Sri Rahayu, Ceritakan Soal Beda Perlakuan Mantan Muridnya yang Jadi Dokter dan Pemotor

  • Bagikan
Sri Rahayu, Ceritakan Soal Beda Perlakuan Mantan Muridnya yang Jadi Dokter dan Pemotor

Seruni.id – Seorang guru bernama Sri Rahayu mendadak viral di media sosial. Sri Rahayu dianggap bijak kala menceritakan pengalamnnya kepada para siswa di dalam kelas.

Ia bercerita, bahwa dirinya pernah betemu dengan mantan murid yang diasuhnya semasa sekolah, namun mereka memiliki karakter yang berbeda.

“Saya pernah bertemu dengan siswa saya yang hebat. Ranking satu terus. Sekarang diangkat menjadi dokter.” kata Sri Rahayu.

Sekian lama tak saling mengetahui kabar, tentu pertemuan tersebut membuatnya begitu bahagia. Sri Rahayu pun berinisiatf untuk menegur lebih dahulu dan mengatakan bahwa dirinya merupakan wali kelas dari kelas 1 sampai 3.

Tak Dikenali oleh Sang Murid

Namun sayangnya, mantan siswanya itu tidak menyambut baik. Ia justru seolah lupa dengan sang guru dan bertanya, “Siapa, ya?”.

Hal itu pun dimaklumi oleh Sri Rahayu. Saat itu, ia mengira bahwa muridnya lupa, sehingga ia kembali mengingatnya jika dirinya pernah mengajar murid tersebut di SMP.

“Ini ibu nak, ibu Sri Rahayu,” katanya kembali menegaskan.

Lagi-lagi, mantan muridnya itu hanya menjawab seadanya, tanpa memperhatikan mimik muka teringat dengan jasa-jasanya.

Bertemu dengan Pemotor

Di lain kesempatan, Sri Rahayu, juga pernah bertemu dengan mantan siswanya yang lain, ketika dirinya tengah berada di luar kota. Pertemuan tanpa disengaja itu cukup membuatnya terharu.

“Saya keluar kota, malam-malam, ada tugas. Tapi, di jalan, motor mogok, masuk air. Dari pinggir jalan saya melambai-lambaikan tangan, minta bantuan dari orang lewat,”

Sudah lama berada di pinggir jalan, tak ada satupun pengguna jalan yang menghiarukannya. Sampai pada akhirnya ada dua orang pemuda bermotor yang berhenti di dekatnya.

Kondisi jalan yang cukup gelap membuatnya curiga pada saat itu. Namun, satu dari dua pemuda itu mendekatinya. Tanpa disangka-sangka pemuda tersebut adalah mantan muridnya dahulu.

“Ibu Sri, kan?” tanya pemuda tersebut.

“Kamu siapa?” kata Bu Sri.

“Ibu, ini saya bu. Murid Ibu dulu di SMP 3.”

Pemuda itu pun langsung memeluknya dan menangis sambil terheran-heran, mengapa Sri Rahayu berada di pinggir jalan malam-malam. Tanpa basa-basi, mantan siswanya itu langsung menawarkan diri untuk membawakan motor tersebut.

“Akhirnya dia bilang, ‘Ya sudah, Ibu naik motor dengan teman saya. Motor Ibu saya yang bawa, nenti didorong’. Begitu, padahal, jarak dari jalan itu ke hotel tempat saya menginap 10 kilometer,”

Keesokan harinya, si pemuda kembali datang ke hotel, tempat di mana ibu Sri menginap. Kedatangannya saat itu untuk mengantarkan sepeda motor dengan kondisi yang baik sekaligus sudah dicuci bersih.

Terharu Karena Aksi Sang Murid

Dua hari beralalu, Sri kembali ke hotel tersebut untuk check-out. Namun, saat hendak membayar tagihan hotel, ia justru dibuat terharu. Lantaran pihak hotel mengatakan, bahwa semua tagihannya sudah dilunasi pemuda yang mengaku mantan murid Sri.

Sampai di situ ceritanya berakhir. Ibu Sri kemudian menjelaskan kepada murid-muridnya, hikmah dari pengalamannya tersebut.

“Ternyata benar, mencetak karakter, kedisiplinan siswa yang bagus akan membuat dirinya menjadi baik. Tapi kalau hanya mencetak siswa memakai selembar kertas nilai, belum tentu,” ujar Ibu Guru Sri.

Sontak unggahan itu menarik pujian dari warganet. Mereka menilai Ibu Sri sebagai guru yang bijak, dimana tak hanya menilai siswa-siswinya dari nilai-nilai ujian.

Baca Juga: 6 Cara Agar Menjadi Guru Idola bagi Anak Didik

Namun, tidak sedikit juga yang mewajarkan sikap mantan muridnya yang telah menjadi dokter. Para warganet itu mengungkapkan bahwa manusia bisa saja lupa, apalagi jangka waktunya sudah lama berlalu.

  • Bagikan