Kisah Syahrul Anak Tukang Las yang Diterima di Fakultas Kedokteran UI

  • Bagikan
edukasi.kompas.com

Seruni.id – Setiap orang berhak menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Dari latar belakang keluarga seperti apapun, bisa belajar di perguruan tinggi. Yang terpenting, selalu ada niat dan kemauan, serta memenuhi standar akademik. Bahkan, orang dengan kemampuan ekonomi terbatas tetap bisa belajar di perguruan tinggi.

Hasil gambar untuk syahrul anak tukang las lolos masuk ui
riaumandiri.com

Seperti kisah haru yang datang dari Syahrul Ramadhan (18) atau lebih akrab disapa Arul, anak dari tukang las dan penyapu jalanan ini berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dengan jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Syahrul adalah anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Azman dan Neni Marlina. Ayahnya bekerja sebagai tukang las dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan Ibunya bekerja sebagai penyapu jalan.

Syahrul sendiri merupakan lulusan dari SMA Negeri 2 Bangko, Rokan Hilir, Riau. Semasa SMA, ia selalu belajar, agar rapornya lolos seleksi Fakultas Kedokteran UI. Syahrul juga memiliki prestasi yang cukup baik, dia selalu meraih juara umum dengan nilai rata-rata di atas 90.

Baginya, diterima kuliah di Fakultas Kedokteran UI merupakan sebuah impian yang menjadi kenyataan. Bagaimana tidak, UI merupakan sebuah Universitas favorit, dimana ia harus bersaing dengan ribuan siswa dari seluruh Indonesia.

“Saya sudah bercita-cita menjadi dokter dan ingin menempuh pendidikan di UI. Sejak itu, saya konsisten menjaga nilai agar dapat tembus UI melalui jalur prestasi rapor,” ujar Syahrul.

Ketika dinyatakan diterima di Fakultas Kedokteran UI, Syahrul merasa bahagia, terharu, dan bingung. Karena biaya yang akan dikeluarkan, mengingat pekerjaan orangtuanya. Tak hanya biaya kuliah, tapi juga biaya tansportasi dan akomondasi selama pendaftaran.

“Namun ketika sudah diterima, saya kembali ragu mengingat biaya yang dikeluarkan tentunya tidak sedikit. Alhamdullilah, pihak UI khususnya Iluni FKUI dan Dekan FKUI memberikan dukungan dana sehingga keraguan saya seketika sirna,” ujarnya.

Bersyukurnya, pihak UI telah memberikan keringan untuk Syahrul melakukan verifikasi dan daftar ulang yang dilakukan pada minggu yang sama, sehingga dirinya tidak perlu keluar uang transportasi Pekanbaru-Jakarta dua kali lebih banyak.

Pada Senin (22/4) Syahrul telah melakukan verifikasi rapor di Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI kampus Depok serta dilanjutkan dengan proses daftar ulang yang akan dilakukan pada Kamis (25/4) di Balairung UI.

Melalui studinya di UI, Syahrul berharap kelak dapat mengangkat derajat orangtuanya, serta mengabdi di tanah kelahirannya di Rokan Hiril, dimana daerah tersbut sangat membutuhkan tenaga dokter spesialis jantung dan kandungan.

“Saya melihat daerah saya membutuhkan dokter spesialis jantung dan spesialis kandungan. Semoga saya bisa menempuh pendidikan dokter hingga spesialis dan dapat memberikan manfaat bagi kota kelahiran saya,” imbuh Syahrul.

Keterbatasan financial bukan penghalang untuk siapapun meraih masa depan yang lebih baik. Justru kita harus bisa bersemangat, jangan pernah menyerah memperjuangkan dan menggapai sebuah mimpi.

  • Bagikan
seruni.id