Amalan Rahasia Mang Oded Semasa Hidupnya

  • Bagikan
Amalan Rahasia Mang Oded Semasa Hidupnya

Seruni.id – Sudah hampir satu pekan Walikota Bandung, Oded M Danial, alias Mang Oded meninggal dunia, tepatnya pada Jumat (10/12/12) lalu.

Meski telah tiada, tapi namanya semakin harum dikenang oleh masyarakat dan kerabat. Sepeninggalnya Mang Oded, banyak kisah yang terungkap, yang mungkin akan membuat kita takjub.

Salah satu kisah, dibagikan oleh Dr Indra Kusumah, ilmuwan piskologi, dalam tulisannya yang berjudul ‘Ritual Rahasia Almarhum Mang Oded’.

Presiden DPP Gema Keadilan itu, menuliskannya secara terang benderang mengenai amalan rahasia Mang Oded semasa hidupya.

Adapun tulisan selengkapnya sebagai berikut:

Oleh: Dr Indra Kusumah (Presiden Gema Keadilan, Warga Bandung)

Da’i yang Selalu Mengajak ke Jalan Allah dengan Penuh Cinta

Mang Oded, demikian kami menyapanya. Beliau pun biasa menyebut dirinya “Mang” saat berkomunikasi dengan kami. Masyarakat Kota Bandung pun, tua ataupun muda, familiar menyebut beliau Mang Oded.

Mang Oded selama hidupnya adalah seorang da’i yang senantiasa menasihati dan mengajak sesama ke jalan Allah SWT dengan penuh cinta.

Namun, ternyata nasihat terdahsyat dari beliau justru momentum wafatnya yang menghentak kesadaran banyak jiwa agar mengingat akhirat dan mempersiapkan kematian husnul khatimah.

Siang menjelang beliau wafat, saya sedang di Medan ada agenda Pelantikan DPW GEMA Keadilan Sumatera Utara pada hari kamisnya. Jumat siang saya dijemput ke bandara oleh Brader Abdul Jalil Ritonga, Sekum GEMA Keadilan Sumut.

Di perjalanan, di antara tema obrolan kami adalah tentang Mang Oded. Saya bercerita tentang kelebihan Mang Oded dalam hal komunikasi interpersonal. Di medsos, Mang Oded tidak suka pencitraan settingan.

Beliau lebih memilih kedekatan dengan warga di kehidupan nyata. Komunikasinya genuine. Kepemimpinannya otentik. Maka banyak hati yang terpikat padanya.

Saya tak heran ketika saat Pilwalkot pertama yang diikuti beliau sebagai calon wakil walikota bersama Ridwan Kamil yang menjadi calon walikota nya, suara pasangan RIDO sekitar 40%an. Ketika Mang Oded yang menjadi calon walikota bersama Kang Yana sebagai calon wakil walikota, suara ODED-YANA meraih lebih dari 50% suara.

Saya tak heran juga meski di media sosial beliau banyak yang mencaci, namun hasil survei kepuasan warga Bandung atas kepemimpinan Mang Oded di masa pandemi berdasar survei yang kami lakukan terhitung tinggi, yaitu 73,75%.

Amalan Rahasia Mang Oded

Mengapa saya tak heran? Karena saya mengetahui salah satu ritual rahasia Mang Oded yang saya yakin berdampak terhadap ikatan hati yang terbangun antara beliau dengan warga Kota Bandung.

Saya mengetahui ritual rahasia ini dari orang terdekat Mang Oded, yaitu istri beliau, Ummi Siti Muntamah. Ketika kami berjumpa dengan Umi Siti di Pendopo, kami berdiskusi tentang banyak hal.

Tentu saja kami mendapatkan banyak ilmu dan inspirasi dari Ummi Siti. Di antara inspirasi yang kami dapatkan adalah dari ritual rahasia Mang Oded yang biasa dilakukan sebelum tidur.

Ummi Siti mengawali dengan fakta di dunia politik yang harus berinteraksi dengan beraneka macam orang, dari ahli sajadah sampai yang “haram jadah”.

Dalam dunia politik, kita bisa dikhianati, bahkan “dibunuh” berkali-kali. Maka, urusan menjaga hati menjadi keterampilan jiwa yang harus dimiliki para da’i ketika masuk ke dunia politik.

