Tolak Hadiah Uang, Pria Pakistan ini Memilih untuk Beribadah di Hijir Ismail

attiintravel.com

Seruni.id – Seorang pria asal Pakistan terpilih menjadi petugas kebersihan terbaik pada bulan ini di Masjidil Haram. Atas keterpilihannya itu, pengurus Masjidil Haram menyiapkan hadiah berupa uang sebagai bonus untuknya. Namun, siapa sangka, dia justru menolaknya. Dia hanya meminta agar dirinya diperbolehkan untuk bisa melaksanakan salat di antara Hijir Ismail dan Ka’bah.

Hasil gambar untuk pria yang menolak dihadiahi uang
muslim.okezone.com

Permintaannya pun dikabulkan, maka Hijir Ismail disiapkan khusus untuknya pada hari itu, pintu dikunci dan tak seorang pun boleh masuk kecuali hanya dia seorang diri. Sehingga, orang-orang yang berada di sekelilingnya hanya dapat menyaksikan pria tersebut. Terlihat pula, penjaga yang sedang berdiri siaga tepat di dekat pintu masuk.

Awalnya, pria tersebut hanyalah petugas kebersihan di Masjidil Haram. Lalu, pada suatu ketika, Khalid Rahman Shafirin memilih di antara para petugas di Masjidil Haram sebagai petugas kebersihan terbaik. Pemilihan tersebut terjadi setiap satu bulan sekali. Sampai pada akhirnya, seorang pria asal Pakistan tersebut terpilih menjadi pegawai kebersihan terbaik pada bulan itu.

Pada pemilihan tersebut, setidaknya telah tersedia uang senilai 3.000-5.000 dolar yang siap untuk dihadiahkan. Akan tetapi, pria tersebut menolak uang yang akan dihadiahkan kepada dirinya. Ia ingin menukarkan hadiah uang tersebut dengan kesempatan berdoa di dalam Hijir Ismail. Hingga akhirnya Khalid Rahman Shafirin menyetujui permintaan pria asal Pakistan tersebut.

Beribadah di dalam Hijir Ismail merupakan sebuah kesempatan yang mulai. Karena, tidak semua orang dapat masuk ke dalamnya. Beribadah di dalamnya sama halnya seperti kita beribadah di dalam Ka’bah. Hal tersebut tersebut dapat kita lihat dari hadis Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Daud yang berbunyi,

“Dari Aisyah r.a. katanya: ‘Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan salat di dalamnya. Rasulullah SAW membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Salatlah kamu di sini jika kamu ingin salat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah”.

Apa yang dilakukan pria tersebut sungguh mulia. Sebab, dia telah menukarkan kenikmatan dunia dengan kenikmatan yang tidak semua orang dapat merasakan. Semoga kita bisa mencontoh sikap pria itu, dengan tidak tamak akan kenikmatan dunia yang hanya sementara ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.