5 Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Perceraian Ria Ricis dan Teuku Ryan

5 Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Perceraian Ria Ricis dan Teuku Ryan
sumateraeksres.bacakoran.co

Seruni.id – Perjalanan cinta Ria Ricis dan Teuku Ryan kini telah berakhir. Usai Pengadilan Agama Jakarta Selatan resmi mengabulkan gugatan cerai yang dilayangkan oleh sang YouTuber. Keduanya resmi bercerai pada Jumat (3/5/2024) lalu.

Putusan cerai tersebut rupanya tersebar di media sosial, membuat siapa pun bisa membacanya. Bahkan, isi putusan tersebut cukup mengejutkan publik lantaran memuat alasan detail keduanya memutuskan untuk bercerai.

Namun, dari sejumlah poin yang disebutkan dalam putusan tersebut, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik oleh publik. Terutama bagi pasangan yang memutuskan untuk menikah. Berikut Seruni telah merangkum deretan pelajaran hidup dari perceraian Ria Ricis dan Teku Ryan.

 

1. Pentingnya Suami Menjadi Penengah bagi Istri dan Ibunya

Berdasarkan surat keputusan cerai yang dirilis oleh PA Jaksel, diketahui bahwa Ria Ricis dan ibu mertuanya pernah bermasalah. Namun, masalah tersebut semakin runyam lantaran sang suami lebih membela ibunya.

“Setiap cekcok, Tergugat (Teuku Ryan) selalu bilang Penggugat (Ria Ricis) benci dan tidak dekat dengan keluarga Tergugat. Selain itu, Tergugat selalu membela ibunya di depan Penggugat dan berkata, ‘Ibunya nggak pernah salah dan nggak boleh minta maaf ke anak karena orangtua tidak pernah salah.’ Tergugat juga tiba-tiba membahas seolah Penggugat jijik dengan orangtua Tergugat,” bunyi surat itu yang dikutip pada Minggu (5/5/2024).

Menjadi penengah antara istri dan ibu memang bukan tugas yang mudah bagi seorang suami. Di satu sisi, dia memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kedua wanita penting dalam hidupnya. Di sisi lain, dia perlu bersikap adil dan objektif dalam menyelesaikan konflik yang mungkin muncul.

Tindakan sebagai penengah tentu perlu dilakukan oleh suami, agar masalah yang terjadi tidak semakin runyam dan bisa tuntas secara baik-baik. Sebab, jika suami tidak bisa menjadi penengah, hanya akan membuat kondisi rumah tangga menjadi tidak sehat.

 

2. Masalah yang Terjadi di Dalam Rumah Tangga Perlu Diselesaikan

Dalam kehidupan berumah tangga, akan selalu ada masa di mana pasangan suami istri dihadapkan dengan sebuah masalah yang datang silih berganti. Setiap masalah yang datang, sebaiknya bisa diselesaikan secara baik, bukan membiarkannya sampai menjadi lebih besar.

Berkaca pada kasus perceraian yang terjadi antara Ricis dan Ryan, masalah harus segera diselesaikan. Sebab, apabila membiarkan berlarut-larut justru akan merembet kepada hal lainnya dan bisa saja mendatangkan persoalan baru.

Melihat dari surat keputusan yang beredar, masalah rumah tangga keduanya berawal dari rasa tidak suka antara ibunda Ryan dengan Ricis. Namun, dalam surat tersebut, Ryan terkesan tidak menyelesaikan permasalahan yang ada.

Hal tersebutlah yang kemudian membuat Ryan sering kali mengatakan, “Aku tahu kamu benci sama ibuku,” setiap kali berselisih dengan Ricis. Sampai akhirnya perkataan tersebut menggoreskan luka di hati adik Oki Setiana Dewi itu.

 

3. Hindari Komunikasi Buruk dan Silent Treatment pada Pasangan

Komunikasi adalah kunci dari hubungan yang langgeng dan harmonis. Namun sayangnya, hal ini tidak terjadi antara Ricis dan Ryan. Bisa dibilang, komunikasi mereka tidak terjalin dengan baik. Bahkan, saat Ricis ingin bercerita atau berbincang, Ryan justru melontarkan respons yang kurang mengenakan seperti, “Mau ngobrol apa? Cerita apa? Kan tiap hari sama-sama,”.

Kurangnya komunasi membuat Ricis sampai harus meminta bantuan sepupu Ryan dan mantan karyawan untuk menyampaikan apa yang dirasakan. Parahanya lagi, rupanya Ryan pernah menerapkan silent treatment terhadap Ricis.

