Nader Mahmoud Kouja, Seorang Hafiz yang Hidup dengan Satu Paru-paru

khazanah.republika.co.id

Seruni.id – Uni Emirat Arab (UEA) tengah menggelar Dubai Internasional Hloy Quran Award (DIHQA) yang merupakan sebuah ajang kompetisi hafiz atau penghafal Alquran dari seluruh belahan dunia. Di antara para peserta, ada seorang kontestan yang menjadi pusat perhatian masyarakat. Ia adalah Nader Mahmoud Kouja, seorang hafiz perwakilan dari Lebanon.

Hasil gambar untuk Nader Mahmoud Kouja
khaleejtimes.com

‘Nader’ yang berarti langka atau satu-satunya. Sama seperti namanya, ia menderita kelainan langka, yaitu hidup dengan satu paru-paru. Akibatnya, ia mengidap gangguan pernapasan. Namun, di tengah keterbatasan fisiknya, ia dianugerahi bakat yang sangat luar bisa, yaitu mampu menghafal Alquran dengan cepat.

Sejak usianya 14 tahun ia mulai mempelajari Alquran, di kelas pendidikan Alquran yang diadakan setiap hari di masjid. Uniknya, meski di tengah keterbatasan yang dia alami, tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan hafalannya. Nader mengenal Alquran dengan sepenuh hati dan membacanya dengan kesempurnaan yang luar biasa. Dia membuktikan bahwa kondisi fisiknya tidak menghentikan langkahnya untuk menghafal ayat-ayat suci Allah.

Pencapaiannya itu, menurutnya, tidak terlepas dari peran guru-gurunya yang sangat membantunya menghafal Alquran. Tentunya, kata dia, orang tua merupakan pendukung besar dalam misinya. “Mereka selalu mendorong saya untuk mengejar hasrat saya yang membuat mereka bahagia juga,” ujarnya.

Nader mengatakan, Alquran tidak hanya membuat seseorang bahagia dalam hidupnya. Menurutnya, Alquran juga secara signifikan mempertajam ingatannya serta meningkatkan kinerja akademisnya. Di samping itu, menurutnya, juga membuatnya dihormati orang lain.

“Alquran telah mempertajam ingatanku, meningkatkan kemampuan akademisku, dan membuat diriku lebih dihormati orang,” tuturnya.

Di usianya yang ke-21, ia telah menyelesaikan pendidikannya di bidang Syariah di Tripoli, Lebanon. Dia berharap, kelak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dalam bidang yang sama, agar bisa menjadi ulama yang kompeten di masa depan.

“Aku percaya pada hadis Nabi Muhammad yang mengatakan sebaik-baiknya Muslim adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya,” ucapnya.

Meski penampilan dan bacaannya mampu memikat juti dan penonton di Dubai Chamber, rupanya ini adalah kali pertamanya Nader mengikuti kompetisi tingkat internasiona. Sebelumnya, ia sudah pernah mengikuti kompetisi hafiz Alquran di tingkat lokal dan memperoleh peringkat gemilang di semua kompetisi itu. Dubai Internasional Holy Quran Award telah menjadi ajang kompetisi bergengsi untuk penghafal Alquran dari seluruh dunia.

“Sungguh istimewa dan sudah menjadi impian saya ikut dalam kontes bergengsi ini dan bertemu banyak penghafal Alquran dari seluruh dunia,” kata Nader Mahmoud Kouja.

Sosok Nader Mahmoud Kouja bisa menjadi inspirasi untuk kita semua, bahwa setiap orang tentu punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Keterbatasan yang dimilikinya justru tak menghalanginya untuk tetap berusaha meraih prestasi. Meski hanya punya satu paru-paru, ia membuktikan tetap bisa memaksimalkan potensi yang dianugerahkan oleh Allah SWT padanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.