7 Kesalahan Mengolah Bawang Putih, Hindari Sekarang Juga!

7 Kesalahan Mengolah Bawang Putih, Hindari Sekarang Juga!

Seruni.id – Sederet makanan yang sehat, bisa kehilangan manfaatnya jika kita salah dalam mengolahnya. Seperti mengolah bawang putih misalnya. Meski tampak sepele, tapi kita tidak bisa melakukannya dengan sembarangan. Selain manfaatnya akan hilang, pengolahan yang salah juga dapat mempengaruhi kualitas rasa, tekstur, dan kandungannya, loh.

7 Kesalahan Mengolah Bawang Putih, Hindari Sekarang Juga!

Apalagi, bawang putih merupakan bumbu masakan yang paling fundamental. Agar hasil masakanmu semakin mantap, cobalah perhatikan beberapa kesalahan mengolah bawang putih berikut ini. Mungkin kamu sering melakukannya.

1. Tempat Penyimpanan yang Kurang Tepat

Cara kita menyimpan bawang putih, ternyata sangat berpengaruh terhadap rasa dan nutrisinya, loh. Oleh karena itu, kita harus menyimpannya di tempat yang tepat. Untuk bawang putih yang masih segar, simpanlah di dalam lemari pendingin. Demi menjaga kualitas rasanya, sebaiknya habiskanlah bawang putih selama sepekan.

Sedangkan untuk bawang putih kering alias yang sudah dikemas, hindarilah penyimpanan di lemari es, ya. Cukup taruh di tempat terbuka pada suhu ruang. Atau kamu juga bisa menyimpannya di kantung kertas atau jaring yang memiliki sirkulasi udara. Pastikan area sekitarnya tidak lembap, agar tidak tumbuh tunas.

2. Membiarkan Bawang Terlalu Lama di Luar Ruangan Setelah Diiris

Membiarkannya terlalu lama di luar ruangan setelah diiris, adalah salah satu kesalahan mengolah bawang putih yang sering sekali terjadi. Semakin lama kamu membiarkannya begitu saja, maka tingkat terjadi oksidasinya pun semakin meningkat, sehingga dapat berpengaruh terhadap rasanya.

Hal ini bisa berdampak buruk jika kamu membiarkannya berlama-lama di ruangan terbuka sebelum dimasak. Kalau bawang yang kamu butuhkan tidak terlalu banyak, sebaiknya potonglah bahan-bahan masakan yang lainnya. Misalnya menyiapkan sayuran dan daging terlebih dahulu, barulah kemudian mengiris bawang putih yang akan kamu gunakan.

3. Tidak Memperhatikan Mana Bawang yang Masih Segar

Buat kamu yang hobi masak, sudah sepatutnya kamu mengenali ciri-ciri bawang putih yang masih segar. Sehingga ketika hendak membelinya, kamu sudah tahu bawang mana yang akan kamu pilih. Lantas, bagaimanakah caranya?

Ambil sebongkah bawang putih, kemudian rams pelahan. Biasanya bawang yang baik dintandai dengan teksturnya yang tidak terlalu kering atau terlalu lembut. Daging bawang terasa keras, tapi bukan kering. Pastikan tidak ada tunas kehijauan yang mulai tumbuh pada bagian ujungnya.

4. Mengupas dengan Cara yang Tidak Efektif

Kesalahan mengolah bawang putih berikutnya sering kali terjadi ketika kulitnya hendak dikupas. Kebanyakan dari kita, pasti akan memotong pangkal bawang putih, lalu mengulitinya satu per satu dari tengah. Namun, cara ini tentu akan memakan banyak waktu. Sebaiknya segera tinggalkan cara lama ini, ya.

Cara termudahnya, cukup letakkan bawang putih di atas talenan, tutup dengan pisau, lalu tekan dengan tangan. Dengan cara ini, otomatis kulitnya akan terlepas dari daging bawang. Alternatif lain, kamu bisa menggeprek bawang dengan pisau atau ulekan.

5. Waktu Saat Memasak Bawang Putih

Menumis bawang putih menjadi langkah awal ketika memasak, padahal tidak selalu begitu. Kita perlu menyesuaikan waktunya agar bawang tidak gosong. Bawang putih yang sudah digeprek cenderung lebih lama gosong, sehingga tidak masalah jika diolah pertama.

Beda halnya, jika bawang putih telah dicincang atau dihaluskan, bawang akan mudah sekali hangus. Oleh karena itu, kamu tidak perlu melakukannya di awal, kamu boleh melakukannya di tengah proses memasak atau menumis. Perlu kamu tahu, bahwa bawang putih setengah matang masih lebih baik daripada bawang gosong, karena rasanya pasti banyak berubah dan bisa mempengaruhi penampilan masakan.

6. Menggunakan Bawang Instan

Sebisa mungkin, hindarilah penggunaan bawang instan, seperti bawang cincang kering atau bubuk bawang putih. Karena kualitas dan nutrisinya akan berkurang. Padahal, bawang putih harusnya kaya akan allicin, yakni kandungan yang dapat mencegah penggumpalan darah.

Chef profesional dunia, Anthony Bourdain, dalam bukunya berjudul “Kitchen Confidental: Adventures in the Cillinary Underbelly” menuliskan:

“…Too lazy to peel fresh? You don’t deserve to eat garlic.”

7. Memanfaatkan Garlic Press untuk Mencincang

Menggunakan garlic press memang lebih praktis untuk mencincang bawang. Namun, cara ini justru dapat mengurangi tekstur dan rasa khas bawang putih dibandingkan kamu mencincangnya dengan pisau. Garlic press baru akan efektif saat kamu akan membuat saus mentah atau dressing, bukan saat memasak.

Baca Juga: Cara Menanam Bawang Putih di Rumah dengan dengan Baik dan Benar

Nah, itulah kesalahan mengolah bawang putih yang sering terjadi. Dari tujuh kesalahan di atas, mana yang sering kamu lakukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.