5 Bukti Perubahan Iklim Bumi yang Semakin Nyata Mengancam Kehidupan

5 Bukti Perubahan Iklim Bumi yang Semakin Nyata Mengancam Kehidupan

Seruni.id – Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam pola cuaca pada suatu wilayah. Kondisi ini sering dikaitkan dengan pemanasan global, yakni naiknya suhu bumi yang berlangsung selama satu dekade atau lebih. Penyebab perubahan iklim terjadi akibat efek dari meningkatnya konsentrasi karbondioksida yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil.

5 Bukti Perubahan Iklim Bumi yang Semakin Nyata Mengancam Kehidupan

Saat ini, sudah banyak pengamat dan para ilmuan yang menemukan sejumlah bukti terkait perubahan iklim bumi secara keseluruhan. Namun, jika kamu masih ragu dengan kondisi tersebut, kamu bisa menyimak lima bukti valid berikut ini yang telah Seruni rangkum dari berbagai sumber. Apa saja?

1. Kenaikan Permukaan Air Laut

Contoh perubahan iklim pertama yang menjadi salah satu bukti dari pemanasan global yakni naiknya permukaan air laut. Apabila kondisi ini terjadi secara terus-menerus, tidak menutup kemungkinan pulau-pulau kecil yang letaknya rendah dan sejajar dengan air laut bisa tenggelam, loh.

Menurut data dari laman National Ocean Service, permukaan air laut telah mengalami kenaikan sebesar seperdelapan inci per tahunnya. Bahkan, pada 2014 silam, permukaan air laut global lebih tinggi 2,6 inci secara rata-rata dibandingkan pada 1993 lalu.

Data saat ini mencatat, bahwa banjir akibat naiknya permukaan air laut lebih sering terjadi daripada satu dekade lalu. Apa sih penyebabnya? Yakni adanya ekspansi ternal yang disebabkan oleh pemanasan laut secara global. Sifat air akan mengembang jika air dipanaskan. Lalu, juga ada pencairan es secara masif yang terjadi di beberapa wilayah Bumi, semisal wilayah Kutub bumi. Pencairan es membuktikan bahwa suhu rata-rata di bumi meningkat secara pasti tanpa kita sadari.

2. Meningkatnya Suhu Secara Global

Beberapa tahun belakangan, suhu permukaan bumi perlahan-lahan meningkat. Menurut data cuaca dari laman Climate menyatakan, bahwa sejak 1998, bumi mengalami peningkatan suhu yang cukup intens. Bahkan, sejak 2005 hingga tahun berikutnya, bumi pernah mengalami kenaikan suhu tertinggi.

Data terbaru pada tahun 2020, mencatat bahwa suhu permukaan bumi telah naik 0,5 derajat celcius lebih hangat daripada cuaca pada era 1998-2005. Peningkatan suhu terjadi akibat efek rumah kaca, yakni meningkatnya jumlah atau kadar karbon dioksida dan gas lainnya pada atmosfer bumi.

Jika tidak ada perubahan pada 2030 mendatang, maka suhu akan meningkat kembali sebesar 0,5 derajat celcius daripada suhu saat ini. Dikhawatirkan akhir abad ini bumi akan mengalami kenaikan suhu secara masif hingga beberapa derajat celcius, jika tidak ada perubahan dalam mengelola lingkungan hidup.

3. Meningkatnya Konsentrasi Karbon Dioksida

Karbon dioksida atau CO2 adalah salah satu senyawa gas yang menyebabkan efek rumah kaca. Senyawa yang kerap disebut sebagai zat asam arang ini bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan hidup pada berbagai belahan dunia, terutama dalam hal polusi udara.

Selain karbon dioksida, gas mentana (CH4) dan nitrous oxide (N20) juga menjadi senyawa kimia yang berperan besar dalam memunculkan efek rumah kaca. NASA dalam lamannya menulis bahwa selama 170 tahun terakhir, konsentrasi karbon dioksida meningkat sebesar 47 persen dan itu merupakan kabar buruk karena bisa berujung pada bencana global. Dari tahun ke tahun, kadar beberapa senyawa kimia yang menyebabkan efek rumah kaca memang terus meningkat dan menyebabkan kualitas udara semakin memburuk.

4. Ancaman Bagi Beberapa Spesies

Selain itu, perubahan iklim akan mengancam keberadaan beberapa spesies alam, bahkan hal ini sudah terjadi. International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat bahwa ada 19 persen spesies yang ada di bumi tercancam akibat perubahan iklim tersebut. Jika ancaman ini terusng berlangsung, mau tidak mau sejumlah spesies tersebut akan menyusul ke dalam daftar kepunahan.

Bahkan, akibat perubahan iklim ini, salah satu spesies mamalia tikus Autrasia sudah mengalami kepunahan. Spesies mamalia tersebut adalah tikus bernama ilmiah Melomys rubicola. Para ilmuwan dan ahli satwa menyatakan kepunahan tikus kecil tersebut terjadi akibat perubahan iklim yang terjadi secara intens pada beberapa wilayah Australia. Sarang-sarang hewan yang berada di bawah tanah memang sangat rentan terendam air laut.

5. Terjadinya Peristiwa Alam Ekstrem

Sejak zaman purba, peristiwa alam memang kerap terjadi. Namun, perubahan pola kejadian alam tersebut terus mengalami penyimpangan pada zaman modern. Penyebabnya tak lain adalah akibat perubahan iklim pada bumi. Center for Climate and Energy Solutions menjelaskan bahwa kenaikan suhu air laut dapat memperparah peristiwa alam seperti badai topan.

Suhu permukaan air laut yang lebih hangat akan memicu kecepatan angin badai tropis yang akan berdampak lebih mematikan. Menurut data cuaca yang dianalisis oleh berbagai negara, badai dengan kategori 4 dan 5 telah meningkat 10 persen di zaman modern ini daripada beberapa puluh tahun lalu. Jika perubahan iklim ini terus berlangsung, maka bumi akan menerima dampak kerusakan yang lebih parah di masa yang akan datang.

Baca Juga: Ketika Gempa Bumi Datang

Sekian lima bukit mengenai perubahan iklim yang terjadi pada bumi. Untuk meminimalisir hal tersebut, mari sama-sama lebih peduli terhadap lingkungan hidup sekitar. Sebab, hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga bumi agar selalu lestari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.