Ya, dalam dunia politik ketika kita berjumpa beraneka ragam orang, mungkin terjadi ada orang-orang yang membuat kita marah, kesal, kecewa, sedih, malu, sakit hati dan lain-lain. Itu semua bisa mengganggu stabilitas psikologis kita jika kita tidak punya jurus yang tepat menyikapinya.

Selalu Memaafkan dan Mendoakan Orang Lain

Lalu, bagaimana dengan Mang Oded? Ummi Siti bercerita bahwa Mang Oded sering kali sebelum tidur duduk dengan kepala tertunduk seperti orang yang sedang dzikir.

Ketika Ummi Siti bertanya, “Abi sedang apa?”

“Sedang memaafkan orang-orang”, jawab Mang Oded, sembari melanjutkan ritual rahasianya tersebut.

Rupanya, ritual Mang Oded sebelum tidur adalah memaafkan orang. Beliau mengingat orang-orang yang ditemuinya sepanjang hari itu dan mendoakan ampunan untuk mereka kepada Allah SWT.

Apabila sudah melakukan ritual memaafkan dan mendoakan orang-orang, biasanya setelah itu Mang Oded tidur dengan tenang dan nyenyak. Demikian kesaksian Ummi Siti.

Apabila ritual memaafkan dan mendoakan orang-orang sebelum tidur terlupakan atau terlewat, biasanya Mang Oded tidurnya tampak gelisah.

Beliau biasanya tiba-tiba terbangun dan kalau ditanya, beliau menjawab bahwa beliau lupa belum memaafkan orang-orang. Beliau pun kemudian melakukan ritual memaafkan dan mendoakan orang-orang, setelah itu bisa tertidur dengan tenang.

Terpesona Akan Tiga Hal

Ketika mendengar kesaksian tentang ritual rahasia Mang Oded yang rutin dilakukan sebelum tidur tersebut, Saya terpesona. Ya, saya terpesona setidaknya karena tiga hal:

Pertama, di ilmu psikologi yang saya pelajari dikenal sebuah terapi yang terbukti efektif untuk kesehatan jiwa dan penyembuhan dari emosi negatif yang mengganggu, namanya forgiveness therapy alias terapi pemaafan.

Saya memahami bahwa secara psikologis, Mang Oded rutin melakukan forgiveness therapy dan hal itu menjadikan dirinya memiliki jiwa yang stabil. Memaafkan hanya bisa dilakukan orang-orang yang berhati besar dan pemberani.

Kedua, saya teringat kisah Rasulullah SAW yang dalam sebuah majelis bersama para sahabat di masjid tetiba beliau bersabda,“Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga.”

Sabda Rasulullah SAW ini serta-merta membuat heboh para sahabat yang tengah berada di masjid. Mereka bertanya-tanya siapa gerangan sang penghuni surga itu?.

Tak lama, para sahabat pun melihat seorang laki-laki anshar dengan wajah basah. Air wudhu menetes dari janggutnya. Tangannya menjinjing sepasang sandal jepit. Tak ada yang spesial secara fisik.

Tiga hari berturut-turut Rasulullah SAW bersabda hal yang sama. Orang yang lewat adalah orang yang sama pula. Hal itu membuat seorang pemuda bernama Abdullah bin Amr penasaran dan ingin mengetahui rahasia yang menyebabkan sahabat anshar tersebut dinyatakan oleh Rasulullah SAW sebagai ahli surga.

Ia pun membuat alasan agar bisa bertamu di rumah sahabat anshar tersebut selama tiga hari untuk mengobservasi secara langsung amalan khusus sang sahabat yang spesial dan jadi penyebab beliau dinyatakan sebagai ahli surga oleh Baginda Rasulullah SAW.

Selama tiga hari siang malam, Abdullah bin Amr tidak menemukan satu pun amal spesial yang berbeda dari kebanyakan kaum muslimin. Ia pun akhirnya secara jujur menyampaikan kepenasaranannya kepada sang sahabat anshar.

Ketika izin pulang setelah menginap tiga hari, Abdullah mengakui maksudnya untuk mencari keutamaan amalan si laki-laki itu hingga beruntung menjadi orang yang disebut oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu penghuni surga Allah SWT.

Sang sahabat anshar, berkata:

“Seperti yang engkau lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa. Hanya saja aku tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.

