Bercanda Menurut Pandangan Islam Serta Adabnya

Bercanda Menurut Pandangan Islam Serta Adabnya
umma.id

Seruni.id – Bagaimana becanda menurut pandangan Islam? Becanda atau bergurau sangat dekat sekali dalam kehidupan kita. Entah itu di dalam keluarga, lingkungan pergaulan dan lainnya. Adapun tujuannya adalah untuk menghibur orang lain.

Bercanda Menurut Pandangan Islam Serta Adabnya
ruangmuslimah.co

Bahkan, tak sedikit dari kita yang melakukan candaan alias lawakan semata-mata mencari profit dengan profesi sebagai komedian, atau ada yang memang benar-benar sudah menjadi sifat dan karakter masing-masing individu. Namun, bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini?

Pandangan Islam Tentang Bercanda

Ketika bercanda hendaknya harus tetap ada ‘rambu-rambu’ atau batasan yang perlu diperhatikan. Jangan sampai, candaan yang kita lontarkan membuat orang lain tidak nyaman atau merasa tersinggung. Islam sendiri tidak melarang atau mengaramkan sebuah candaan. Jika kita mengetahui, Rasulullah SAW merupakan sosok yang humoris. Namun, tetap memerhatikan batas-batasnya.

Dilansir dari republika.co.id, Islam telah memberikan tuntunan dalam bercanda, agar gurauan yang dilakukan dengan niat untuk menghibur tidak berbalik menjadi dosa. Dalam hidupnya, Rasulullah pun pernah bercanda.

Dari Hasan RA, dia berkata, ada seorang wanita tua yang datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah supaya memasukkanku ke dalam surga.” Lantas, Rasulullah SAW pun menjawab, “Wahai Ummu fulan, sesunggunya sugra itu tidak dimasuki oleh orang yang sudah tua renta.”

Mendengar jawaban tersebut, perempuan itu pun berpaling sambil menangis. Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, “Beri tahu dia kalau dia tidak akan masuk surga dalam keadaan sudah tua renta. Sebab, Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langusung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta, lagi sebaya umurnya’.” (QS Al-Waqiah (56): 35-37) (HR Tirmidzi).

Adapun adab-adab dalam bercanda sebagai berikut:

1. Tidak Berlebihan

Ketika bergurau, sebaiknya tidaklah berlebihan. Sebab, setiap candaan yang berlebihan akan menjatuhkan kehormatan pandangan manusia. Kehormatan harga diri dalam Islam sama halnya dengan kehormatan darah dan harta. Kesadaran orang untuk tidak mencuri harga atau mencelakai orang lain, belumlah cukup tanpa adanya kesadaran untuk menjaga kehormatan orang. Sabda Nabi SAW, “Setiap Mulsim dengan Muslim lain diharamkan darah, harta, dan harga dirinya.” (HR. Muslim).

2. Tidak Berbohong

Meskipun hanya sekadar bercanda, namun harus tetap menghindari perkataan dusta atau bohong. Sebab, jika ia melakukannya, maka sesungguhnya ia telah keluar dari batasan mubah (boleh) kepada keharaman. Nabi SAW bersabda,

“Celakalah orang yang bercerita lalu berdusta untuk membuat tawa manusia, celakalah ia, celakalah ia,” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim dari Mu’awiyah bin Haidah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah menyatakannya hasan dalam Shahih al-Jami’).

3. Tidak Menyakiti Perasaan Orang Lain

Seperti yang disebutkan di atas, dalam hal bercanda kita dilarang untuk berlebihan. Karena meskipun tak ada niat, candaan tersebut bisa saja melukai perasaan orang lain. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

“Janganlah salah seorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

4. Tidak Boleh Menakuti

Candaan bertujuan untuk menghibur orang lain ketika ia dihadapkan dengan masalah pun hal lainnya. Ketika bercanda, tentunya kita dilarang untuk menakut-nakuti, karena hal ini merupakan sesuatu yang bertolak belakang dengan tujuannya tersebut. Jadi, sebisa mungkin hindarilah hal ini, ya.

5. Tidak Dilakukan dengan Orang yang Lebih Tua

Adab selanjutnya, jangan pernah melakukan candaan terhadap orang yang lebih tua darimu, terhadap orang yang tidak senang bercanda, atau terhadap wanita yang bukan mahrammu.

6. Tidak Bercanda Sampai Menjadi Kebiasaan

Sebaiknya jangan jadikan bercandaan sebagai tabi’at atau kebiasaan. Karena hal ini akan berakibat fatal, seperti menjatuhkan wibawamu dan akan mudah dipermainkan oleh orang lain.

7. Tidak Bercanda dengan Ayat-ayat Al-Qur’an

Tidak diperbolehkannya seseorang dalam bercandanya bermain-main dengan ayat Al-Qur’an. Sehingga akan mengakibatkan merendahnya ayat-ayat yang suci tersebut. Terlebih ayat-ayat di dalam Al-Qur’an merupakan firman Allah SWT. Lantas, bagaimana jika seseorang mempermainkan firman Allah? Maka sama saja dengan mempermainkan Sang Pencipta.

8. Tidak Mengolok-olok Lewat Candaan

Cukuplah satu firman Allah dalam Al-Qur’an ini sebagai dalil larangan mengolok-olok meskipun hanya sekadar candaan, sehingga menimbulkan pertengkaran dan permusuhan antar sesama.

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah beriman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim,” (QS. Al-Hujarat: 11).

9. Tidak Tertawa Berlebihan

Di dalam bercanda juga dilarang untuk tertawa secara berlebihan hingga menimbulkan suara yang keras dan kebisingan tersendiri. Larangan tertawa berlebihan ini telah diingatkan Rasulullah,

“Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah).

Seperti hadits dari Aisyah RA, “Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak hingga kelihamatan amandelnya, namun Beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

10. Jangan Candai Asma Allah

“Dan janganlah kamu tanyakan kepada meraka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nyakamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65-66).

Baca Juga: 70 Tebak-tebakan Romantis yang Lucu dan Bikin Baper

Itulah ulasan mengenai bercanda menurut pandangan Islam. Jadi, bercanda atau bergurau tidaklah dilarang atau diharamkan, selagi tidak melewati batas dan tetap mematuhi adab yang telah dijelaskan di atas. Semoga kita termasuk salah satu hamba yang memiliki sifat bertakwa, sehingga bisa senantiasa melakukan berbagai perbuatan dengan menjadikan sudut pandang Islam sebagai pertimbangannya. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.