Inilah Dosa Besar yang Menanti Bagi Orang yang Suka Mengumbar Aib

Inilah Dosa Besar yang Menanti Bagi Orang yang Suka Mengumbar Aib
muslim.okezone.com

Seruni.id – Dalam hidup ini, kita tak terlepas dari yang namanya dosa. Mungkin banyak sekali dosa yang secara sadar atau tidak, sering kali kita lakukan. Salah satunya yaitu mengumbar aib, baik aib diri sendiri maupun orang lain. Terlebih lagi, akhir-akhir ini media sosial sering digunakan sebagai sarananya. Lalu, bagaimanakah islam memandang hal ini?

Inilah Dosa Besar yang Menanti Bagi Orang yang Suka Mengumbar Aib
suaramuhammadiyah.com

Mengumbar Privasi Orang Lain

Pepatah pernah mengatakan, “Siapa yang membuka aib orang lain, maka sama dengan memakan bangkai”. Artinya, islam mengjarkan kita untuk menutup rapat-rapat aib orang lain pun diri sendiri. Daripada mengumbar aib orang lain, alangkah baiknya kita memperbaiki diri sendiri. Karena ada sebuah hadis yang berbunyi,

“Seseorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apbila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.” (HR. Bukhari).

Apalagi, perintah untuk tidak mengumbar aib dan keburukan menjadi salah satu penyebab turunnya ayat Al-Qur’an. Dalam sebuah kisah, di mana salah satu sahabat Rasulullah SAW, Salman al Farisi, ketika selesai makan ia langsung tidur dengan mendengkur. Kelakuan alman diketahui orang lain dan menjadi bahan pergunjungan, hingga akhirnya aib tersebut menyebar luas. Karena kejadian tersbut, Allah SWT kemudian menurunkan ayat yang berbunyi,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka ‘memakan daging’ saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat: 12).

Simpanlah Baik-baik Privasi Orang Lain

Setelah membaca ayat di atas, apakah kita masih mau membicarakan atau mengumbar privasi orang lain? Ingatlah, bukan hanya orang lain yang memiliki aib, dalam diri kita pun pasti ada aib yang jika diumbar justru dapat mempermalukan diri sendiri. Maka, jika ingin aib kita tidak terbongkar, kita harus pandai menyimpan aib orang lain. Sebab, sesungguhnya Allah SWT akan menjaga aib seseorang apabila orang tersebut menjaga aib orang lain.

Orang yang memiliki aib atau rahasia di masa lalu, tapi ia dapat menjaga lisannya untuk tidak membagikannya pada orang lain, niscaya Allah akan menolongnya untuk menutup aib yang ada pada dirinya. Pun sebaliknya, jika ia tetap menyebarkan aib orang lain, maka Allah akan membuka aib kita di dunia dan akhirat.

Hal tersebut sebagaimana yang tertuang dalam sebuah hadis riwayat Tirmizi yang berbunyi,

وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya, “Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat.” (HR. At Tirmidzi).

Baca Juga: 9 Tips Menghindari Gibah di Bulan Ramadhan

Dapat kita simpulkan, bahwa hukum menyebar aib orang lain adalah haram. Dari penjelasan di atas, masihkah kita akan menyebarkan aib orang lain? Sesungguhnya Allah mengharapkan dan menerima taubat kita.