Keliling Dunia Membuat Michael Ruppert Temukan Jalan Menuju Islam

mvslim.com

Seruni.id – Setiap orang tentu pernah bermimpi untuk keliling dunia, mengunjungi tempat-tempat menarik yang belum pernah kita temukan. Begitupun dengan Michael Ruppert, seorang pria bule berdarah campuran Belanda dan Belegia ini memutuskan untuk berkeliling dunia pada tahun 2010. Sejak melakukan perjalanannya itu, dia mendapatkan hidayah dan menemukan jalan menuju Islam.

Hasil gambar untuk Michael Ruppert convert moslem
news.detik.com

Michael kerap mendapatkan sumbangan dari keluarga serta kerabatnya, demi menyambung hidup dalam perantauan. Namun, uang sumbangannya itu tak jarang ia sumbangkan kembali di berbagai negara yang dikunjunginya. Michael sudah berhasil mengunjungi 60 negara dalam kurun waktu 4 tahun, seperti Turki, Albania, Malaysia, dan Indonesia.

[read more]

 

Ketika berangkat dari negara asalnya, Michael bukanlah seorang Muslim. Namun, ada hal menarik terjadi saat perjalanannya ke berbagai negara, dia menemukan hidayah menuju Islam. Dia menemukan hidayahnya ketika berada di Malaysia dan Indonesia, di mana kita tahu kedua negara itu merupakan negara bermayoritas Muslim.

“Setelah sempat tinggal dengan beberapa keluarga Muslim di Malaysia dan Indonesia, aku sering mempertanyakan tentang apa yang mereka baca dalam Alquran? Apa yang mereka lakukan di masjid? Apa yang mereka lakukan di hari raya Islam? Rasa penasaranku membawaku untuk menemukan Islam,” tutur Michael.

Dan akhirnya pada 2015 Michael mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Tak lupa, Michael memberitahu tentang keislamannya itu pada keluargnya di Belanda. Michael merasa senang karena keluarganya bisa menerima dengan baik keputusannya itu. Ia juga banyak menjelaskan tentang Islam kepada keluarganya.

Tak berhenti sampai di situ, setelah resmi menjadi mualaf, Michael pun terus memperdalam tentang Islam. Secara perlahan dia menghafal bacaan salat, melaksanakan salat, berlatih membaca Alquran dan berpuasa. Ramadhan saat itu menjadi spesial untuk Michael karena merupakan pertama kalinya puasa seteleh menjadi Muslim.

Tiap kali ia merasa lapar, dirinya akan terus mengingat kalau ia Muslim dan harus mencoba fokus melakukan ibadahnya dengan serius. Selama berpuasa, Michael tetap travelling. Ia banyak menghabiskan waktu untuk jalan-jalan, menikmati destinasi di Jakata serta Bandung. Michael merasa puasa di Indonesia begitu nyaman.

[/read]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.