7 Cara Keliru Menghadapi Ibu yang Mengalami Baby Blues

7 Cara Keliru Menghadapi Ibu yang Mengalami Baby Blues
health.indozone.id

Seruni.id – Banyak dari kita mungkin menganggap bahwa baby blues adalah masalah yang sepele. Meskipun kondisi ini biasanya akan pulih dengan sendirinya dalam beberapa waktu, penting untuk tidak mengabaikannya. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang baby blues, dan karena kurangnya pemahaman tersebut, banyak orang melakukan tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak diperlukan ketika menghadapi ibu yang mengalami baby blues. Jika kamu masih melakukan tindakan-tindakan seperti ini, segera hentikan, ya.

7 Cara Keliru Menghadapi Ibu yang Mengalami Baby Blues
suaramerdeka.com

 

1. Mengabaikan Perasaannya

Kita sering kali mengabaikan perasaan seorang ibu yang mengalami baby blues. Kita menganggap perasaan yang mereka alami adalah hal sepele. Ini adalah tindakan keliru yang hanya membuat mereka semakin merasa kacau dan sedih.

Agar baby blues yang mereka alami bisa dilalui dengan baik, cobalah dengarkan mereka dengan penuh empati, perlu pula untuk memvalidasi perasaan mereka. Dan yakinkan mereka bahwa itu merupakan bagian yang sah dan tidak terlarang dari pengalaman pasca melahirkan.

 

2. Menyalahkan atau Mengkritik

Selain menyepelekan perasaan mereka, mereka yang tidak paham dengan baby blues, kerap kali menyalahkan atau mengkritik. Padahal, di kondisi yang demikian, ibu yang baru melahirkan dan mengalami baby blues tidak membutuhkan kedua hal tersebut, loh. Sebab, hal ini tidak akan membuatnya jauh lebih baik, tapi justru sebaliknya.

Sebagai orang terdekat, semestinya kita sadar dan paham bahwa perasaan tersebut di luar kendali mereka. Daripada mengkritik, bukanlah lebih baik memberikan dukungan yang positif kepada mereka?

 

3. Menyarankan Solusi yang Tidak Diinginkan

Jangan terlalu berinisiatif dalam memberikan solusi pada ibu yang mengalami baby blues. Karena hal ini bisa menjadi tindakan yang salah. Karena mereka yang mengalami hal tersebut, mungkin sudah mencari informasi dan nasihat dari berbagai sumber. Mereka juga sudah cukup tertekan dengan perasaannya sendiri.

Dengan memberikan saran yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, hanya akan membuatnya semakin stres dan tertekan. Sebaiknya, tanyakan terlebih dahulu apakah mereka ingin mendengar saran atau bantuanmu. Jika tidak, maka kamu cukup jadi pendengar saja, ya.

 

4. Membandingkan dengan Ibu Lain

Membandingkan ibu yang mengalami baby blues dengan ibu lainnya, merupakan tindakan yang sangat tidak bijak. Setiap pengalaman persalinan dan perasaan bagi setiap ibu adalah proses yang unik. Setiap orang juga punya latar belakang berbeda yang bikin mereka melihat masalah tersebut secara berbeda pula.

Mengatakan sesuatu seperti ‘ibu lain gak seburuk ini, kok’ hanya akan menambah perasaan bersalah dan rasa gak aman. Jangan lupa bahwa setiap individu berurusan dengan perasaan mereka dengan cara yang berbeda, ya.

 

5. Tidak Mendengarkan dengan Empati

Ibu yang mengalami baby blues sejatinya hanya butuh didengarkan bukan dihakimi. Jadi, mendengarkan dengan empati adalah salah satu kunci dalam mendukung mereka. Jangan berkomentar apapun tentangnya, cukup yakinkan mereka bahwa mereka tidak sendirian, kamu akan selalu mendukung mereka tanpa terkecuali.

 

6. Tidak Menawarkan Bantuan Nyata

Selain mendengarkan dengan empati, jangan lupa untuk menawarkan bantuan nyata. Mungkin mereka hanya butuh istirahat sebentar dari tugas merawat bayi atau mungkin bantuan dengan pekerjaan rumah tangga.

Bantuan praktis seperti ini bisa sangat membantu mengurangi beban dan stres yang mungkin tengah mereka rasakan. Bantulah dengan tulus dan yakinlah bahwa baby blues mereka akan segera membaik.

 

7. Tidak Mengingatkan untuk Mencari Bantuan Profesional

Jika perasaan ibu yang mengalami baby blues semakin memburuk atau bahkan berlangsung lebih lama dari beberapa minggu, sangat penting untuk mengingatkan mereka untuk mencari bantuan profesional. Baby blues seharusnya mereda dalam waktu singkat, tetapi jika tidak, ini bisa menjadi tanda depresi postpartum yang memerlukan perawatan medis.

Dukunganmu juga dapat mencakup membantu mereka menemukan sumber bantuan medis yang tepat. Sehingga mereka tidak akan mengalami perasaan depresi yang lebih jauh. Menghadapi seorang ibu yang mengalami baby blues dengan cara yang benar memerlukan pengertian, empati, dan tindakan nyata. Dengarkan mereka tanpa menghakimi, tawarkan bantuan praktis, dan jika perlu, dorong mereka untuk mencari bantuan profesional.

Baca Juga: Baby Blues: Pengertian, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Dalam momen-momen ini, kehadiranmu sebagai sosok yang positif dan memberi dukungan yang tulus akan sangat membantu. Mereka jadi bisa merasa lebih kuat dan mampu mengatasi tantangan yang mereka hadapi dalam perjalanan pasca-melahirkan. Jangan salah lagi, ya.