5 Cara Mendidik Buah Hati Agar Menjadi Anak yang Jujur

lifestyle.okezone.com

Seruni.id – Setiap anak memang pernah berbohong. Anak berbohong untuk berbagai macam alasan, bisa karena tak ingin kena masalah hingga tak ingin menyakiti hati orang lain. Kemampuan berbohong bisa dimiliki anak saat usaianya sekitar 2,5 tahun dan hal ini merupakan bagian dari kemampuan kognitif dan sosialnya.

Related image
popmama.com

Agar buah hati kita bisa jadi anak yang jujur, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Proses untuk mendidik anak memiliki kepribadian yang jujur mungkin butuh waktu yang tak singkat. Tapi kita bisa melakukannya dengan mengikuti sejumlah tips dasar berikut ini.

Jauhi Kata ‘Pembohong’

Saat Anda mengetahui bahwa si anak sedang berbohong, jangan pernah memanggilnya dengan sebutan ‘pembohong’. Hal ini justru akan membuatnya semakin bertahan di balik ketidakjujurannya dan cenderung akan terus berbohong. Katakan dengan lembut-tapi-tegas bahwa Anda tidak menyukai kebohongan, namun tidak mengurangi rasa sayang Anda kepadanya. Anak akan tahu bahwa Anda tidak menyetujui tingkah lakunya, tapi ia sadar ada kesempatan untuk menjelaskan kenapa dia berbohong.

Tetap Tenang dan Tidak Membentak

Jane Nelsen mengatakan bahwa sebagian besar hukuman berasal dari emosional dan kemarahan, hal ini tidak memberi anak pelajaran, justru membuat mereka merasa defensif dan takut. Jadi, usahakan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif agar anak nyaman untuk berkata jujur. Bertanyalah secara baik-baik dan lembut, jangan memarahi atau membentaknya apalagi di depan banyak orang. Si anak akan merasa rendah diri jika Anda melakukannya.

Jadilah Panutan Pribadi yang Jujur

Dikutip dari greatschools.org, Victoria Talwar, profesor madya di Department of Educational and Counseling Psychology, McGill University di Montreal memaparkan bahwa bila kita menginginkan anak yang jujur tapi kita sendiri tak menjadi panutan yang jujur, maka anak akan kebingungan dalam menerima pesan kita. Misalnya, kita melarang anak makan es krim dengan bilang kalau kita tak punya uang. Padahal alasan utama kita melarangnya makan es krim adalah karena dia sudah makan cokelat dan permen.

Berikan Apresiasi untuk Kejujuran

Saat Anda mengetahui bahwa si kecil sudah berkata jujur, berikan pujian padanya. Biarkan anak paham dan menanggapi pujian ini sebagai bentuk penghargaan karena ia telah berkata jujur. Berkata jujur adalah perbuatan baik, dan perbuatan baik akan membuat orangtua senang. Ketika anak mengingat pujian yang Anda berikan, maka ia juga akan merasa puas terhadap diri sendiri dan semakin percaya diri untuk menjadi anak yang jujur.

Katakan Kalau Jujur Itu Lebih Baik

memberitahu anak kalau kita akan senang bila mereka mau jujur bakal memotivasi mereka untuk jujur. Biasanya anak berbohong karena takut dimarahi. Tapi kalau kita mengatakannya padanya kalau kita tak akan marah asal mau jujur, maka anak akan dengan sendirinya berkata jujur.

Baca Juga: 3 Tips Mengenali Seseorang Sedang Berbohong

Jangan keburu marah atau emosi ketika anak ketahuan berbohong. Kita bisa coba mengarahkannya pelan-pelan untuk membangun kepribadian dan karakternya menjadi anak yang jujur. Semoga tips di atas bermanfaat, ya.