Mengenal Ice Smoke, Jajanan yang Bikin Bocah di Ponorogo Terbakar

Mengenal Ice Smoke, Jajanan yang Bikin Bocah di Ponorogo Terbakar
wartanasional.com

Seruni.id – Gara-gara ice smoke, seorang bocah berusia lima tahun di Ponorogo, Jawa Timur mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Peristiwa yang dialami oleh warga Desa Bajang, Kecamatan Balong itu, terjadi usai dirinya membeli jajanan ice smoke saat melihat pertunjukkan reog bersama sang ayah.

Ayah korban, Sutrisno (46), menceritakan kronologi yang menimpa putranya itu. Insiden tersebut terjadi pada Selasa (12/7/2022) sore, di Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis.

Sore itu, Sutrisno bersama sang anak hendak menyaksikan pertujukkan reog. Kebetulan di lokasi tersebut ada penjual jajanan. Salah satunya yang bernama ice smoke.

Karena jajanan itu mengeluarkan asap, sehingga sang anak pun penasaran dan meminta untuk dibelikan. Awalnya tampak normal, penjual mengambil jajanan dan diberikan nitrogen cair. Namun, tak lama dari itu, jajanan tersebut tiba-tiba saja mengeluarkan api dan langsung membakar tubuh sang anak.

“Langsung tak belikan. Baru lepas dari tangan penjualnya, dibawa anak saya, tiba-tiba keluar api langsung membakar anak saya,” tutur Sutrisno.

Sutrisno mengaku terkejut dengan api yang tiba-tiba muncul. Padahal, dirinya sendiri tak merokok. Saat itu ia juga tak memperhatikan di sekitar anaknya ada perokok atau tidak.

“Kejadiannya cepat sekali. Langsung membakar anak saya. Saya juga spontan mematikan api pakai tangan saya. Tangan saya ikut terbakar,” kata Sutrisno.

Apa itu Ice Smoke?

Mengenal Ice Smoke, Jajanan yang Bikin Bocah di Ponorogo Terbakar
beritagar.id

Dari kejadian yang menimpa bocah lima tahun tersebut, membuat banyak orang penasaran dan mencari tahu tentang ice smoke.

Ice smoke adalah salah satu es krim yang unik karena dapat mengeluarkan asap seperti naga yang sedang menyembur. Inilah alasannya mengapa banyak anak-anak yang tertarik dengan jajanan tersebut.

Jajanan ini berisikan bola-bola berwarna-wanri yang menarik, kemudian dicampur dengan bahan nitrogen cair, sehingga dapat mengeluarkan asap.

Penggunaan nitrogen cair dalam pengolahan makanan, sebenarnya sudah cukup lama dilakungan. Belakangan, makanan selain es krim, baik permen maupun makanan ringan pun kerap dicampur dengan bahan tersebut.

Meski memiliki tampilan yang menarik, tapi makanan yang mengandung nitrogen cari rupanya dianggap berbahaya oleh Food and Drug Administration (FDA) alias Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat (AS).

Hal ini sebagaimana yang telah diingatkan oleh akun Instagram ‘Now This Food’, di mana ia mengunggah berbagai informasi mengenai kuliner, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan.

Postingan yang diunggah pada 29 Desember 2018 lalu, ditulis bahwa FDA pada September 2018 mengeluarkan peringatan keamanan konsumen tentang bahaya potensial mengkonsumsi makanan yang disajikan dengan nitrogen cair.

Dilansir dari WebMD, 4 September 2018, FDA menilai menghirup uap yang dikeluarkan oleh makanan atau minuman yang disiapkan dengan nitrogen cair bisa menyebabkan kesulitan bernapas, terutama pada mereka yang mengidap asma. Walaupun tidak beracun, nitrogen cair dapat membekukan makanan yang menghasilkan suhu yang sangat rendah.

Suhu ini bisa menimbulkan risiko cedera pada konsumen. FDA mengatakan cedera serius, termasuk kerusakan organ internal dapat terjadi akibat makan makanan seperti es krim, sereal, atau koktail segera setelah ditambahkan nitrogen cair pada makanan tersebut.

Menurut FDA dalam beberapa kasus, cedera yang mengancam jiwa, seperti kerusakan pada kulit dan organ internal, yang disebabkan oleh makanan atau minuman yang mengandung nitrogen cair.

FDA melalui Peter Cassell dalam sebuah pernyataan tertulis, akan bekerja dengan para pemangku kepentingan untuk lebih memahami penggunaan nitrogen cair dalam makanan. FDA. Mereka yang mengalami cedera karena mengonsumsi makanan dengan nitrogen cair dianjurkan untuk melaporkan kepada FDA.

Baca Juga: 38 Jajanan Pasar Tradisional yang Masih Eksis Sampai Sekarang

Dengan adanya kejadian ini, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, agar lebih berhati-hati dalam memilih jajanan untuk anak.