Ternyata itulah amal yang membuatnya dijamin masuk surga. Ia tidak hasad, justru suka memaafkan orang lain. Menjelang tidur, ia memaafkan setiap orang yang bersalah padanya dan ia membersihkan hati dari segala rasa iri.

Ketika saya teringat kisah sahabat yang dinyatakan ahli surga oleh Rasulullah SAW tersebut, Saya terpesona dengan Mang Oded karena bagi beliau, itu bukan semata kisah inspirasi, tapi dipraktikkan sebagai ritual rahasia yang hanya diketahui orang terdekat yang bersama beliau.

Saya malu, karena ada banyak kisah inspirasi dari Rasulullah SAW dan para sahabat yang saya baca atau dengar, tapi belum ditindaklanjuti dalam bentuk amal nyata. Mang Oded berorientasi amal yang menyebabkan jiwa nya besar dan hatinya bening tanpa hasad, iri dan dengki kepada sesama.

Maka, komunikasi Mang Oded dengan orang-orang di sekelilingnya dimulai dari hati yang bersih, tak heran dengan dakwah yang beliau lakukan, banyak hati terpikat dan terpaut secara natural. Allah SWT menyatukan hati beliau dengan hati warga Kota Bandung, tanpa rekayasa.

Ketiga, Saya teringat nasihat KH Hilmi Aminuddin, Allahu yarham, yang juga guru Mang Oded, agar kita memiliki amal rahasia yang lebih banyak daripada amal yang ditampakkan kepada manusia.

Kita dinasihati supaya berhati-hati jika amal di hadapan manusia lebih banyak daripada amal yang dirahasiakan hanya dengan Allah SWT saja, apalagi jika tidak memiliki amal yang khusus antara kita dengan Allah SWT, khawatirnya ada tanda kemunafikan dalam diri kita.

Dari nasihat KH Hilmi Aminuddin tersebut, saya memahami ritual rahasia Mang Oded berupa memaafkan dan mendoakan orang lain sebelum tidur sejatinya amal beliau yang dikhususkan dengan Allah SWT saja.

Beruntung saya mengetahui ritual rahasia tersebut, yang dengan diungkap dalam tulisan ini setelah beliau wafat, semoga menjadi inspirasi kebaikan bagi kita semua dan juga jadi pahala amal sholeh yang terus mengalir untuk Mang Oded di alam kuburnya.

Saya yakin, amal spesial Mang Oded dengan Allah SWT lebih banyak lagi. Maka Allah SWT pun memilihkan kematiannya di hari terbaik (hari jumat), di tempat terbaik (masjid), dalam keadaan terbaik (suci dengan wudhu) dan amal terbaik (shalat sunnah menjelang khutbah jumat) yang membuat bayak orang iri dengan beliau.

Beruntung saya mengetahui sebagian amal ritual rahasia Mang Oded dari istri beliau, sebagaimana dulu Abdullah bin Amr mengetahui ritual rahasia sahabat anshar yang dijamin masuk surga.

Tidak Hanya Hidup Sukses, Tapi Juga Mati Sukses

Beliau bukan hanya hidup sukses, tapi juga insyaallah mati sukses dan akan dihidupkan kembali di akhirat dengan sukses. Sebagaimana sahabat anshar dinyatakan oleh Rasulullah SAW sebagai ahli surga, maka saya berhusnudzhan kepada Allah bahwa Mang Oded yang memiliki amalan spesial sama dengan sahabat ahli surga tersebut, insyaallah Mang Oded sebagai ahli surga juga.

Saya pun berhusnudzhan seperti itu karena Allah SWT sendiri yang menjamin surga seluas langit-langit dan bumi bagi manusia pemaaf dalam QS Ali Imran ayat 134:…وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ “……dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain…”

Saya meyakini Al Qur’an benar, dan saya berhusnudzhan kepada Allah SWT terkait Mang Oded yang mencintai-Nya dan insyaallah dicintai pula oleh-Nya.

Baca Juga:

Mang Oded telah selesai bertugas di dunia. Maka kewajiban kita semua meneruskan perjuangannya untuk menyapa hati-hati manusia dengan cinta agar kembali kepada Allah SWT. Mang Oded telah sukses menjadi sebaik-baik pendahulu, semoga kita mampu dengan izin-Nya menjadi sebaik-baik pelanjut perjuangannya.

Insyaallah ✊🔥

Bandung, 12 Desember 2021

  • Bagikan