Cara Budidaya Maggot dengan Tepat Hingga Menghasilkan Cuan

  • Bagikan
Cara Budidaya Maggot dengan Tepat Hingga Menghasilkan Cuan

Seruni.id – Budidaya maggot kini sedang menjadi trend di kalangan masyarakat. Sebab, budidaya maggot larva dapat mendatangkan cuan hingga belasan juta rupiah perbulan, loh. Namun, apa sih maggot itu? Dan bagaimana cara membudidayakannya hingga menghasilkan untung yang besar? Yuk simak di bawah ini!

 

Apa itu Maggot?

Cara Budidaya Maggot dengan Tepat Hingga Menghasilkan Cuan
beritajakarta.id

Dalam beberapa waktu terkahir, nama maggot mendadak populer di kalangan pembudidaya ikan di Indonesia. Maggot menjadi buah bibir lantaran sejak awal 2020 Indonesia sudah menyebutkan akan menjadikan maggot sebagai bahan baku alternatif untuk membuat pakan ikan. Namun sebenarnya, apa sih maggot itu?

Maggot atau lebih sering disebut sebagai belatung, merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau dalam bahasa latin disebut dengan Hermetia Illucens. Bisa dibilang, maggot adalah larva dari jenis lalat yang semula berasal dari telur, kemudian bermetamorfosis menjadi lalat dewasa. Maggot juga mampu menguraikan sampah organik dengan sangat cepat dalam jumlah yang besar. Tubuhnya yang berwarna hitam, sekilas membuatnya tampak seperti tawon. Bagi beberapa orang, budidaya maggot merupakan potensi yang luar biasa untuk dikembangkan.

 

Potensi Besar Budidaya Maggot

Cara Budidaya Maggot dengan Tepat Hingga Menghasilkan Cuan
troboslivestock.com

Untuk melakukan budidaya maggot, tidak sesulit yang dibayangkan. Terlebih, maggot dapat berkembang biak secara alami di dalam sehingga akan lebih mudah untuk mendapatkannya. Wilayah Indonesia sangat cocok dijadikan tempat untuk budidaya maggot. Sebbab, maggot dapat bertahan hidup di lingkungan tropis maupun subtropis, sehingga potensi mengembangbiakannya sangat mudah dilakukan.

Telur maggot juga dapat berkembang biak pada media yang bersih beraroma fermentasi, agar lalat tidak mengandung penyakit. Perlu diketahui, bahwa lalat jenis BSF adalah hewan yang memiliki antibiotik alami di dalam tubuhnya, jadi wajar saja jika mereka tidak membawa penyakit. Tentunya hal ini berbeda dengan lalat hijau yang kerap berkembang biak pada media yang kotor atau busuk, sehingga mereka bisa membawa penyakit, karena ditubuhnya terdapat kuman dan bakteri.

Selain mudah, budidaya maggot juga cukup menguntungkan. Di Klaten, Jawa Tengah, budidaya maggot sedang populer, loh. Awalnya, hal ini dilakukan guna mengatasi permasalahan sampah yang tak kunjung usai. Namun, ternyata ini menjadi sarana yang menguntungkan.

Berdasarkan keterangan dari Ketua Omah Limbah Gempol, Edy Nugroho, budidaya maggot telah dilakukan sejak Januari 2021 lalu. Kini, Omah Limabh Gempol sudah berhasil memproduksi maggot minimal 50 kilogram per harinya. Sementara 300 kilogram sampah organik rumah tangga mengalami pengurangan setiap hari untuk menopang produksi maggot tersebut.

Diketahui, harga maggot kering yang dijual di marketplace mulai dari Rp70 ribu per kilogramnya. Bayangkan saja berapa keuntungan yang didapat oleh Omah Limbah Gempol jika memproduksi 80 kilogram maggot larva kering setiap harinya. Jika dihitung mereka bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah sekitar Rp560.000 per harinya.

 

Manfaat Budidaya Maggot

Cara Budidaya Maggot dengan Tepat Hingga Menghasilkan Cuan
pasuruankab.go.id

Pemanfaatan maggot sebagai salah satu pakan ternak, memiliki keuntungan secara langsung maupun tidak langsung. Keberadaan maggot, dapat mengurai limbah organik termasuk limbah kotorn ternak secara efektif. Sebab, larva jenis maggot, termasuk dalam golongan tetrivora yang merupakan organisme pemakan tumbuhan serta hewan yang sudah mengalami pembusuka. Dalam proses penguraian limbah organik, larva tidak mengeluarkan bau yang menyengat, sehingga dapat diproduksi di rumah maupun pemukiman penduduk.

 

Langkah Budidaya Maggot

Cara Budidaya Maggot dengan Tepat Hingga Menghasilkan Cuan
ikanesia.id

Saat ini, maggot mulai berkembang dan mulai dikenal orang. Mungkin, kamu tertarik untuk melakukan budidaya magggot? Namun, apakah kamu sudah tahu bagaimana caranya? Untuk mulai budidaya maggot, kamu perlu menyiapkan beberapa peralatan dan bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu, ya.

Bahan-bahan:

  • 1 liter air
  • 1 bungkus penyedap rasa
  • 5 sendok makan gula pasir
  • 5 kg dedak atau bekatul
  • EM4 (jika tidak ada, kamu bisa menggantinya dengan 1 botol yakult)

Peralatan:

  • 2 buah ember dengan ukuran besar dan kecil
  • Kantong plastik bening
  • Karet atau tali raffia
  • Daun pisang atau kertas pembungkus nasi

Cara budidaya maggot:

Langkah pertama:

  • Siapkan 1 buah ember kecil, tambahkan air kurang lebih 1 liter, dan masukkan 5 sendok makan gula.
  • Jangan lupa tambahkan juga 1 tutup EM4, jika tidak ada, maka bisa diganti dengan 1 botol susu fermentasi. Kemudian aduk hingga merata.

Langkah kedua:

  • Masukkan dedak atau bekatul ke dalam ember besar, tambahkan 1 bungkus penyedap rasa agar aromanya lebih menyengat. Aduk sampai semua bahan tercampur rata.
  • Kalau sudah, campurkan pada larutan pertama ke dalam larutan kedua sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga membentuk adonan. Usahakan adonan tersebut tidak terlalu kering atau terlalu basah, ya.
  • Setelah itu, masukkan adonan tersebut ke dalam kantong plastik, tetapi jangan terlalu penuh, sisakan untuk ruang udara. Dalam proses ini, dedak biasanya akan menghasilkan gas.
  • Ikat ujung kantong dengan tali yang sudah disiapkan, kemudian simpan di tempat sejuk selama kurang lebih 4-5 hari. Selama proses fermentasi, plastik akan mengembang karena adanya gas di dalamnya.
  • Jika sudah melewati 4-5 hari, maka bukalah kantong tersebut dan tuang ke dalam ember. Namun, perhatikan aromanya. Jika aromanya seperti tape atau roti, berarti fermentasi berhasil.
  • Tidak berhenti sampai di situ, setelah fementasi berhasil, tutuplah dengan menggunakan daun pisang atau kertas minyak dengan bbagian plastic di bawah. Untuk menghindari gangguan dari hewan lain dapat ditutup dengan kawat ram atau jaring.
  • Setelah dibiarkan selama 1-3 hari, lalat akan muncul dan bertelur kemudian setelah 2-3 hari, telur akan menetas dan larvanya akan bergerak menuju dedak fermentasi sebagai sumber makanan maggot.
  • Ketika penetasan 1 minggu maggot sudah terlihat jelas dan setelah berumur 2-3 minggu maggot sudah terlihat besar dan siap untuk dipanen.

 

Budidaya Maggot Tanpa Bau

Budidaya maggot tidaklah sulit. Jika media sudah mengeluarkan aroma seperti tape, bisa dipastikan fermentasi berhasil dan dapat digunakan untuk memikat lalat BSF agar bertelur dan menjadi maggot di sekitar media yang telah dibuat. Namun, pastinya kamu ingin budidaya maggot tanpa bau, kan? Berikut ini caranya:

Bahan-bahan:

  • Bekatul halus
  • Buah-buahan
  • Sayur-sayuran
  • Gula merah
  • Air beras

Cara membuat:

  • Siapkan wadah dan bahan-bahan yang diperlukan.
  • Kemudian, haluskan buah-buahan dan sayuran yang tersedia. Setelah itu, barulah campurkan dengan bekatul, gula, dan air beras dengan takaran secukupnya.
  • Aduk semua bahan yang telah dicampur sampai rata lalu masukkan kedalam wadah tertutup dan simpan di tempat yang teduh.
  • Setelah itu tunggu beberapa hari sampai aromanya menjadi bau tape. Ketika sudah tercium aroma bau tape maka bahan tersebut sudah siap untuk digunakan sebagai pengikat lalat BSF.

Tahap Persiapan Budidaya Maggot

1. Kandang

Ketika hendak memiliki hewan ternak, hal penting yang perlu diperhatikan adalah kandang. Dengan menyiapkan kandang, akan menjadi tempat untuk lalat memproduksi telur sebagai maggot BSF. Jadi, pikirkan lebih dulu berapa besar kandang yang dibutuhkan. Semua tergantung dengan jumlah dan sebesar apa bisnis yang akan dijalani. Umumnya, ukuran kandung berkisar 2,5 m x 4 m x 3 m sudah cukup untuk bisnis budidaya maggot kelas kecil menengah.

2. Media Penetasan Telur

Selain kandang, kamu juga perlu menyiapkan media untuk telur BSF menetas. Bisa dibuat dari boks kardus kecil atau triplek. Setelah telur menetas, barulah pindahkan larvanya ke biopond sebagai media pembesaran. Usahakan media penetasan dan pembesaran ditaruh tepisah. Pemisahan ini sangat penting karena jika menyatu, telur-telur akan mudah pecah tertekan oleh larva.

 

Tahap Panen Maggot

Pasca telur menetas, berikan jeda sekitar 1 minggu hingga larva benar-benar sudah terbentuk. Adapun waktu yang tepat untuk memanen magot BSF adalah 2-3 minggu setelah telur mentes. Agar lalat BSF selalu datang dan bisnis terus berjalan, taburkan dedak fermentasi disekitar media penetasan telur atau ember sebanyak seminggu sekali. Namun, jangan lupa juga untuk menaruh sampah organik di dalam kandang sebagai pangan maggot.

Baca Juga: 5 Cara Membersihkan Sayuran Hijau Agar Terbebas dari Ulat

Jadi, itulah ulasan Seruni mengenai budidaya maggot. Selain mudah dan menguntungkan, budidaya maggot cocok sekali diterapkan di masa pandemi ini. Siapa tahu, dari cara ini dapat menggubah perkenomian. Namun, tentunya harus dilakukan secara konsisten.

  • Bagikan
seruni.id