Mantan Model Playboy Menjadi Mualaf dan Berhijab

WinNetNews.com

Seruni.id – Sebelum memutuskan memeluk Islam, Jamie telah melakoni pekerjaannya sebagai model majalah playboy selama lima tahun. Ia bukan orang yang sangat konservatif. Bahkan, selama dirinya menjadi model, ia kerap mengonsumsi obat-obatan terlarang. Awalnya, dia menggunakan obat-obatan terlarang hanya sebagai alat bantu untuk menurunkan berat badan.

nulis.co.id

Namun sayangnya, setelah beberapa minggu, Jamie justru mulai kecanduaan. Jamie, tidak melakukannya sendiri, melainkan bersama dengan suaminya. Mereka berdua menjadi pencandu obat-obatan terlarang. Suaminya adalah pria keturunan Iran. Bagi Jamie, suaminya bukanlah pria yang baik. Karena Jamie kerap mendapatkan perlakukan yang kasar. Itulah yang membuat Jamie takut akan kehidupannya.

Karena tak tahan, akhirnya Jamie memutuskan untuk berhenti menggunakan obat-obatan tersebut. Karena sebenarnya, hal ini bukanlah yang ia inginkan untuk hidupnya. Setelah berhenti mengonsumsi narkoba, Jamie melahirkan anak pertamanya. Saat itu, ia hanya berfokus untuk membesarkan buah hatinya. Sejak memiliki anak, fokus Jamie mulai berubah. Ia memutuskan meninggalkan suaminya dan hidup bersama dengan buah hatinya.

Sebagai seorang model di Hollywood, Jamie bisa mendapatkan apa saja yang ia inginkan. Namun, ketika dia memutuskan menjadi mualaf, semua orang di lingkungan kerjanya sangat terkejut. Mereka tak menyangka, Jamie meninggalkan dunia gemerlapnya hanya untuk menjadi seorang Muslim.

Jamie memiliki tekad yang kuat untuk meninggalkan kebiasaan buruknya, mulai dari minum-minuman keras, narkoba, peseta dan lainnya. Semuanya perlahan ia tinggalkan. Sebelum memutuskan masuk Islam, Jamie melakukan riset kecil-kecilan. Dia ingin tahu mengapa agama ini sangat dibenci di Barat seperti yang dia lihat di berita-berita. Dia melihat banyak penindasan dan kekerasan yang melibatkan Islam. Jamie ingin mengetahui yang sebenarnya dan apakah Islam memang begitu.

Selama dia melakukan riset kecilnya, semakin banyak kebenaran yang mulai terungkap. Hal pertama yang disukai Jamie dalam Islam adalah penghormatan agama tersebut terhadap kaum perempuan. Banyak sekali hal-hal dalam Islam yang mengajarkan menghormati perempuan. Hidup sebagai perempuan tidak mudah. Perempuan harus merawat dirinya sendiri, rumah, suami dan anak-anak.

Dan Islam sangat menghormati pekerjaan sulit tersebut. Selain itu, ketika beribadah, perempuan dipisahkan dari pria. Hal ini sebagai langkah perlindungan bagi kaum perempuan. Karena Islam mengerti akan kekuatan kaum perempuan, yakni daya seksualitasnya. Setelah menyadari hal-hal tersebut, Jamie benar-benar ingin menjadi seorang Muslim.

Usai menjadi seorang Muslim, Jamie merasa kehidupannya berubah. Dia merasa benar-benar merasakan kedamaian. Sebelumnya, Jamie merasa hidupnya tidak stabil. Hidupnya terombang-ambing tidak memiliki tujuan dan arti. Dengan Islam, Jamie merasa memiliki tujuan hidup dan bisa mengerti mengapa ia dilahirkan.Untuk lebih mendekatkan diri dengan Islam dan memahaminya dengan baik, Jamie mulai sering pergi ke masjid untuk belajar bersama sesama Muslim yang menyambutnya dengan penuh persaudaraan.

Dalam hidupnya, Jamie tidak pernah berpikir bahwa dia akan menjadi seorang Muslim. Hingga kini, dia masih tidak percaya dirinya menjadi bagian dari Muslim. Namun, kini Jamie sangat bangga dan bahagia dengan keislamannya. Jamie bahkan sudah mengenakan hijab dan menunjukkan pada dunia bahwa dia kini seorang Muslim. Dia tidak peduli jika banyak orang yang membencinya.

“Aku ingin menunjukkan kepada mereka bahwa Allah ada untuk semua orang, bukan hanya untuk orang Timur Tengah,” katanya.

Sebelum menjadi Muslim, Jamie melakukan semua aktivitasnya seperti olahraga, snowboarding, bermain ski dan sebagainya. Kini sebagai muslim, Jamie masih menikmatinya dan masih menggunakan hijabnya.

Berikan Dukungan Kepada Kami Dengan Memberikan Rating

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.