“Tergugat juga pernah mendiamkan Penggugat kurang lebih sampai satu minggu dengan alasan tidak punya uang, sampai akhirnya Penggugat berinisiatif mentransfer uang untuk Tergugat sebesar Rp500.000.000 melalui SAKSI II untuk diteruskan kepada Tergugat dengan alasan uang kerjaan dari brand, yang kemudian Tergugat berubah sikapnya menjadi baik kepada Penggugat,” isi putusan itu.

Dalam surat putusan tersebut memang tidak dijelaskan secara gamblang penyebab dari komunasi mereka yang kurang baik. Namun, tetap saja, komunikasi yang kurang baik harus dihindari dalam pernikahan, apalagi silent treatment yang pernah dilakukan oleh Ryan.

Perlu diketahui, komunikasi adalah kunci utama dalam membangun pernikahan yang harmonis dan bahagia. Layaknya sebuah taman, pernikahan pun membutuhkan pupuk komunikasi yang baik agar dapat tumbuh subur dan menghasilkan kebahagiaan bagi pasangan.

Jika ada hal yang mengganjal dalam komunikasi, jangan biarkan ia berkembang menjadi benalu yang menggerogoti keharmonisan. Segera selesaikan masalah tersebut agar komunikasi kembali lancar dan kebahagiaan pernikahan kembali terpancar.

 

4. Pentingnya Menghargai Pasangan Apa Adanya

Rumah tangga yang harmonis dan bahagia merupakan dambaan setiap pasangan. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan komitmen dan usaha dari kedua pihak, salah satunya dengan saling menghargai dan menjaga perkataan.

Sayangnya, hal ini tidak terlihat dalam kisah pernikahan Ria Ricis dan Teuku Ryan beberapa bulan sebelum bercerai.

Beberapa bulan sebelum bercerai, Ryan diketahui tidak memberikan nafkah batin terhadap istrinya dengan berbagai alasan. Ricis telah berusaha melakukan berbagai cara hanya untuk membuat Ryan tertarik dan memberikan nafkah batin kepadanya.

Namun sayangnya, usaha tersebut tidak dihargai oleh Ryan. Suplemen yang diberikan untuk menambah gairah dan sejenisnya malah dikonsumsi oleh Ryan untuk bermain bola. Tak hanya itu, Ryan bahkan seperti tak menghargai bentuk tubuh yang dimiliki oleh Ricis.

 

5. Jangan Pernah Menjelek-jelekkan Pasangan di Depan Publik

Sebelum gugatan cerai tersebut dikabulkan oleh Pengadilan Agama, keduanya pernah menjalani mediasi di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Dalam mediasi tersebut, Ryan kerap mengungkapkan keinginannya untuk bisa rujuk dengan Ricis. Namun, apa yang dikatakan ternyata berbeda dengan tindakannya.

Ryan disebut selalu menyerang Ricis dengan kalimat bernada menyakitkan. Dia pernah mengatakan “eksploitasi anak,” “istri durhaka,” “kualat,” “sombong,” “kakaknya ustazah, tapi tausiahnya nggak masuk di adiknya.” Tak sampai di situ, Ryan juga pernah menyerang Ricis dari segi pola asuh kepada Moana yang menurutnya kurang baik.

Dia pun sampai curhat ke followers-nya di media sosial dan mengatakan harapannya agar Moana kelak saat besar nanti tak seperti Ricis. Selain itu, Ryan juga menceritakan keburukan-keburukan Ricis dengan berkomentar dan merendahkan ibadah yang dilakukan Ricis.

Tindakan Ryan yang menjelek-jelekkan Ricis di media sosial merupakan contoh yang tidak baik untuk ditiru. Hal ini dapat memberikan dampak negatif bagi pasangan maupun hubungan rumah tangga.

Jika memang ada hal yang ingin dibicarakan tentang tindakan yang dirasa kurang nyaman dari pasangan, akan lebih baik dibicarakan secara langsung. Selain itu, kamu perlu memperhatikan setiap kata-kata yang terucap agar tidak menyakiti hati pasangan.

Baca Juga: Ria Ricis dan Teuku Ryan Resmi Bercerai

Perceraian Ria Ricis dan Teuku Ryan adalah pengingat bahwa pernikahan membutuhkan usaha dan komitmen dari kedua pihak. Dengan mempelajari pelajaran berharga dari kisah mereka, semoga kamu dan pasangan dapat membangun pernikahan yang lebih kuat, harmonis, dan bahagia.