Fakta Tentang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan UGM

Fakta Tentang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan UGM
dream.co.id

Seruni.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan inovasi baru, yakni sebuah alat pendeteksi Covid-19 yang bernama GeNose. Di samping penggunaan rapid test dan PCR, alat ini menjadi harapan baru bagi Indonesia dalam melaksanakan tracing dan tracking. Kabarnya, alat ini sudah diuji coba di fasilitas umum, seperti stasiun kereta api.

Fakta Tentang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan UGM
jateng.idntimes.com

Sehingga jika ingin bepergian dengan kereta api di wilayah Jawa dan Sumatera, penumpang bisa menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dari GeNose sebagai alternatif. Sedangkan untuk di terminal bus, masih bersifat penerapan tes secara acak. Adapun sejumlah fakta terkait alat pendeteksi Covid-19, yakni sebagai berikut:

1. Apa itu GeNose?

GeNose adalah salah satu alat yang mampu mendeteksi virus Corona SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19. GeNose sendiri berbasis teknologi kecerdasan buatan AI. Alat ini dapat mendeteksi Covid-19 hanya melalui embusan napas orang yang terinfeksi.

2. Dibuat oleh Universitas Gadjah Mada (UGM)

Seperti yang sudah Seruni sebutkan sebelumnya, alat ini merupakan sebuah inovasi dari tim ahli UGM. Sebelumnya, alat ini sudah melalui uji validitas dengan menggunakan 600 sample di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro, Yogyakarta. Dan hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen.

3. Bagaimana Cara Kerjanya?

Menurut salah satu anggota Tim Pengembang Genose, Dian Kesumapramudya Nurputra, menyebutkan bahwa alat tersebut mengidentifikasi virus Corona dengan cara mendeteksi Volatile rganic Compound (VOC). VOC sendiri terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas.

Nantinya mereka yang akan melakukan tes dengan GeNose ini diminta untuk mengembuskan napas ke tabung khusus. Kemudian sensor-sensor dalam tabung tersebut bekerja mendeteksi VOC. Data yang diperoleh nantinya akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasilnya. Dalam waktu kurang dari 2 menit, GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19.

4. Sudah Mengantongi Izin Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Alat pendeteksi Covid-19 besutan para ahli dari UGM ini, juga sudah mengantongi izin edar, ya. Bahkan, surat izi edar GeNose dari Kementerian Kesehatan sudah turun sejak Kamis, 24 Desember 2020 lalu. Penggunaan alat pendeteksi Covid-19 ini pun sudah diatur oleh Kementerian Perhubungan dengan menerbitkan empat surat edaran utnuk perjalanan transportasi darat, laut, udara, dan perkereta apian. Sebagai salah satu syarat untuk bepergian dengan kereta api.

Tertulis bahwa kereta api wajib menunjukan surat keterangan hasil pemeriksaan GeNose atau rapid antigen atau PCR yang sampelnya diambil dalam kurun 3×24 jam. Sebelum jam keberangkatan untuk perjalanan kereta api antar kota di pulau Jawa dan Sumatera.

Sementara untuk moda transportasi darat diatur mengenai penerapan tes secara acak, menggunakan rapid test antigen atau GeNose pada angkutan sungai, danau, penyeberangan, kendaraan bermotor umum. Meliputi angkutan antar lintas batas negara, antarkota, antarprovinsi, antar kota dalam provinsi, antar jemput antar provinsi, dan pariwisata.

5. Harga Tes Covid-19 GeNose

Biaya tes dengan alat GeNose ini jauh lebih murah dibandingkan alat tes lainnya. Satu unit alat GeNose diperkirakan seharga Rp40 juta. Sementara untuk tesnya, yakni sekitar Rp15-25 ribu. Alat ini terdiri dari kantong plastik, hepa filter, adaptor pipe, plug, dan selang PU sepanjang 15 meter. Kabarnya, alat tersebut juga mampu melakukan 120 kali pemeriksaan per hari, dengan estimasi per pemeriksaan 3 menit selama 6 jam. Pengambil sampel tes berupa embusan napas juga dinilai lebih nyaman, daripada menggunakan metode usap atau swab.

Baca Juga: 7 Tanda Seseorang Pernah Terinfeksi Covid-19 Tanpa Disadari

Alat ini memang berguna untuk melakukan deteksi dini atau skrining kondisi seseorang yang terinfeksi Covid-19. Kendati demikian, penggunaan GeNose sendiri tak semerta-merta menggantikan peran rapid tes antigen atau PCR, ya.

Sebab, ketika menunjukkan hasil yang negatif, maka dapat diindikasikan seseorang tidak mengidap Covid-19. Namun, ketika dinyatakan positif oleh alat tersebut, maka selanjutnya seseorang diberikan rujukan untuk melakukan konfirmasi dengan tes PCR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.