Bukan Pakai Odol, Begini Cara Mengobati Luka Bakar dan Memar dengan Tepat

Bukan Pakai Odol, Begini Cara Mengobati Luka Bakar dan Memar dengan Tepat
aladokter.com

Seruni.id – Siapa di antara kalian yang masih sering menggunakan odol untuk mengobati luka bakar dan memar? Meski cara ini cukup simpel, tapi sayangnya sangat tidak disarankan, ya.

Bukan Pakai Odol, Begini Cara Mengobati Luka Bakar dan Memar dengan Tepat
kompas.com

Sebab, ini hanyalah sebuah mitos lama yang sebaiknya dihindari. Karena pasta gigi tidak dirancang untuk penggunaan medis dan dikhawatirkan malah akan menimbulkan masalah lain. Lalu, bagaimana sih cara yang tepat untuk mengobati luka bakar atau memar? Berikut Seruni telah merangkumnya untukmu.

 

1. Bilas dengan Air Mengalir

Ketika mengalami luka bakar akibat tersiram air panas, minyak panas, dan lainnya, sebaiknya jangan lantas mengoleskan pasta gigi pada luka tersebut, ya. Langkah terbaik untuk mengobati luka bakar dan memar tersebut adalah dengan mencuci area tersebut dengan air mengalir.

Ini merupakan salah satu cara untuk mendinginkan luka. Namun, tidak disarankan menggunakan air es, es batu, atau bahkan merendam ke dalam air. Karena hal ini hanya akan membuat luka tersebut semakin parah.

 

2. Lembapkan Area Kulit yang Terbakar

Kalau kamu sudah membilas atau mencuci luka bakar tersebut dengan air mengalir, langkah berikutnya adalah membiarkan area sekitar kulit untuk tetap lembap. Kamu bisa menggunakan obat luka bakar dengan fungsi yang melembapkan kulit.

Kenapa sih harus dibiarkan lembap? Karena ini sangat penting untuk mencapai hasil penyembuhan yang optimal. Ketika kulit lembap, luka akan mengering dengan lebih cepat.

 

3. Segera Dibawa ke Dokter

Daripada kamu menggunakan pasta gigi, yang belum tentu bisa mengobati luka bakar dan memar, apalagi jika kondisi luka sudah menyebabkan kulit melepuh hingga bergelembung berisi cairan, lebih baik segeralah datang ke dokter.

Usahakan untuk tidak memecahkannya sendiri, ya. Sebab, pecahnya gelembung luka bakar juga dapat menyebabkan bekas luka yang menghitam. Itulah alasan mengapa menjaga luka agar tetap bersih danterhindar dari kontaminasi sangat penting.

 

4. Rajin Mengganti Plester

Dan sebaiknya, luka bakar tidak dibiarkan terbuka, ya. Pastikan kamu menggunakan plester untuk menutup luka tersebut sesuai dengan kebutuhan dan harus rutin pula menggantinya agar kebersihan luka tetap terjaga.

Idealnya, plaster diganti setiap 6-8 jam sekali. Apalagi, kalau kamu memiliki aktivitas yang padat, pastinya akan ada keringat dan kotoran yang masuk melalui celah-celah tersebut. Jadi, jangan lupa untuk selalu menggantinya, ya.

 

5. Jangan Biarkan Luka Terbuka

Sebagian orang mungkin mengnggap, bahwa luka lebih baik dibiarkan terbuka. Tapi sayangnya, cara ini tidak tepat dilakukan dalam mengobati luka bakar. Luka dalam keadaan basah dan lembap merupakan dua hal yang berbeda. Luka yang tidak ditutup dengan baik, pasti memiliki kondisi yang basah bukannya lembap.

Jadi, ketika terdapat luka di lukitmu, entah itu luka lecet, sayatan, hingga tertusuk, sebaiknya luka tersebut jangan dibiarkan terbuka. Karena khawatir akan mudah kotor, terinfeksi, dan kombinasi.

 

Bahaya Luka Diolesi Pasta Gigi

Lalu, apa saja sih sebenarnya bahaya mengoleskan pasta gigi pada luka bakar? Melansir dari Popmama, seorang dokter bernama Kevin menjelaskan, bahwa zat-zat kimia di dalam odol itu bersifat korosif.

Di mana ketika diaplikasikan pada luka terbuka, zat tersebut akan membuat luka semakin dalam. Ketika luka samkin dalam, risiko terkena infeksi pun meningkat, yang berujung pada komplikasi yang serius.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Handbody untuk Menghilangkan Bekas Luka

Jadi, itulah beberapa cara mengobati luka bakar dan memar dengan tepat, serta penjelasan mengapa luka tidak boleh diobati dengan pasta gigi. Semoga dengan adanya penjelasan ini, bisa menyadarkan kalian bahwa odol bukanlah komponen medis yang bisa mengobati luka bakar.