ketika masih bayi, anak kecil memang tidak bisa melakukan apapun. Dia butuh bantuan dari orang tuanya. Namun ketika usianya mulai bertambah, memasuki 2-3 tahun, maka di saat itu Ibu harus mulai mengajarkannya hidup mandiri. Ajarkan kepada si kecil bagaimana cara merawat dirinya sendiri.

Mulai dari sesuatu yang ringan, misalnya mencuci tangan sendiri, makan sendiri, memakai sepatu, dan sebagainya. Ajarkan semua itu dengan bertahap. Dengan begitu, saat dewasa ia sudah terbiasa melakukan sesuatu sendiri. Tidak terlalu menggantungkan hidup pada orang lain.

Didik Anak Menjadi Sosok yang Tangguh dan Tegar

Cara yang terakhir yaitu, Ibu perlu mengajarkan padanya bagaimana cara menjadi pribadi yang tangguh dan tegar. Berikan penjelasan pada si kecil bahwa segala sesuatu di kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginannya. Adakalnya ia harus menerima dan bangkit dari kegagalan. Ia juga wajib belajar bersyukur.

Patut diingat, mengajarkan sikap tangguh bukan berarti Anda menekannya, ya! Jangan menyuruh anak melakukan sesuatu yang terlalu membebani. Misalnya memaksa ia untuk selalu juara kelas. Itu tidak perlu! Cukup ajarkan ia jadi anak yang rajin belajar. Pasalnya, setiap anak punya standar kemampuan berbeda-beda. Jadi, jangan membanding-bandingkan dia dengan yang lain.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.