Berawal dari Membaca Potongan Ayat Al-Qur’an, Jenny Bule Jerman Jadi Mualaf

  • Bagikan
Berawal dari Membaca Potongan Ayat Al-Qur'an, Jenny Bule Jerman Jadi Mualaf
okezone.com

Seruni.id – Berawal dari membaca potongan ayat Al-Qur’an membuat Jenny, bule asal Jerman, memutuskan untuk menjadi mualaf. Perjalanan mualafnya pun sungguh menarik dan menginspirasi.

Jenny terlahir dan dibesarkan dari keluarga non-Muslim. Namun, tiba-tiba saja kepercayaannya pada agama sebelumnya goyah setelah ia membaca Al-Qur’an. Bahkan, ia merasa Al-Qur’an memiliki makna yang mendalam, hingga akhirnya hatinya tersentuh dan memilih Islam sebagai kepercayaannya.

“Ketika membaca arti dari ayat-ayat itu, saya merasa tepat di hati, dan saya menangis di halaman pertama Al-Qur’an yang saya baca,” ungkap Jenny.

Berawal dari Pertemuannya dengan Seorang Pria

Perjalanan mualafnya berawal ketika ia tengah berada di halte bus. Setelah turun dari bus, Jenny tak sengaja bertemu dengan seorang pria bernama Havel, yang kini menjadi suaminya.

Tanpa sadar, ia menjatuhkan sesuatu dari dalam tasnya. Pria tersebut pun lantas mengambilnya dan mengembalikannya kepada Jenny. Dari pertemuan yang tak disengaja itu, membuat mereka semakin dekat.

Havel adalah orang yang asik diajak berbicara, tak heran jika perbincangan mereka kian hari semakin intens. Mulai dari membicarakan tentang kehidupan hingga kepercayaan. Saat itu Jenny pun tahu bahwa kenalannya adalah seorang Muslim.

Namun, perbedaan tak menjadi masalah. Justru semakin seringnya mereka bertemu membuat Jenny perlahan-lahan tertarik dengan Islam. Menurut Jenny, selain asik, Havel adalah orang yang tepat untuk diajak berdiskusi tentang perbedaan sikap seorang Muslim.

Sebagai seorang non-Muslim, Jenny memang tidak tahu sama sekali tentang ajaran agama Islam. Ia hanya tahu dari media sosial saja. Wajar saja jika ia sempat berpikir bahwa seorang Muslim memiliki pribadi yang keras dan buruk. Namun, ia tak melihat itu pada diri Havel. Baginya, Havel adalah sosok Muslim yang baik dan ramah.

“Kalau saya ke rumahnya dan bertemu dengan keluarganya yang berasal dari Turki, saya selalu merasa disambut dan mereka baik,” ucapnya.

Pertemuan mereka yang semakin rutin, membuat Jenny kerap bertanya tentang perbedaan mencolok antara Islam dan agama yang ia yakini saat itu. Salah satu pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya adalah tentang daging babi, makanan haram yang tidak dikonsumsi seorang Muslim dan dilarang oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Selain itu, Jenny juga mendapat pandangan Islam tentang kisah Nabi Isa Alaihissallam.

“Dia (Havel) menceritakan kepada saya tentang indahnya surga. Dia jelaskan pada saya tentang Nabi Isa dalam Islam. Isa bukan Tuhan tapi nabi. Itu membuat saya berpikir,” ucapnya.

Membaca Ayat Al-Qur’an

Sejak saat itu, Jenny semakin tertarik pada Islam, ia pun mencoba mengulasnya dari media sosial. Meski perlahan-lahan mulai meyakini Islam, tapi ia masih belum berani berpindah agama.

Selama masa pencarian itu dirinya merasa Al-Qur’an adalah kitab suci yang memberi jawaban pasti. Dilanda jawaban penasaran, Jenny yang baru sampai di bus langsung duduk dan membaca Alquran.

Namun, ia tak bisa membaca Al-Qur’an secara terang-terangan, dia berusaha menutupinya dengan kertas hitam. Saat membaca, Jenny pun tiba-tiba saja tersentak dan lansung menangis.

“Ketika baca, saya tidak tahu ayat pertama Al Baqarah. Kalau di surat kedua mengenai hati saya. Kafir harusnya melihat tapi tidak melihat tanda Islam. Ayat ini pas saya baca langsung kena di hati saya. Baru beberapa halaman, saya menangis. Air mata saya mengalir,” kenangnya.

“Lalu saya bilang, oke saya mau jadi Muslim. Saya membaca dua kalimat syahadat di rumah dan mengulanginya lagi di masjid sambil ditemani Havel,” terangnya.

Kemudian ia segera memakai hijab dan melakukan perintah Islam serta menikah dengan Havel.

Baca Juga: Perjalanan Spiritual Margareta Wiyanda Handoyo, TikTokers yang Menjadi Mualaf

Dari kisah di atas, semoga dapat menginspirasi kita semua dan bisa diambil hikmahnya. Allahu a’lam bisshawab.

  • Bagikan