8 Adab Masuk Pasar Bagi Seorang Muslimin Menurut Islam

8 Adab Masuk Pasar Bagi Seorang Muslimin Menurut Islam
radarsolo.jawapos.com

Seruni.id – Pasar menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, berkumpulnya mereka di sana untuk bermuamalah atau transaksi jual beli. Inilah yang menjadikan pasar dan pusat perbelanjaan lainnya selalu ramai dikunjungi.

8 Adab Masuk Pasar Bagi Seorang Muslimin Menurut Islam
ayobekasi.net

Bagi kaum Muslimin, sudahkah kamu tahu bahwa ada tuntutan tersendiri saat memasuki pasar? Ketika kita hendak memasuki pasar, mall atau tempat perbelanjaan lain, harus ada adab atau etikanya yang harus diterapkan. Adapun adab masuk pasar bagi seorang Mulsimin sebagai berikut yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Berdoa

Ketika hendak melakukan suatu kegiatan apapun sebaiknya diawali dengan berdoa, begitupun saat memasuki pasar. Hal ini sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam berikut ini,

“Barangsiapa yang masuk ke pasar lalu membaca:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

“Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir.”

Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya-lah kerajaan, dan kepunyaan-Nya-lah segala pujian, Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia Maha Hidup tidak akan mati; di tangan-Nya-lah segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

“Maka Allah Subhanahu wa ta’ala mencatat sejuta kebaikan baginya, dan menghapus sejuta dosa darinya, dan Dia tinggikan baginya sejuta derajat dan Dia bangunkan satu istana baginya di dalam Surga.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh Al Albani).

2. Banyak Berdzikir Ketika Hendak Masuk Pasar

Adab masuk pasar yang kedua adalah harus memperbanyak dzikir. Mengapa demikian? Sebab, pada hakikatnya, berdzikir merupakan salah satu cara untuk meminta perlindungan dari segala godaan syaiton.

Sebagaimana kita tahu, pasar menjadi pusat kebutuhan dunia yang begitu menggiurkan, sehingga bukan tidak mungkin dapat melalaikan umat Muslim. Terlebih, tak sedikit umat Muslim kerap lengah dari dzikir ketika memasuki tempat perbelanjaan. Maka, jika ingin dijauhkan dari kelalaian dan dosa-dosa, semestinya kita rutin berdzikir saat hendak memasuki pasar pun ketika berada di dalamnya.

3. Tidak Menyaringkan Suara atau Berteriak

Meskipun di dalam pasar terkadang sangat bising, namun kita tidak boleh menyaringkan suara atau bahkan berteriak. Di antara sifat kepribadian Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa sallam adalah:

“Bahwasanya Beliau bukanlah seorang yang keras kepala atau keras hati dan bukan pula orang yang suka teriak-teriak di pasar dan juga bukan orang yang membalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi ia memaafkan dan mengampuni.” (HR Al Bukhari).

4. Menjaga Kebersihan Pasar

Adab berikutnya, sebaiknya kita tidak mengotorinya dengan berbagai macam sampah. Karena hal ini hanya akan melumpuhkan arus jalanan dan menjadi sumber bau yang menganggu. Meskipun memang banyak sisa-sisa sampah di sana, namun kita tidak boleh menambahnya.

5. Tidak Masuk Pasar Kecuali untuk Kebutuhan

Selanjutnya, ketika ke pasar hendaknya kita membeli barang atau bahan yang memang diperlukan saja. Sehingga kita terhindar dari segala macam dosa dan kedzaliman. Hal ini sebagaimana tertuang dalam hadits berikut:

من حسن إسلام المرء تركه ما لايعنيه

Artinya : “Merupakan kebaikan islam seseorang adalah meninggalkah sesuatu yang tidak bermanfaat baginya” (HR Tirmidzi : 2318 , Ibnu Majah : 3976, dan Ahmad : 1732, : hasan)

6. Bersikap Ramah dan Memberikan Kemudahan di Dalam Proses Jual Beli

Sebagai pembeli maupun penjual, harusnya kita bisa bersikap ramah. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah akan belas kasih kepada seorang hamba yang ramah apabila menjual, ramah apabila membeli dan ramah apabila memberikan keputusan.” (HR. Al-Bukhari).

7. Menjaga Pandangan

Pasar menjadi tempat berkumpulnya banyak orang, baik laki-laki maupun perempuan. Maka dari itu, sudah seharusnya kita bisa menjaga pandangan terhadap lawan jenis yang bukan mahram. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini,

قُل لِّلۡمُؤۡمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِمۡ وَيَحۡفَظُواْ فُرُوجَهُمۡۚ ذَٰلِكَ أَزۡكَىٰ لَهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَ ٣٠ وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ

Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya…” (QS An-Nur 30-31)

8. Penjual Maupun Pembeli Harus Amanah dan Jujur

Jujur menjadi salah satu perilaku terpuji dalam Islam, yang memang semestinya kita miliki. Sebab, barangsiapa yang berbuat jujur akan mendapatkan pahala serta kebaikan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, sebagai penjual maupun pembeli, kita diwajibkan memiliki kedua sifat tersebut. Dalam hal menjual, hindari menyembunyikan aib barang yang dijual atau mencampuradukkan barang yang bagus dan rusak. Allah SWT berfirman,

وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ ١ ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسۡتَوۡفُونَ ٢ وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ يُخۡسِرُونَ ٣

Artinya : “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”. (Al-Muthaffifin 1-3)

Baca Juga: Muslimah Wajib Tahu, Ini Tips Memilih Kosmetik yang Halal

Itulah adab masuk pasar bagi seorang Muslimin menurut Islam. Sesungguhnya Islam merupakan agama yang sempurna. Sebab, telah mengatur segala sesuatunya sedemikian rupa agar kenyamanan tetap terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.