Proses Terjadinya Gempa Beserta Jenisnya

Gempa Bumi: Pengertian, Proses Terjadi, dan Jenisnya
sonora.id

Seruni.id – Bagaimana proses terjadinya gempa bumi? Untuk menemukan jawabannya, mari simak artikel ini sampai selesai.

 

Gempa Bumi: Pengertian, Proses Terjadi, dan Jenisnya
inews.id

Bencana alam berupa gempa bumi adalah hal yang mengerikan. Sebab, gempa bisa terjadi kapan saja tanpa kenal waktu. Sehingga sulit sekali untuk kita hindari. Sebenarnya, apa sih penyebabnya dan bagaimana proses terjadinya gempa bumi bisa terjadi? Nah, pada artikel kali ini, Seruni ingin mengajak kalian untuk membahas mengenai gempa bumi, mulai dari pengertian, proses terjadi, hingga jenisnya. Yuk simak ulasannya di bawah ini:

 

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah terjadinya pergerakan pada lempeng bumi secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa hal, seperti pergeseran lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, dan runtuhan/longsoran.

Perlu diketahui, bahwa bumi terdiri dari sejumlah lempeng yang bergerak sepanjang waktu. Pergerakan tersebut berlangsung secara tiba-tiba, sehingga menyebabkan gempa bumi. Indonesia adalah salah satu negara yang sangat riskan akan gempa bumi. Sebab, dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Lain daerah lain pula penyebutannya, jika umumnya kita menyebut gempa bumi, tapi orang-orang suku Jawa memiliki sebutan lain, yaitu lindu, sedangkan suku Sunda menyebutnya lini, suku Alor mengenalnya dengan kumi, sementara Bekulu Utara adalah gepu.

 

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Kenapa sih bumi bisa bergerak dan berguncang, hingga menyebabkan gempa? Mungkin ini menjadi pertanyaan yang sering terlintas ketika terjadi bencana tersebut. Sebagian besar proses terjadinya gempa bumi, disebabkan oleh patahan di kerak bumi. Umumnya, patahan tersebut tidak bergerak dalam waktu yang lama.

Akan tetapi, dalam banyak kasus, batuan di kedua sisi patahan perlahan berubah bentuk karena gaya tektonik. Bencana ini, juga bisa terjadi karena bebatuan yang berada di bawah tanah pecah secara tiba-tiba, dan terdapat gerakan cepat di sepanjang patahan tersebut. Pelepasan enegeri yang terjadi secara tiba-tiba itulah yang menjadi penyebab gelombang sismik sehingga membuat tanah bergetar. Makanya tak heran, jika saat gempa bumi melanda, benda-benda yang ada di sekitar kita ikut bergoyang. Getaran akan semakin terasa apabila kita tengah berada di gedung tinggi.

 

Jenis Gempa Berdasarkan Proses Terjadinya

Ada beragam jenis gempa bumi yang harus kita ketahui. Jenis-jenis tersebut dikelompokan berdasarkan penyebabnya. Adapun jenis yang akan Seruni sebutkan di bawah ini, masih berhubungan dengan proses terjadinya gempa bumi, yaitu:

 

1. Gempa Tektonik

Gempa tektonik atau yang disebut juga sebagai gempa dislokasi. Umumnya proses terjadinya gempa bumi tektonik lantaran adanya patahan kulit bumi secara tiba-tiba. Energi batuan yang dilepas mendadak akibat lepasnya tegangan (tension) pada kulit bumi dapat menyebabkan gelombang (energi) yang menjalar melalui lapisan-lapisan kulit bumi.

Ada dua jenis gelombang yang dibedakan berdasarkan arah menjalarnya, pertama adalah gelombang yang menjalar di permukaan tanah dengan kecepatan lambat (surface wave) dan gelombang yang menjalar ke segala arah dan paling merusak (rolling wave).

 

2. Gempa Vulkanik

Aktivitas gunung berapi menjadi salah satu faktor penyebab gempa bumi. Berdasarkan National Geographic, proses terjadinya gempa vulkanik gunung berapi diakibatkan oleh pergerakan magma di bawha permukaan bumi. Karena adanya pergerakan tersebut, akhirnya terjadilah perubahan tekanan pada bebatuan di sekitar magma.

Umumnya, gempa jenis ini, kerap terjadi di sejumlah bagian di dunia dengan titik pegunungan berapi. Terlebih, bagi yang berada di atas titik pertemuan atau patahan dua lempeng. Saat lempeng tersebut saling bergesekan, hal tersebutlah yang kemudian menyebabkan terjadinya gempa.

 

3. Gempa Bebatuan

Gempa terjadi tanpa kenal waktu, salah satu gempa yang mungkin terjadi adalah gempa bebatuan. Dinamakan bebatuan, karena proses terjadinya disebabkan oleh aktivitas manusia di permukaan bumi. Dengan kata lain, bencana ini terjadi karena adanya reruntuhan batu di sebuah tempat tertentu. Lantas, apa saja aktivitas manusia yang dapat menyebabkan kondisi tersebut?

  • Pembuatan terowongan
  • Proses penambangan
  • Pegunungan kapur
  • Projek besar tertentu

Umumnya, gempa yang satu ini bersifat keciil dan daerah yang dipengaruhi hanya sekitar 1-100 meter. Meski demikian, kita harus tetap berhati-hati ketika berada di dekat lokasi kejadian.

 

Istilah dalam Gempa Bumi

Ada sejumlah istilah yang berkaitan dengan gempa bumi, yang mesti kita ketahui, yakni:

  • Hiposentrum, adalah pusat terjadinya gempa di dalam bumi.
  • Episentrum, pusat gempa yang terjadi di permukaan bumi.
  • Makroseisma, yaitu getaran gempa yang sangat kuat dan terasa oleh umum.
  • Mikroseisma, jika makroseisma adalah getaran yang sangat kuat, berbeda dengan mikroseisma gempa yang terjadi dengan getaran yang sangat halus. Bahkan, hanya dapat tercatat oleh seismograf.
  • Pleistoseista, adalah daerah gempa yang menyebabkan kerusakan paling parah.
  • Isoseista, yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama kuat getarannya.
  • Homoseista, adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat dengan catatan waktu getarannya sama.
  • Seismograf, adalah alat yang digunakan untuk mengukur getaran gempa.
  • Seismogram, adalah data yang tercayay pada waktu getaran gempa terjadi.

Baca Juga:

Jadi, itulah beberapa hal yang dapat Seruni jelaskan mengenai gempa bumi, mulai dari pengertian, proses terjadinya gempa, hingga jenisnya. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan.