Lindswell Kwok: “Tiap Kali Mau Salat itu Harus Ngumpet-ngumpet”

acehbisnis.com

Seruni.id – Lindswell Kwok dikenal sebagai ratu wushu Indonesia yang kini telah menjadi seorang mualaf. Namanya menjadi tersohor karena prestasinya dibidang olahraga wushu. Apalagi, dia pernah memenangkan mendali emas cabor (cabang olahraga) wushu nomor Taijiwuan pada Asian Games 2018 lalu. Lindswell menceritakan kisahnya saat ia mulai mengenal Islam, pertama kali ia mencari tahu tentang Islam yakni dari teman-temannya sesama atlet.

instagram.com

Lindswell mengaku, sebenarnya dia bukanlah seorang yang pro terhadap Isalam. Bahkan, ia sering mempertanyakan seperti apa sebenarnya agama Islam itu. Karena sebelumnya, ada beberapa oknum yang membuatnya salah paham terhadap Islam.

Setelah mempelajari Islam lebih jauh, Lindswell sadar, bahwa Islam sangatlah indah. Islam merupakan agama yang memiliki pedoman lengkap, yakni Alquran. Pintu hatinya semakin terbuka ketika melihat teman seasramahnya yakni Niza, melakukan ibadah salat. Wanita kelahrian 1991 itu melihat bagaimana salat bisa menjadi tempat mengadu bagi kaum muslim. Pasalnya, pada saat itu, dia sedang merasakan beban dan bingung ingin menceritakannya kepada siapa.

Melalui pemikiran dan pertimbangan yang mendalam, Lindswell pun akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. Namun, jalan yang ditempuh untuk mendalami Islam tak berjalan dengan mulus, dia dihadapkan dengan tantangan yang besar, hingga akhirnya memutuskan untuk menyembunyikan identitas agamanya.

Sejak memutuskan menjadi mualaf, Lindswell masih sembunyi-sembunyi menjalankan kewajibannya sebagai pemeluk Islam. Bahkan, saat ingin beribadah salat saja, ia harus membawa sebuah ember yang berisikan air berserta gayung. Hal tersebut ia lakukan agar tidak menyakiti hati kedua orangtua serta kelima kakaknya.

“Saat masih di Medan, tinggal sama orang tua dan di asrama pelatnas wushu, tiap kali mau salat itu harus ngumpet-ngumpet,” kata Lindswell Kwok.

“Saat di rumah, kalau mau ke toilet itu ngelewatin kamar mamah, aku khawatir kan mama tahu. Tujuannya, enggak mau bikin mama kepikiran, aku usahakan sebisa mungkin agar mama enggak tahu. Kalau ditanya mama,’Ngapain sih tiap pagi kebangun,’ aku jawab saja, kebelet,” ujar dia.

“Tapi, kan tidak bisa setiap hari bilang kebelet. Kemudian besoknya aku bawa ember saja kamar, biar kalau wudhu enggak perlu keluar kamar. Kalau enggak ya bawa botol besar ke kamar,” Lindswell Kwok membeberkan.

Tak hanya itu, dia juga menyembunyikan mukenanya dengan rapi agar tidak ada yang melihatnya. “Mukena juga disimpan, harus bener-benar rapi. Apalagi, di rumah ada keponakan masih kecil yang suka bongkar-bongkar,” tutur dia.

Dia mengaku bahwa beribadah di rumah, tak lebih nyaman saat menjalankan ibadah salat di pelatnas. Asrama tempatnya menginap berseblahan dengan ruang Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). Kaka Lindswell, Iwan Kwok, menjadi salah satu pengurusnya.

Sebab, ketika beribadah di sana, ia lebih leluasa karena rekan satu kamarnya Juwita, membebaskan dirinya untuk beribadah apapun, termasuk salat. Di saat bersamaan, Lindswell Kwok, yang kini telah menjadi istri mantan pewushu nasional yakni, Achmad Hulaefi, pelan-pelan mengungkapkan keputusannya itu kepada orangtuanya. Menurutnya, memberi tahu orangtunya sangat sulit dibanding ketika dia mengabarkan secara frontal.

“Aku selalu kepikiran dengan situasi itu. Aku ajak mama bicara, cuma orang tua berharap semoga anakku enggak. Mungkin orang lain bilang,’Kenapa enggak ngomong langsung?’. Buat aku, aku yang tahu situasinya,”

“Mungkin orang lain bilang,’Kenapa enggak ngomong langsung?’. Buat aku, aku yang tahu situasinya,” ujar mantan pewushu itu.

“Ini bukan hal yang mudah, orang lain enggak akan bisa memberikan solusi yang sempurna. Apapun caranya pasti ada sisi negatifnya pasti ada dampak yang tidak baik. Dijalani pelan-pelan, mau bagaimana lagi. Aku akan terus berusaha, berdoa,” kata pemilik lima medali emas Kejuaraan Dunia Wushu itu.

Khawatir tidak bisa menjalankan salat, Lindswell memilih untuk tetap tinggal di asrama meskipun dirinya diberikan jatah libur oleh pelatnas. Dia ingin menjalankan ibadah salat dengan tenang tanpa menyakiti keluarganya.

“Aku khawatir enggak bisa menjalankan salat. jadi, aku memutuskan untuk tidak sering-sering pulang,” kata dia.

Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan ketiga Lindwell, pada dua tahun sebelumnya dia sempat diam-diam melaksanakan puasa, tapi kini dia bisa menjalani puasa Ramadhan secara terbuka dan leluasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.