Diwawancarai David Jephcott, Timo Scheunemann Minta Berhenti saat Azan Berkumandang

Seruni.id – Para pencinta bola pasti kenal dengan mantan pelatih Persiba Balikpapan satu ini, Timo Scheunemann, atau yang lebih akrab dipanggil Coach Timo. Beberapa hari lalu, ia menghebohkan dunia maya, karena video wawancaranya dengan David Jephcott, yang tak lain merupakan YouTuber asal Australia, mencuri perhatian. Coach Timo meminta David untuk menghentikan sejenak sesi wawancaranya, saat ia mendengar lantunan Azan berkumandang, dari sebuah Masjid yang ada di belakang rumahnya.

Image result for coach timo dan londokampung

“Tapi maaf sebentar ya, ini masih Azan ini. Sebentar saja kok. Di belakang rumahku ada Masjid soalnya. Setelah Azan ya,” ucap cocah Timo.

Sikap Timo pun mendapat banyak tanggapan positif dari mereka yang menonton video tersebut, berikut di antaranya:

Nasir Roib: Amazing ….Coach Timo mendengar azan minta berhenti….salutt dan respect buat sampean Coach Timo…
puji agus: salut cak timo hargai azan
Violet awan: Salut sama coach timo, “Sek sek adzan, soal e mburi omah q masjid”

Pada video yang diunggah oleh akun YouTube Londokampung tersebut, terlihat pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 29 November 1973 silam itu memang sedang menyiapkan proses tanya jawab dengan David, mengenai Coach Timo yang lancar berbahasa Jawa.

Baca Juga: Saat Kumandang Azan Menyentuh Relung Hati Sarah Price

Padahal, seperti diketahui, Coach Timo merupakan pria berdarah Jerman. Dan yang lebih menariknya lagi adalah, bukan hanya Coach Timo yang pandai berbaha Jawa, tapi juga semua saudaranya juga terbiasa bicara menggunakan bahasa Jawa.

Sesi wawancara memang baru dilanjutkan kembali, setelah Azan selesai berkumandang. Tak heran jika ia mendapat banyak pujian dari berbagai pihak, karena paham benar bagaimana cara menghormati Azan.

Mau lihat bagaimana wawancara lengkap David dan Coach Timo? Simak di sini:

Selain menghargai Azan, ia juga begitu cinta dengan budaya Indonesia. Salut! Semoga cerita ringan dari Coach Timo dan David bisa menjadi pelajaran positif untuk kita semua, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.