Maraknya Fenomena Adopsi ‘Boneka Arwah’, Begini Pandangannya dalam Islam

  • Bagikan
Maraknya Fenomena Adopsi 'Boneka Arwah', Begini Pandangannya dalam Islam
dialysabah.com

Seruni.id – Fenomena adopsi ‘boneka arwah’ atau spirit dolls, kini tengah ramai diperbincangkan. Terlebih, ada sejumlah selebritis Tanah Air yang juga melakukannya.

Maraknya Fenomena Adopsi 'Boneka Arwah', Begini Pandangannya dalam Islam
asiaone.com

‘Boneka arwah’ adalah boneka yang katanya sudah diisi arwah atau roh dari orang yang telah meninggal dunia. Di mana, boneka tersebut bisa dijadikan sebagai teman dalam kesepian. Bahkan, juga bisa diadopsi layaknya anak sungguhan.

Mereka yang melakukan adopsi ‘boneka arwah’, harus memperlakukan boneka tersebut seperti bayi pada umumnya. Mulai dari memberi makan, minum, memberikan kasih sayang, hingga perhatian ekstra.

Hal yang menarik perhatian adalah pengakuan dari para pengadopsi boneka tersebut. Mereka mengatakan, bahwa semenjak mengadopsi boneka arwah, ada sejumlah manfaat yang dirasakan. Seperti mendapatkan keberuntungan, melindungi dari bahaya, dan memiliki teman untuk berbagai cerita.

Maraknya fenomena adopsi ‘boneka arwah’ ini, tentu saja menimbulkan polemik publik. Lantas, bagaimanakah Islam memandang hal ini?

 

Hukum Adopsi Boneka Arwah dalam Islam

Adapun hukum boneka sebenarnya diperbolehkan, dengan catatan hanya untuk mainan anak perempuan saja. Bahkan, hal ini telah disebutkan di dalam sebuah hadist yang berbunyi,

“Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu, lantas mereka pun bermain bersamaku.” (HR. Bukhari no. 6130).

Ironisnya, kini boneka justru dijadikan sebagai media untuk sebuah ritual tertentu. Di mana, boneka tersebut diisi dengan jin, yang diyakini dapat membawa keberuntungan. Boneka tersebut tidak didapatkan dengan cuma-cuma. Sebab, calon pengadopsi harus mebayar dengan sejumlah mahar kepada dukun.

Sebagai seorang Muslim, kita perlu mengetahui, bahwa praktik semacam ini hukumnya adalah syirik, yang sama saja dengan menyekutukan Allah SWT. Kita juga harus menyadari, jika perbuatan syirik adalah dosa besar yang dibenci oleh Allah. Sehingga, kita harus menjauhinya.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukann-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa: 48).

Tanggapan Buya Yahya

Ramainya tren adopsi boneka arwah ini, turut ditanggapi oleh Buya Yahya. Bahwasanya, dalam konteks Islam dan sebagai muslim, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, ini mengatakan, hukum memiliki boneka dapat dibedakan peruntukkannya menjadi dua, yakni untuk orang dewasa dan anak-anak.

“Tidak boleh kalau dibeli untuk orang dewasa. Adapun untuk anak-anak, terdapat khilaf untuk anak-anak kecil. Itu pun tanpa embel-embel spirit doll dan lain-lainnya.” papar Buya Yahya melansir dari YouTube Al Bahjah TV.

Ia juga menjelaskan, bahwa di dalam Islam, tidak ada keyakinan arwah bayi yang sudah meninggal dunia dapat dimasukkan ke dalam boneka.

“Tidak ada istilah arwah anak kecil masuk boneka itu tidak ada. Yang ada itu, bangsa jin atau setan yang terkutuk. Adapun bayi-bayi yang meninggal sebelum baligh itu, merupakan bayi-bayi yang dimuliakan walaupun dia anak orang yang tidak beriman.” sambungnya.

“Itu bukan keyakinan dalam Islam. Mungkin dalam agama lain ada percaya masalah reinkarnasi. Jadi, kita tidak boleh mencaci kepercayaan orang tersebut.” tegasnya.

Dengan begitu, Buya Yahya meminta, agar masyarakat khususnya yang beragama Islam dan sudah telanjur meyakini boneka arwah untuk segera bertaubat dan tidak mempercayai hal tersebut lagi.

“Mungkin di antara kita ada yang belum tahu soal hukumnya. Kan Allah maha pengampun wahai hamba Allah. Mudah untuk taubat itu mudah, mungkin ada tetangga atau saudara anda yang sudah dewasa memiliki boneka seperti itu boleh diingatkan secara perlahan,” tandasnya.

 

Asal Muasal Tren Boneka Arwah

Tren adopsi boneka arwah ini, bermula dari negara Thailand. Di mana, pada tahun 2014 lalu, masyarakat Negeri Gajah Putih itu, menggandrungi boneka-boneka cantik yang kadang memberikan kesan seram ini. Mulai dari orang biasa, hingga artis top berlomba-lomba mengoleksinya.

Namun, bukan sekadar boneka biasa. Boneka yang disebut sebagai ‘Look Thep’ yang berarti ‘dewa kecil’ ini banyak yang menyakini dapat mendatangkan keberuntungan. Semua itu, berkat roh yang bersemayamd di tubuh boneka.

Boneka ini, memang diisi dengan roh anak kecil melelui ritual tertentu. Ritual yang melibatkan pemujaan terhadap Dewi Parwati ini, hanya mengundang arwah anak kecil untuk menguasai tubuh boneka.

Baca Juga: 40 Aneka Gambar Barbie untuk Diwarnai Oleh Anak

Adapun inti dari penjelasan di atas adalah, hukum adopsi boneka arwah tidak diperbolehkan, karena termasuk ke dalam praktik syirik dan menyekutukan Allah. Mari kita doakan, agar Allah SWT segera memberikan hidayah kepada mereka, baik si penjual maupaun si pembeli yang meyakini spirit doll. Semoga kita juga dijauhkan dari hal-hal yang berbau syirik dan musryik. Aamiin ya Rabbal’alamin.

  • Bagikan
seruni.id